Dalam laga yang digelar di Etihad Stadium, Kamis (6/11) dini hari, pasukan Pep Guardiola tampil gemilang dan menundukkan Borussia Dortmund dengan skor telak 4-1.
Dua gol Phil Foden serta masing-masing satu gol dari Haaland dan Rayan Cherki memastikan The Citizens melanjutkan tren positif mereka di Liga Champions musim ini.
Dengan kemenangan ini, Manchester City mengoleksi 10 poin dari empat laga dan bertengger di peringkat keempat klasemen fase liga.
Melihat tren musim sebelumnya, di mana 16 poin cukup untuk lolos otomatis ke babak 16 besar, peluang City untuk melangkah tanpa playoff sangat terbuka lebar.
Rekor Baru Erling Haaland di Liga Champions
Gol Haaland ke gawang mantan klubnya bukan hanya penting bagi kemenangan City, tetapi juga menciptakan sejarah baru.
Pemain berusia 25 tahun itu kini tercatat sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam lima laga beruntun Liga Champions untuk tiga klub berbeda, Red Bull Salzburg 2019–2020, Borussia Dortmund 2020–2021, dan Manchester City 2025–2026.
Ketajaman Haaland musim ini juga mencengangkan. Dalam 17 pertandingan di semua kompetisi, ia sudah mengemas 27 gol dan 4 assist, termasuk 18 gol dari 14 laga bersama City. Produktivitas ini bahkan melampaui pencapaiannya pada periode yang sama di musim-musim sebelumnya.
Pada musim debutnya 2022–2023, Haaland memang mencetak 22 gol dalam 14 laga pertama. Namun setelah itu, performanya sempat menurun dalam delapan laga berikutnya.
Jika kali ini ia bisa mempertahankan konsistensi, tak berlebihan bila banyak yang menyebut musim ini sebagai musim terbaik Haaland sepanjang kariernya.
Guardiola Incar Dua Gelar Sekaligus
Meski tertinggal enam poin dari Arsenal setelah 10 pertandingan Liga Inggris, Pep Guardiola menilai peluang mempertahankan gelar juara masih sangat terbuka. Dengan performa seperti saat melawan Dortmund, optimisme itu bukan tanpa alasan.
Namun untuk bersaing di level tertinggi Eropa, Guardiola menilai perlu ada lebih banyak pemain yang berkontribusi dalam mencetak gol. Selain Haaland, belum ada pemain City yang mencatat lebih dari empat gol di semua kompetisi musim ini.
Phil Foden menjadi salah satu harapan terbesar. Penampilan apiknya di laga kontra Dortmund, di mana ia mencetak dua gol spektakuler, memperlihatkan sinergi yang kuat dengan Haaland di lini depan.
Bila keduanya bisa menjaga konsistensi, ketergantungan City pada Haaland akan berkurang dan peluang mereka memenangi Liga Champions serta Liga Inggris kian besar.
Dengan performa gemilang, rekor baru, dan kedalaman skuad yang semakin matang, Manchester City tampak siap melanjutkan dominasi mereka di Eropa. Haaland terus menulis sejarah, sementara Guardiola berambisi menambah koleksi trofi bergengsinya.
Musim ini bisa jadi menjadi momen penegasan era kejayaan baru The Citizens, era di mana efisiensi, rekor, dan ambisi menyatu dalam satu warna: biru langit Manchester. (*)
Editor : Niklaas Andries