Liverpool memasuki pekan ke-25 dengan posisi empat tingkat dan tertinggal delapan poin dari Manchester City di klasemen.
Namun, performa enam laga terakhir kedua tim justru identik: satu kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan, catatan yang mencerminkan inkonsistensi di kedua kubu.
Liverpool Mulai Menemukan Ritme
Setelah awal tahun 2026 yang mengecewakan, Liverpool akhirnya memecahkan kebuntuan. Usai empat hasil imbang beruntun dan kekalahan menyakitkan dari Bournemouth, pasukan Arne Slot tampil menggila saat membantai Newcastle United 4-1.
Newcastle sejatinya datang ke Anfield dengan modal hasil imbang 1-1 kontra Paris Saint-Germain di Liga Champions. Namun, ketangguhan lini belakang mereka runtuh di Merseyside.
Meski sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Anthony Gordon, Liverpool bangkit melalui inspirasi Hugo Ekitike dan Florian Wirtz untuk mencetak empat gol balasan.
Kemampuan bangkit dari situasi tertinggal tetap menjadi ciri khas Liverpool. Sejak awal musim 2024-2025, The Reds telah mengoleksi 28 poin di Premier League setelah kebobolan lebih dulu, tertinggi keempat di liga.
Produktivitas gol Liverpool juga meningkat tajam. Dalam empat pertandingan terakhir, mereka mencetak 15 gol, termasuk enam gol ke gawang Qarabag dan tiga gol saat menghadapi Marseille di Liga Champions.
Meski demikian, peluang finis lima besar masih belum sepenuhnya di tangan Liverpool. Mereka tertinggal dua poin dari Manchester United dan satu poin dari Chelsea, sementara Brentford dan Sunderland masih berpotensi menyalip jika hasil negatif kembali terjadi.
Manchester City Mulai Kehilangan Stabilitas
Manchester City datang ke Anfield dengan tekanan besar. Pada pekan sebelumnya, City ditahan imbang Tottenham Hotspur 2-2 dalam laga yang membuat peluang juara mereka kian tergerus.
Sempat unggul melalui gol Rayan Cherki dan Antoine Semenyo, pasukan Pep Guardiola lengah di babak kedua dan kebobolan dua gol dari mantan striker Liverpool, Dominic Solanke.
Hasil tersebut membuat City gagal menang dalam lima dari enam laga terakhir Premier League dan kini tertinggal enam poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Performa tandang City pun mengkhawatirkan, tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir di luar kandang, dengan selalu kebobolan minimal dua gol.
Namun, City tetap berbahaya. Mereka menyusul Liverpool ke final Piala Liga setelah menyingkirkan Newcastle dengan kemenangan 3-1 pada leg kedua semifinal.
Selain itu, kemenangan 3-0 atas Liverpool pada pertemuan pertama musim ini membuat City berpeluang mencatatkan “double” Liga Inggris pertama mereka atas The Reds.
Kabar Tim
Liverpool:
Joe Gomez masih memiliki peluang tipis untuk pulih dari cedera pinggul, sementara Jeremie Frimpong dipastikan absen. Conor Bradley, Alexander Isak, dan Giovanni Leoni juga masih menepi. Slot diperkirakan tidak akan banyak mengubah susunan pemain setelah kemenangan telak atas Newcastle.
Florian Wirtz menjadi sorotan utama setelah mencatat sembilan kontribusi gol dalam 11 laga terakhir, terbanyak di Premier League dalam periode tersebut. Mohamed Salah juga mulai kembali ke performa terbaiknya.
Manchester City:
Bernardo Silva diragukan tampil setelah mengalami benturan saat melawan Tottenham. Rayan Cherki dan Ruben Dias sudah kembali bermain sebagai pemain pengganti di Piala Liga. John Stones masih belum siap tampil, begitu pula Josko Gvardiol, Mateo Kovacic, Jeremy Doku, dan Savinho.
Marc Guehi kembali tersedia, sementara Pep Guardiola masih merahasiakan apakah Erling Haaland akan turun sebagai starter, meski menyebut sang striker sebagai “penyerang terbaik di dunia”.
Perkiraan Susunan Pemain
Liverpool (4-2-3-1): Alisson; Szoboszlai, Konate, Van Dijk, Kerkez; Gravenberch, Mac Allister; Salah, Wirtz, Gakpo; Ekitike
Manchester City (4-2-3-1): Donnarumma; Nunes, Guehi, Ake, Ait-Nouri; Rodri, O’Reilly; Cherki, Reijnders, Semenyo; Haaland
Prediksi Skor: Liverpool 3-2 Manchester City
Liverpool versi Arne Slot memang belum sepenuhnya stabil, tetapi performa mereka jauh lebih tajam dibanding saat dibantai di Etihad.
Dengan keunggulan bermain di Anfield, kondisi fisik City yang terkuras, serta absennya sejumlah bek kunci tim tamu, The Reds memiliki peluang besar meraih kemenangan dramatis.
Florian Wirtz tampil di puncak performa, Mohamed Salah kembali tajam, dan Hugo Ekitike menunjukkan chemistry yang solid di lini depan. Duel terbuka diprediksi terjadi, dan Liverpool diyakini mampu keluar sebagai pemenang dalam laga yang sarat gengsi dan emosi ini. (*)
Editor : Niklaas Andries