Kasus Paqueta terkait dugaan pengaturan kartu kuning akhirnya selesai pada Juli lalu. Investigasi panjang yang dilakukan oleh Football Association (FA) ditutup setelah komisi regulasi independen menyatakan dirinya tidak terbukti bersalah dalam kasus spot-fixing.
Kartu Merah Kontroversial
Dalam pertandingan hari Minggu, Paqueta menerima dua kartu kuning beruntun hanya dalam hitungan menit akibat protes keras kepada wasit Darren England terkait pelanggaran yang diberikan kepada West Ham saat laga tersisa enam menit.
Melalui unggahan di platform X, Paqueta menuliskan:
“Sungguh tidak masuk akal hidup dan karier Anda terpengaruh selama dua tahun tanpa dukungan psikologis apa pun dari federasi. Mungkin perilaku tidak masuk akal ini hanyalah refleksi dari semua yang harus saya lalui dan tampaknya masih harus saya lalui. Maaf jika saya tidak sempurna.”
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada rekan setim dan para pendukung klub.
Kembali dari Sanksi, Kembali Bermasalah
Ironisnya, ini adalah laga pertama Paqueta setelah menjalani larangan bermain satu pertandingan akibat akumulasi lima kartu kuning. Ia sebelumnya absen ketika West Ham bermain imbang 2–2 melawan Bournemouth pekan lalu.
“Saya paham sekarang saya harus tampil seperti penjahat. Sulit hidup dengan semua yang terjadi dalam hidup dan pikiran saya,” tulis pemain berusia 28 tahun itu dalam bahasa Portugis.
Paqueta menegaskan bahwa tekanan mental yang ia alami tidak boleh menjadi pembenaran untuk kartu merahnya.
Dua Tahun Penuh Tekanan
FA memulai investigasi pada Agustus 2023. Pada Mei 2024, Paqueta didakwa karena diduga sengaja mencari kartu kuning demi memengaruhi pasar taruhan. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi menghadapi larangan bermain seumur hidup.
Namun, komisi independen memutuskan empat dakwaan terhadap Paqueta tidak terbukti, meski ia tetap mendapat teguran dan peringatan terkait sikapnya selama investigasi berlangsung.
Nuno Espírito Santo: Pelatih Akan Bicara Langsung
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Imbau Warga Banyuwangi Siaga 10 Hari ke Depan
Pelatih West Ham, Nuno Espírito Santo, menanggapi singkat situasi tersebut:
“Saya tidak akan berkomentar banyak. Pertama-tama saya ingin berbicara dengan Lucas dan memahami apa yang ia rasakan serta penyebab perilakunya.”
Masa Depan yang Sempat Gemilang
Paqueta bergabung dengan West Ham dari Olympique Lyonnais pada Agustus 2022 dan tampil impresif, termasuk membantu klub menjuarai UEFA Europa Conference League pada musim debutnya.
Pada Agustus 2023, ia disebut sudah sangat dekat pindah ke Manchester City dengan nilai transfer sekitar £85 juta atau sekitar Rp1,82 triliun, sebelum investigasi FA menghentikan proses tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries