RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 (F1) di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, menjadi akhir pekan yang mengecewakan bagi Max Verstappen.
Harapan sang juara dunia untuk meraih poin penting dalam perebutan gelar kembali terganjal setelah terlibat dalam insiden pada lap pertama dengan pembalap Mercedes, Kimi Antonelli.
Verstappen, yang memulai balapan dari posisi ke-7, sebenarnya menunjukkan kecepatan positif selama sesi latihan.
Namun, peluangnya untuk memperbaiki posisi di kualifikasi pupus ketika Pierre Gasly mengalami spin dan memicu bendera kuning, menghalangi Verstappen mencatatkan lap terbaiknya.
Saat balapan baru saja dimulai, kekacauan di tikungan ketiga menjadi titik krusial. Antonelli yang memulai dua posisi di belakang Verstappen kehilangan kontrol akibat mengunci roda belakang mobilnya.
Dalam usahanya menghindari tabrakan dengan mobil Racing Bull milik Liam Lawson, Antonelli justru menabrak Verstappen dan membuat keduanya harus keluar dari balapan.
Verstappen, yang mencatat DNF (Did Not Finish) pertamanya sejak GP Australia 2024, menanggapi insiden tersebut dengan tenang. “Saya rasa hanya ketidakberuntungan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kesalahan seperti itu bisa terjadi pada siapa saja, dan ia tidak menyalahkan Antonelli secara personal.
Kimi Antonelli, yang sudah mencatat DNF ketiganya musim ini, langsung mengakui kesalahan dan meminta maaf.
“Saya hanya merasa sangat menyesal kepada tim dan Max. Saya kehilangan kendali saat pengereman, dan tidak bisa menghindar,” ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, Antonelli dijatuhi penalti turun tiga posisi di grid untuk seri berikutnya di Silverstone.
Tak hanya Verstappen, Red Bull sebagai tim tuan rumah pun harus menelan pil pahit. Rekan satu timnya, Yuki Tsunoda, finis terakhir setelah terlibat dalam beberapa insiden, termasuk dengan pembalap Alpine, Franco Colapinto.
Tsunoda pun dikenai penalti waktu 10 detik karena menyebabkan putaran terhadap Colapinto.
Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi ambisi Verstappen dalam perebutan gelar juara dunia.
Meski McLaren tampil dominan sepanjang musim, Verstappen sejauh ini masih berada dalam persaingan ketat di klasemen pembalap.
Namun, hasil di Austria tentu menjadi batu sandungan serius dalam kampanyenya musim ini.
Verstappen perlu kembali ke performa terbaiknya dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengumpulkan poin dengan sisa musim yang masih panjang.
GP Inggris di Silverstone akan menjadi tantangan berikutnya dan kesempatannya untuk bangkit. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi