Como saat ini unggul lima poin atas Udinese di klasemen sementara Serie A dan tengah menikmati performa impresif, khususnya saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Baru kembali ke Serie A musim lalu, Como langsung menjelma menjadi penantang serius elite Italia. Klub asal Lombardia tersebut menutup tahun 2025 di posisi ketujuh klasemen dan terus menjaga asa tampil di kompetisi Eropa.
Setelah rentetan 11 laga tak terkalahkan terhenti akibat dua kekalahan beruntun dari Inter Milan dan AS Roma, pasukan Cesc Fabregas bangkit dengan meyakinkan. Mereka menutup tahun dengan kemenangan telak 3-0 atas Lecce, berkat gol pembuka Nico Paz yang tercipta melalui defleksi.
Gol tersebut menjadi gol keenam Paz di Serie A musim ini, menyamai koleksi golnya sepanjang musim lalu dan menegaskan perannya sebagai motor serangan Como. Kemenangan di Salento membuat Como menempati posisi keenam klasemen di tengah persaingan ketat perebutan tiket Eropa.
Kembali ke Stadio Sinigaglia, Como membawa rekor kandang yang mengesankan. Mereka menjadi salah satu dari tiga tim Serie A yang belum terkalahkan di kandang musim ini, bersama Juventus dan Napoli.
Catatan enam kemenangan dan tiga hasil imbang di semua kompetisi menegaskan kekuatan Como di depan publik sendiri, dengan terakhir kali kebobolan di kandang terjadi pada Oktober lalu.
Secara defensif, Como juga tampil solid dengan enam clean sheet dalam 10 pertandingan terakhir, baik kandang maupun tandang.
Rekor Pertemuan vs Udinese
Statistik pertemuan turut berpihak kepada Como. Dari seluruh kemenangan Como atas Udinese di Serie A, semuanya diraih di kandang sendiri, termasuk kemenangan 4-1 musim lalu yang juga diwarnai gol Nico Paz.
Dari total 18 pertemuan di Como, Udinese baru mampu menang lima kali, sebuah catatan yang semakin menambah kepercayaan diri tuan rumah.
Kondisi Udinese
Udinese datang dengan modal yang kurang meyakinkan, terutama saat bermain di luar kandang. Bianconeri telah menelan empat kekalahan dari enam laga tandang terakhir Serie A, hanya meraih satu kemenangan.
Kekalahan paling menyakitkan terjadi di markas Fiorentina, ketika kartu merah cepat Maduka Okoye berujung pada kekalahan telak 1-5. Meski demikian, pasukan Kosta Runjaic mampu bangkit dengan hasil imbang 1-1 melawan Lazio, berkat gol penyeimbang kontroversial Keinan Davis di menit akhir.
Runjaic mengakui timnya beruntung meraih satu poin dan menegaskan perlunya pembenahan lini belakang. Hingga kini, Udinese menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Serie A dengan 28 gol, sejajar dengan Torino dan Fiorentina, sebuah catatan yang mengkhawatirkan jelang laga tandang ini.
Performa Lima Laga Terakhir
Como (Serie A): Seri-Menang-Menang-Kalah-Kalah-Menang
Udinese (Serie A): Kalah-Menang-Kalah-Menang-Kalah-Seri
Udinese (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Kalah-Menang-Kalah-Seri
Berita Tim
Como dipastikan melakukan perubahan di lini belakang setelah Diego Carlos harus menjalani larangan bermain satu laga akibat akumulasi kartu. Marc-Oliver Kempf diprediksi menggantikan posisinya di jantung pertahanan.
Cesc Fabregas juga belum bisa menurunkan Assane Diao, Alvaro Morata, dan Edoardo Goldaniga yang masih dibekap cedera. Namun, Jayden Addai masih memiliki peluang tampil jika pulih dari masalah otot fleksor.
Tanpa Morata, Nico Paz diperkirakan akan kembali berduet dengan Tasos Douvikas di lini depan.
Di kubu Udinese, Keinan Davis dan Nicolo Zaniolo diprediksi menjadi tumpuan serangan. Keduanya telah mencetak masing-masing lima dan empat gol musim ini. Vakoun Bayo tengah membela Pantai Gading di Piala Afrika, sementara Jordan Zemura dan Arthur Atta masih cedera.
Kabar baik bagi Udinese, kiper utama Maduka Okoye kembali dari skorsing dan siap mengawal gawang, membuat Daniele Padelli kemungkinan kembali ke bangku cadangan.
Perkiraan Susunan Pemain
Como (4-2-3-1): Butez; Smolcic, Ramon, Kempf, Valle; Perrone, Da Cunha; Vojvoda, Paz, Rodriguez; Douvikas
Udinese (3-5-2): Okoye; Kristensen, Kabasele, Solet; Zanoli, Ekkelenkamp, Karlstrom, Piotrowski, Kamara; Zaniolo, Davis
Prediksi Skor: Como 2-0 Udinese
Como dikenal sangat tangguh di kandang sendiri dan akan menghadapi lini pertahanan Udinese yang rapuh. Dengan performa kandang yang konsisten serta tren negatif Udinese saat tandang, tuan rumah diprediksi mampu mengamankan tiga poin di laga pembuka tahun 2026. (*)
Editor : Niklaas Andries