Green bergabung dengan Chelsea pada masa awal pembentukan struktur sepak bola wanita klub dan memainkan peran kunci dalam membangun fondasi kesuksesan jangka panjang.
Salah satu kontribusi terbesarnya adalah membawa Emma Hayes ke Stamford Bridge, yang kemudian menjadi arsitek kejayaan Chelsea Women selama 12 tahun masa kepemimpinannya.
19 Trofi dalam Satu Era Keemasan
Di bawah pengawasan Green, Chelsea Women menjelma menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris. Klub berhasil mengoleksi 19 gelar bergengsi, termasuk delapan gelar Liga Inggris Wanita dan enam Piala FA Wanita, menjadikan periode tersebut sebagai era emas dalam sejarah klub.
Dalam pernyataan resmi, Chelsea memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Green.
“Komitmen, pengalaman, dan profesionalismenya sangat dihargai di seluruh klub. Kontribusinya telah membantu menopang periode kesuksesan yang berkelanjutan,” tulis pihak klub.
Chelsea Hadapi Tekanan di Lapangan
Pengumuman kepergian Green datang di tengah periode sulit bagi Chelsea Women. Pekan lalu, The Blues menelan dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya, diawali kekalahan telak 1-5 dari Manchester City, sebelum kembali tumbang 0-2 dari Arsenal.
Hasil tersebut memicu sorotan terhadap performa tim, meski manajemen klub menegaskan tetap percaya pada arah yang sedang dibangun.
Sonia Bompastor Dapat Kepercayaan Jangka Panjang
Di tengah dinamika tersebut, Chelsea justru memperpanjang kontrak manajer Sonia Bompastor hingga tahun 2030. Kontrak sebelumnya sejatinya baru akan berakhir pada 2028, namun manajemen memilih mengamankan jasa pelatih asal Prancis itu lebih awal.
Direktur Olahraga Chelsea, Laurence Stewart dan Paul Winstanley, menegaskan bahwa dampak Bompastor sangat terasa sejak awal kepemimpinannya.
“Pengaruh Sonia sangat cepat dan signifikan. Standar yang ia tetapkan mencerminkan nilai yang ingin diwakili klub ini. Ia bukan hanya bagian penting dari kesuksesan kami saat ini, tetapi juga fondasi masa depan jangka panjang Chelsea,” ujar keduanya.
Dukungan Penuh dari Manajemen
Sumber internal menyebutkan bahwa Bompastor mendapatkan dukungan penuh dari jajaran manajemen klub. Meski demikian, perubahan di balik layar disebut sudah mulai bergerak sebelum pengumuman perpanjangan kontrak, dengan Chelsea sempat mempertimbangkan arah alternatif dalam struktur internal klub.
Kepergian Paul Green menandai babak baru bagi Chelsea Women, yang kini bersiap melakukan penyesuaian organisasi demi mempertahankan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola wanita Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries