Kemenangan akan membuat Frankfurt menyamakan poin dengan Atalanta, yang kini berada di bawah kendali pelatih baru.
Gambaran Pertandingan
Setelah mengalami dua kekalahan telak 1-5 berturut-turut di Liga Champions, Frankfurt tampak mulai bangkit dari keterpurukan mereka.
Die Adler sempat membuka perjalanan Eropa dengan kemenangan 5-1 atas Galatasaray, namun kemudian dihantam Atletico Madrid dan Liverpool yang sedang menurun performanya, sebelum menahan imbang Napoli secara heroik pada laga terakhir.
Meski Napoli melepaskan 18 tembakan di Stadio Maradona, skuad Dino Toppmöller menunjukkan ketangguhan bertahan dan berhasil membawa pulang satu poin penting, cukup untuk menjaga posisi mereka tetap berada dalam 24 besar klasemen fase liga.
Sebelumnya, Frankfurt kebobolan 23 gol dalam delapan laga. Namun, dua nirbobol beruntun berhasil menstabilkan situasi, terlepas dari laga penuh gol yang mereka mainkan usai jeda internasional.
Akhir pekan lalu, Frankfurt memenangi laga tujuh gol saat menaklukkan Koln 4-3. Jonathan Burkardt tampil menjadi pahlawan dengan dua gol di babak kedua, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Bundesliga menjadi lima pertandingan.
Musim ini, Frankfurt sudah mencetak minimal dua gol dalam sembilan pertandingan, bukti bahwa lini serang mereka tetap tajam.
Atalanta: Bangkit di Eropa, Terpuruk di Domestik
Meski performa Frankfurt lebih stabil, Atalanta membawa momentum positif berkat kemenangan krusial atas Marseille di Stade Velodrome pada matchday terakhir.
Gol kemenangan telat dari Lazar Samardzic memastikan La Dea mengumpulkan tujuh poin dan tetap berada dalam persaingan menuju babak playoff.
Di kompetisi Eropa, Atalanta tampil jauh lebih solid. Mereka hanya kalah dua kali dari 18 laga fase grup UEFA terakhir. Sejak awal musim lalu, hanya Inter Milan, Arsenal, dan PSG yang mencatat lebih banyak nirbobol di Liga Champions.
Namun di Serie A, situasinya jauh berbeda. Banyaknya hasil imbang dan performa labil membuat manajemen memecat Ivan Juric awal bulan ini. Raffaele Palladino kini mengambil alih kursi pelatih, membawa pengalaman dari keberhasilannya membawa Fiorentina ke semifinal Conference League musim lalu.
Debut Palladino belum berjalan mulus. Atalanta kalah 1-3 dari Napoli akhir pekan lalu dan terpuruk ke posisi 13 klasemen Serie A. Dengan hanya dua kemenangan dari 12 laga liga musim ini, mereka kemungkinan sudah memikirkan laga akhir pekan kontra Fiorentina, mantan klub sang pelatih.
Performa Terkini
Eintracht Frankfurt – Liga Champions: Menang-Kalah-Kalah-Seri
Eintracht Frankfurt – Semua Kompetisi: Menang-Kalah-Seri-Seri-Menang-Menang
Atalanta – Liga Champions: Kalah-Menang-Seri-Menang
Atalanta – Semua Kompetisi: Seri-Seri-Kalah-Menang-Kalah-Kalah
Berita Tim
Frankfurt masih belum bisa diperkuat Can Uzun yang absen tiga laga akibat cedera hamstring. Hugo Larsson dan Oscar Hojlund juga tetap berada di ruang perawatan.
Namun, di luar itu, Toppmoller memiliki skuad lengkap. Mario Gotze diperkirakan menggantikan Uzun sebagai gelandang serang, sementara Jonathan Burkardt menjadi pilihan utama di lini depan meskipun Elye Wahi dan Jean-Matteo Bahoya tersedia.
Di kubu Atalanta, Gianluca Scamacca kemungkinan turun sebagai starter setelah mencetak gol sebagai pemain pengganti pada akhir pekan. Sejauh ini, ia sudah mengoleksi delapan gol dari 12 kali menjadi starter di kompetisi Eropa.
Samardzic yang telah mencetak dua dari tiga gol Atalanta di Liga Champions akan berebut posisi dengan Mario Pasalic, Charles De Ketelaere, Ademola Lookman, dan lainnya.
Dengan Giorgio Scalvini hampir pulih, Mitchel Bakker diperkirakan menjadi satu-satunya pemain yang absen.
Perkiraan Susunan Pemain
Eintracht Frankfurt (4-2-3-1): Zetterer; Collins, Koch, Theate, Brown; Dahoud, Chaibi; Doan, Gotze, Knauff; Burkardt.
Atalanta BC (3-4-2-1): Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Kossounou; Bellanova, De Roon, Ederson, Zappacosta; De Ketelaere, Lookman; Scamacca.
Prediksi Skor: Eintracht Frankfurt 2-1 Atalanta BC
Frankfurt terlihat semakin stabil sejak bangkit dari dua kekalahan telak, sementara Atalanta masih bergelut dengan performa buruk di kompetisi domestik.
Meski La Dea tampil cukup baik di Eropa, permainan agresif Frankfurt dan keunggulan mereka dalam memanfaatkan peluang diyakini menjadi pembeda dalam laga penting ini. (*)
Editor : Niklaas Andries