Namun setelah 12 pertandingan dalam upaya mempertahankan gelar yang kacau balau, tim asuhan Arne Slot justru berada di jalur untuk menjadi juara bertahan terburuk sepanjang sejarah Premier League.
Slot, yang awalnya dipuji sebagai penerus ideal Jürgen Klopp setelah menstabilkan tim musim lalu tanpa banyak perubahan, kini menghadapi badai besar. Di musim keduanya, pelatih berusia 47 tahun itu tampak kewalahan dan Liverpool justru berpotensi mencetak sejarah buruk.
Salah Meredup, Isak–Wirtz Gagal Total, dan Pertahanan Amburadul
Baca Juga: Tol Gilimanuk–Mengwi Mandek, Investor Kabur karena Traffic Rendah dan Risiko Kerugian Tinggi
Mohamed Salah kehilangan ketajamannya. Dua rekrutan utama musim panas, Alexander Isak dan Florian Wirtz, masing-masing berharga lebih dari £100 juta atau sekitar Rp2 triliun, menjadi pembelian mahal yang gagal memberikan dampak.
Sementara itu, Ibrahima Konaté menjadi simbol keroposnya lini pertahanan. Liverpool kini kebobolan lebih banyak gol daripada yang mereka cetak, sebuah ironi bagi tim juara musim lalu.
Aura tak terkalahkan Liverpool juga hilang, bahkan di Anfield. Kekalahan 0-3 dari Nottingham Forest pada Sabtu lalu menjadi pukulan memalukan
1. Pertama kali sejak 1965 Liverpool kalah beruntun dengan selisih tiga gol.
2. Enam kekalahan dalam tujuh laga liga sejak 27 September.
3. Terjun bebas dari puncak klasemen ke peringkat 11.
Hanya Chelsea era Jose Mourinho musim 2014–2015 yang mencatat start lebih buruk sebagai juara bertahan, dengan tujuh kekalahan dari 12 laga, rekor yang membuat Mourinho dipecat tujuh bulan setelah membawa The Blues juara.
Sejarah Tak Berpihak pada Juara Bertahan yang Terjun Bebas
Selain Chelsea, dua tim lain yang tersandung parah sebagai juara bertahan adalah:
1. Blackburn Rovers (1995–1996) dengan 6 kekalahan, finis peringkat 7
2. Leicester City (2016–2017) dengan 6 kekalahan, finis peringkat 12, terburuk sepanjang masa bagi juara bertahan.
Liverpool kini berada di jalur yang lebih menyerupai Leicester, finis di papan bawah dan kehilangan jati diri juara. Pertanyaannya, Apakah Liverpool mengikuti nasib Leicester? Atau Slot dapat menghentikan kemerosotan ini?
Secara teori, kualitas skuad Liverpool cukup untuk bangkit dan finis di empat besar. Namun sejarah menunjukkan bahwa kejatuhan juara bertahan bisa sangat cepat dan sulit dihentikan.
Slot Akui Bertanggung Jawab, Van Dijk Desak Rekan Setim Berkaca
Setelah kekalahan dari Forest, Slot berkata,
“Tentu ada jalan keluar, terutama dengan kualitas pemain yang kami miliki. Tetapi saya harus menegaskan: saya bertanggung jawab atas hasil buruk ini. Saat menang, Anda bertanggung jawab. Saat kalah, Anda juga bertanggung jawab. Tidak ada alasan yang cukup untuk hasil seperti ini.”
Virgil van Dijk memberikan komentar lebih tajam,
“Sebagai juara bertahan, kami tidak pantas berada di posisi seperti sekarang. Setiap pemain harus bertanggung jawab. Apakah semua melakukannya? Saya tidak tahu. Tapi itu wajib.”
Masalah Demi Masalah: dari Konate, Cedera, hingga Minimnya Kedalaman
Slot memiliki banyak persoalan, dan sebagian tak punya solusi cepat.
1. Pertahanan Tanpa Alternatif
Konate mengalami penurunan drastis, tetapi tidak ada pengganti. Gagalnya transfer Marc Guehi dari Crystal Palace pada hari terakhir bursa kini sangat terasa.
Cadangan yang disiapkan, Giovanni Leoni, 18 tahun, mengalami cedera ligamen dan absen hingga musim depan. Absennya Alisson Becker sejak 30 September juga memperparah situasi.
2. Bek Kiri–Kanan Bermasalah
3. Milos Kerkez terlalu mentah untuk menggantikan Andy Robertson.
4. Kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid kini menghantui setiap pekan, memaksa Slot memainkan Szoboszlai sebagai bek kanan darurat.
5. Wirtz Tidak Siap untuk Premier League
Florian Wirtz belum mencetak gol atau assist dalam 11 laga liga. Ia selalu kalah dalam duel fisik dan tempo permainan Inggris, dan lawan kini memanfaatkan kelemahannya.
1. Lini Depan Macet Total
2. Isak belum mencetak satu pun gol liga; etos kerjanya menuai sorakan dari suporter.
3. Salah tampil seperti pemain yang menyesal tidak hengkang pada musim panas.
4. Hugo Ekitike, yang sempat dianggap perekrutan sukses, hanya mencetak 1 gol dari 9 laga dan puasa gol liga selama dua bulan.
Kepergian Salah ke Piala Afrika bulan depan mungkin membuka peluang eksperimen baru, tetapi Isak–Wirtz–Ekitike belum menunjukkan tanda-tanda mampu menjadi tumpuan.
Apakah Ini Titik Terendah Liverpool? Slot Harus Menemukan Jalan Keluar
Liverpool kini berada di tepi jurang untuk menjadi juara bertahan Premier League terburuk sepanjang sejarah. Slot harus menemukan solusi cepat, atau musim ini akan dikenang sebagai salah satu kejatuhan paling dramatis dalam sejarah liga. (*)
Editor : Niklaas Andries