RADARBANYUWANGI.ID - Kembalinya Jorge Martin ke lintasan mendapat lampu hijau dari tim medis untuk tampil pada Grand Prix Valencia akhir pekan ini.
Keikutsertaannya tidak hanya menjadi ajang balapan, tetapi juga langkah penting menuju persiapan tes resmi di Sirkuit Ricardo Tormo pada hari Selasa mendatang.
Meski demikian, Martin menegaskan bahwa ia tidak dapat mengambil risiko besar mengingat kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih setelah insiden yang terjadi sebelumnya.
Pembalap Spanyol itu menjelaskan bahwa proses pemulihan berjalan baik, bahkan lebih cepat dari perkiraan.
Namun, ia mengakui bahwa kondisi biologis tubuhnya masih rentan, sehingga kecelakaan sekecil apa pun dapat membahayakan masa depannya sebagai pembalap profesional.
Oleh sebab itu, ia memilih untuk fokus mengumpulkan lap, menemukan kembali ritmenya, dan memahami karakter motornya tanpa memaksakan performa.
Menurut Martin, hasil latihan menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia berhasil mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 30 detik, sebuah langkah penting untuk memulihkan rasa percaya diri serta mempersiapkan diri menghadapi sesi balap hari Minggu.
Dengan dua balapan di depan mata, sprint pada Sabtu dan balapan panjang pada Minggu, ia menyadari bahwa menyelesaikan keduanya akan menjadi tantangan besar.
Karena itu, ia memilih untuk mengedepankan kewaspadaan dan hanya mengambil risiko jika dirasa benar-benar diperlukan.
Kenangan akan kecelakaan di Qatar kembali terlintas, menjadi pengingat bahwa kondisi fisiknya harus menjadi prioritas.
Kini, Martin memastikan dirinya tidak akan ragu untuk menghentikan balapan jika situasinya mengharuskannya.
Baginya, keselamatan merupakan fondasi untuk bertahan dalam kompetisi jangka panjang.
Selain fokus pada balapan, Martin memiliki satu misi khusus, menuntaskan double long lap penalty agar tidak terbawa ke musim depan.
Ia menganggap akhir pekan ini sebagai “tes pertama untuk 2026,” sehingga penyelesaian penalti menjadi bagian penting dari rencana jangka panjangnya.
Martin juga mengomentari pengalamannya yang hampir kehilangan kendali pada sesi latihan, yang dari luar tampak dramatis.
Ia menjelaskan bahwa situasinya tidak seburuk yang terlihat, karena ia segera mengurangi gas saat motor mulai melenceng.
Sejak terakhir kali mengendarai Aprilia RS-GP pada September, Martin merasa perubahan pada motornya sangat signifikan.
Ia memuji kerja keras tim, terutama kolaborasinya dengan Marco Bezzecchi, yang membuat pengembangan motor menjadi lebih terarah dan sesuai dengan gaya balapnya.
Menurutnya, Aprilia telah berkembang pesat sejak awal musim, perubahan yang digambarkannya sebagai “luar biasa.”
Editor : Lugas Rumpakaadi