Tiga laga besar tersaji: Inter Milan vs Bodo/Glimt di San Siro, Newcastle United melawan Qarabag FK di St James’ Park, serta Bayer Leverkusen menghadapi Olympiacos FC di BayArena.
Bodo/Glimt 2-1 Inter Milan (Agregat 5-2): Kejutan Besar di San Siro
Bodo/Glimt kembali mencetak sejarah. Klub Norwegia tersebut menang 2-1 di markas Inter dan memastikan kemenangan agregat telak 5-2 untuk melaju ke babak 16 besar.
Setelah menang 3-1 di leg pertama, Bodo tampil tanpa rasa gentar di Milan. Jens Petter Hauge, mantan pemain AC Milan, dan Hakon Evjen memperlebar agregat menjadi 5-1 sebelum Alessandro Bastoni memperkecil skor lewat gol yang dikonfirmasi teknologi garis gawang.
Inter mendominasi sebagian besar laga dan terus menekan hingga menit akhir, tetapi pertahanan disiplin Bodo membuat tuan rumah frustrasi. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter, finalis musim lalu, sekaligus memperbesar tekanan terhadap pelatih Cristian Chivu meski mereka masih memimpin klasemen Serie A dengan selisih 10 poin.
Bodo/Glimt kini menatap debut bersejarah di babak 16 besar dan berpotensi menghadapi Sporting Lisbon atau Manchester City, tim yang sebelumnya sudah mereka kalahkan 3-1 di fase liga.
Newcastle 3-2 Qarabag (Agregat 9-3): The Magpies Terbang Tinggi
Newcastle United tampil superior dengan kemenangan agregat mencolok 9-3 atas Qarabag. Setelah menghancurkan lawan 8-1 di leg pertama, The Magpies kembali menang 3-2 di kandang sendiri.
Sandro Tonali membuka skor cepat pada menit keempat, disusul gol Joelinton hanya 90 detik kemudian. Meski sempat terjadi drama di babak kedua, termasuk penalti yang digagalkan Aaron Ramsdale dan gol balasan Elvin Jafarquiliyev, Newcastle tetap mengendalikan pertandingan.
Eddie Howe juga memanfaatkan laga ini untuk memberi debut kepada beberapa pemain muda. Di babak 16 besar, Newcastle berpotensi menghadapi Chelsea atau Barcelona.
Bayer Leverkusen 0-0 Olympiacos (Agregat 2-0): Efisiensi yang Berbuah Manis
Bayer Leverkusen memastikan tempat di babak 16 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Olympiacos, menjaga keunggulan agregat 2-0 dari leg pertama.
Olympiacos mencoba mengambil inisiatif dan lebih banyak menguasai bola, tetapi minimnya ketajaman di sepertiga akhir membuat mereka gagal membongkar pertahanan Leverkusen.
Meski Patrik Schick menyia-nyiakan dua peluang emas, dua golnya pada leg pertama tetap menjadi pembeda. Pelatih Kasper Hjulmand patut puas dengan dua clean sheet beruntun yang mengantarkan timnya ke fase berikutnya.
Leverkusen kini menunggu hasil undian untuk mengetahui apakah akan menghadapi Arsenal atau sesama klub Bundesliga, Bayern Munich, di babak 16 besar.
Leg kedua playoff Liga Champions menghadirkan kombinasi kejutan besar, dominasi meyakinkan, dan pertahanan solid. Bodo/Glimt menjadi sorotan utama dengan menyingkirkan Inter, Newcastle menunjukkan superioritas total, sementara Leverkusen tampil efektif dan matang.
Babak 16 besar pun dipastikan semakin panas dengan kehadiran tim-tim yang datang membawa cerita besar dari fase playoff. (*)
Editor : Niklaas Andries