Setelah menang 1-0 di Olimpico pada September dan menyingkirkan Roma dari Coppa Italia pada tengah pekan, Torino berpeluang menuntaskan “treble musiman” atas Giallorossi di hadapan pendukungnya sendiri.
Toro Percaya Diri Usai Drama Coppa, Meski Inkonsisten di Liga
Pada laga Coppa Italia, Torino menunjukkan mental baja. Meski dua kali kehilangan keunggulan di Stadio Olimpico, pasukan Marco Baroni selalu mampu bangkit. Che Adams mencetak gol di masing-masing babak, namun Roma memaksa skor imbang hingga menit ke-81.
Ketika laga tampak menuju perpanjangan waktu, Emirhan Ilkhan muncul sebagai pahlawan lewat gol telat yang membungkam Olimpico dan mengantar Torino melaju ke perempat final, di mana Inter Milan sudah menanti.
Kemenangan itu melanjutkan tren positif Torino atas Roma musim ini. Sebelumnya, kemenangan liga di September juga memutus puasa delapan laga tanpa menang atas Giallorossi dan membuka peluang Torino mencatat double Serie A pertama sejak 1989.
Namun, performa liga Torino masih naik turun. Granata menelan enam kekalahan dari sembilan laga Serie A terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun dari Udinese dan Atalanta.
Masalah utama terletak di lini belakang, dengan 32 gol kebobolan dari 20 pertandingan, membuat posisi Baroni kembali berada di bawah tekanan.
Roma Fokus Liga, Target Liga Champions Jadi Prioritas
Di sisi lain, Roma harus menelan kekecewaan akibat tersingkir dari Coppa Italia, namun musim mereka masih jauh dari kata gagal. Pasukan Gian Piero Gasperini masih berjuang di Liga Europa dan tampil kompetitif di Serie A.
Roma baru saja meraih dua kemenangan liga beruntun untuk pertama kalinya sejak November, masing-masing dengan skor identik 2-0 atas Lecce dan Sassuolo. Dalam laga terakhir, Matias Soule tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist, sementara Roma kembali mencatat clean sheet.
Saat ini berada di peringkat kelima klasemen, Roma hanya tertinggal empat poin dari AC Milan di posisi kedua. Meski peluang juara masih terbuka, target realistis Giallorossi adalah kembali ke Liga Champions.
Menariknya, Roma juga mencatat rekor unik: menjadi tim kedua dalam sejarah Serie A yang tidak pernah bermain imbang dalam 20 laga awal musim. Kemenangan di Turin akan menjadi modal ideal jelang dua laga besar pekan depan kontra Stuttgart dan Milan.
Performa Terkini
Torino (Serie A): Kalah-Menang-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Torino (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Menang-Kalah-Kalah-Menang
Roma (Serie A): Menang-Kalah-Menang-Kalah-Menang-Menang
Roma (Semua Kompetisi): Kalah-Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah
Kabar Tim: Zapata Siap Starter, Roma Andalkan Dybala
Torino kembali kehilangan Ivan Ilic yang masih cedera, sementara Adam Masina belum kembali karena memperkuat Maroko di Piala Afrika. Giovanni Simeone diragukan tampil usai mengalami benturan, sehingga Duvan Zapata berpeluang menjadi starter.
Zapata memiliki catatan apik kontra Roma dengan enam gol Serie A, termasuk dua bersama Torino. Namun, ia masih kalah tajam dibanding Paulo Dybala, yang mencetak lima gol dalam enam laga liga melawan Torino sejak bergabung dengan Roma, meski performa terkininya menurun.
Roma dipastikan tanpa Artem Dovbyk, sementara Evan Ferguson masih diragukan. Rekrutan anyar Donyell Malen berpeluang langsung melakoni debutnya mendampingi Dybala di lini depan.
Di lini belakang, Gianluca Mancini kembali usai menjalani skorsing, tetapi Lorenzo Pellegrini dan Tommaso Baldanzi masih menepi. Neil El Aynaoui juga absen karena tengah bersiap menghadapi final Piala Afrika.
Prediksi Susunan Pemain
Torino (3-5-2): Paleari; Ismajli, Maripan, Coco; Pedersen, Casadei, Ilkhan, Vlasic, Lazaro; Adams, Zapata
Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Celik, Cristante, Kone, Wesley; Soule, Dybala; Malen
Prediksi Skor: Torino 0-1 Roma
Rentetan kemenangan Torino atas Roma musim ini diperkirakan akan terhenti. Dengan kembalinya bek-bek utama, Roma diprediksi tampil lebih solid, sementara Torino kerap melakukan kesalahan fatal di lini belakang.
Giallorossi dikenal sebagai spesialis clean sheet di Serie A, dan keunggulan itu diyakini cukup untuk membawa mereka pulang dengan kemenangan tipis 1-0 dari Turin. (*)
Editor : Niklaas Andries