Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tarif Tol Probolinggo–Banyuwangi Terbaru 2026, Grati–Gending Rp52 Ribu

Ali Sodiqin • Kamis, 29 Januari 2026 | 16:30 WIB

Exit Tol Gending di Jalan Tol Paspro Seksi 4A (Probolinggo Timur-Gending).
Exit Tol Gending di Jalan Tol Paspro Seksi 4A (Probolinggo Timur-Gending).

RADARBANYUWANGI.ID - Pengoperasian bertahap Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi/Probowangi) di awal 2026 membawa perhatian besar masyarakat, khususnya terkait tarif tol yang kini resmi diberlakukan di sejumlah seksi.

Ruas tol ini menjadi bagian penting dari jaringan Trans Jawa yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa.

Saat ini, ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi yang telah beroperasi penuh dan dikenakan tarif adalah segmen Pasuruan (Grati)–Gending.

Segmen ini menjadi akses utama menuju kawasan Probolinggo dan sekitarnya, sekaligus pintu masuk menuju ruas lanjutan Tol Probowangi.

Berdasarkan tarif terbaru tahun 2026, untuk kendaraan Golongan I, pengguna jalan yang melintas dari Grati menuju Gending dikenakan tarif sebesar Rp52.000.

Tarif ini mencerminkan jarak tempuh yang relatif panjang sekaligus kualitas infrastruktur jalan tol yang dilengkapi dengan standar keselamatan dan kenyamanan.

Selain rute utama Grati–Gending, sejumlah perjalanan parsial di kawasan Probolinggo juga telah memiliki tarif tersendiri.

Untuk perjalanan dari Gending menuju Probolinggo Timur, tarif yang dikenakan sebesar Rp12.000. Sementara itu, perjalanan dari Gending ke Probolinggo Barat dikenakan tarif Rp26.000.

Adapun pengguna jalan yang menuju kawasan Tongas dari Gending dikenakan tarif sebesar Rp35.000.

Ruas-ruas ini dinilai cukup strategis karena melayani mobilitas harian masyarakat lokal, angkutan logistik, serta kendaraan wisata menuju kawasan pantai dan industri di Probolinggo.

Secara keseluruhan, perjalanan dari Surabaya menuju Gending melalui jaringan jalan tol Trans Jawa memerlukan biaya sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000.

Besaran tarif tersebut bergantung pada gerbang tol yang digunakan serta titik keluar masuk kendaraan.

Meski tarif tol dinilai lebih tinggi dibandingkan jalur arteri, keberadaan Tol Probowangi memberikan keuntungan signifikan dari sisi efisiensi waktu tempuh.

Perjalanan Surabaya–Probolinggo yang sebelumnya memakan waktu hingga lima jam pada kondisi padat kini dapat ditempuh jauh lebih cepat dan stabil.

Selain itu, tarif tol juga sejalan dengan upaya menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan operasional jalan tol.

Pengelola memastikan bahwa pendapatan tarif digunakan untuk pemeliharaan rutin, peningkatan fasilitas, serta penguatan sistem keselamatan lalu lintas.

Ke depan, seiring hampir rampungnya Tahap I pembangunan Tol Probolinggo–Banyuwangi hingga Besuki, masyarakat diperkirakan akan kembali mencermati potensi penyesuaian tarif dan skema fungsional, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Ruas lanjutan yang difungsionalkan nantinya diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur pantura Probolinggo–Situbondo.

Tol Probowangi sendiri menjadi proyek strategis yang tak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga membuka konektivitas ekonomi baru di kawasan Tapal Kuda.

Dengan struktur tarif yang sudah berlaku di sejumlah seksi, tol ini perlahan menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang di wilayah timur Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #situbondo #Probowangi #paiton #gending #besuki #probolinggo #banyuwangi #tarif tol