Pertandingan yang disaksikan 75.673 penonton, menjadi jumlah kehadiran tertinggi kedua dalam sejarah MLS, menyajikan duel dua bintang besar liga, Lionel Messi kontra Son Heung-Min. Namun, Son tampil sebagai pembeda dan membawa LAFC meraih kemenangan meyakinkan.
Son Heung-Min Bersinar, LAFC Tampil Efektif
Son, yang tercatat sebagai rekrutan termahal dalam sejarah MLS, langsung menunjukkan pengaruh besar di musim penuh pertamanya bersama LAFC. Ia memberikan assist kepada David Martínez untuk membuka skor pada menit ke-37.
Inter Miami mencoba bangkit sepanjang babak kedua. Tekanan demi tekanan dilancarkan demi menyamakan kedudukan. Namun, saat asyik menyerang, mereka justru kecolongan.
Umpan panjang Timothy Tillman melewati lini belakang Miami membuat kiper anyar Dayne St. Clair keluar dari sarangnya. Denis Bouanga dengan cerdik melewati sang penjaga gawang dan menceploskan bola ke gawang kosong untuk menggandakan keunggulan.
Son kemudian ditarik keluar dan mendapat sambutan meriah dari publik tuan rumah. Penggantinya, Nathan Ordaz, menambah derita Miami lewat gol ketiga di masa injury time memanfaatkan umpan Bouanga.
Messi Belum Maksimal
Baca Juga: Daftar Lengkap Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 di Probolinggo, Cek Jadwal PINTAR BI dan Lokasi Bank
Messi tampil dalam laga kompetitif pertamanya musim ini, setelah pulih dari cedera hamstring yang sempat membuat laga pramusim terakhir Miami di Puerto Rico ditunda.
Meski bermain penuh semangat, megabintang asal Argentina itu kesulitan memberi dampak signifikan. Peluang terbaiknya hadir pada masa tambahan waktu babak pertama, tetapi tendangannya dari tepi kotak penalti masih tipis melenceng dari sudut atas gawang.
Pelatih LAFC, Marc Dos Santos, mengakui timnya memberi perhatian khusus kepada Messi.
“Kami mempersiapkan diri menghadapi Messi terbaik. Ketika ia berada di sekitar kotak penalti, kami harus mengeroyoknya. Ia sangat piawai menemukan celah dan rekan setim di ruang sempit,” ujar Dos Santos seusai laga.
Ia menambahkan bahwa timnya masih bisa berkembang, khususnya dalam penguasaan bola, meski puas dengan disiplin bertahan yang diperlihatkan anak asuhnya.
Era Baru Inter Miami
Messi memimpin wajah baru Inter Miami musim ini tanpa dua rekan lamanya, Jordi Alba dan Sergio Busquets, yang pensiun setelah membawa klub menjuarai MLS Cup pada Desember lalu.
Pelatih Javier Mascherano menurunkan tiga pemain debutan sebagai starter. Penyerang Meksiko Germán Berterame diplot memimpin lini depan, sementara bek Brasil Micael menjalani debut di jantung pertahanan. Facundo Mura masuk pada babak kedua menggantikan Ian Fray.
Meski kalah telak, Mascherano menilai skor 0-3 tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
“Mereka memang menang secara adil. Namun menurut saya, perbedaan di lapangan tidak sebesar yang terlihat di papan skor,” ujar Mascherano. “Kami harus menganalisis permainan secara menyeluruh, bukan hanya hasil akhir.”
LAFC Buka Musim dengan Percaya Diri
Bagi LAFC, kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan setelah musim lalu tersingkir di semifinal Wilayah Barat oleh Vancouver Whitecaps. Laga ini juga menjadi pertandingan liga pertama di bawah arahan Dos Santos.
Sebelumnya, LAFC sukses membantai Real España 6-1 di Honduras dalam laga pembuka Concacaf Champions Cup, menegaskan momentum positif mereka di awal musim.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Inter Miami dalam upaya mempertahankan gelar MLS Cup. Sementara itu, LAFC mengirim pesan kuat sebagai kandidat serius musim ini, dengan Son Heung-Min tampil sebagai ikon baru liga.
Perjalanan musim masih panjang, tetapi duel perdana ini menunjukkan bahwa persaingan MLS 2026 akan berlangsung sengit sejak awal. (*)
Editor : Niklaas Andries