Kemenangan tersebut memastikan The Gunners lolos ke final dengan keunggulan agregat 4-2, sekaligus mencatatkan rekor bergengsi di level Eropa.
Tambahan satu nirbobol atas Chelsea membuat Arsenal menjadi tim pertama dari lima liga top Eropa, Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1, yang mampu mencatat 20 clean sheet di semua kompetisi pada musim 2025-2026.
Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mikel Arteta, yang membawa Arsenal menembus final besar pertama sejak 2020, tahun ketika mereka menjuarai Piala FA pada musim debut sang manajer asal Spanyol.
Dalam laga kontra Chelsea, Arteta menerapkan pendekatan yang lebih pragmatis. Fokus pada keseimbangan lini belakang terbukti efektif, dengan Arsenal kembali tampil solid dan minim memberi ruang bagi tim tamu untuk berkembang.
Catatan 20 clean sheet tersebut juga menegaskan betapa kokohnya pertahanan Arsenal musim ini, sebuah fondasi penting dalam ambisi mereka memburu banyak gelar.
Menanti Manchester City atau Newcastle di Final
Di partai puncak Piala Liga Inggris yang dijadwalkan berlangsung pada Maret, Arsenal akan menghadapi pemenang semifinal lain antara Manchester City dan Newcastle United.
City saat ini berada di posisi lebih menguntungkan setelah unggul 2-0 pada leg pertama dan akan menjamu Newcastle di Etihad Stadium.
Namun, jika Manchester City lolos ke final, mereka berpotensi tampil pincang di lini belakang. Bek tengah Marc GuEhi tidak dapat dimainkan karena regulasi kompetisi melarang pemain membela dua klub berbeda dalam fase semifinal.
Selain itu, Josko Gvardiol dipastikan absen karena cedera, meski Ruben Dias diproyeksikan sudah pulih tepat waktu.
Kondisi tersebut bisa menjadi celah besar yang dimanfaatkan Arsenal. Dengan pertahanan City yang tidak ideal, The Gunners dinilai memiliki peluang besar untuk mengendalikan pertandingan, terutama jika mampu unggul lebih dulu di Wembley.
Peluang Arsenal Raih Banyak Trofi
Terlepas dari siapa lawan di final, Arsenal diprediksi menjadi unggulan utama untuk menjuarai Piala Liga Inggris musim ini. Tak hanya itu, mereka juga berada di jalur kuat untuk mengamankan gelar Premier League.
Keunggulan enam poin atas Manchester City dengan 14 pertandingan tersisa menjadi modal signifikan. Banyak pihak menilai akan menjadi kejutan besar jika Arsenal gagal mengonversi posisi tersebut menjadi gelar juara.
Di kompetisi lain seperti Liga Champions dan Piala FA, ketidakpastian memang selalu ada. Namun, jalur fase gugur yang relatif menguntungkan dapat membantu Arsenal melangkah jauh dan menjaga peluang meraih lebih dari satu trofi musim ini.
Dengan performa konsisten, pertahanan solid, dan kedalaman skuad yang kian matang, musim 2025-2026 berpotensi menjadi salah satu periode paling bersejarah bagi Arsenal di era Mikel Arteta. (*)
Editor : Niklaas Andries