RadarBanyuwangi – Kyrie Andrew Irving, pemain basket yang kini membela Dallas Mavericks ini terkenal karena pengendalian bolanya yang keren.
Irving memang pemian yang punya kemampuan dribble di atas rata-rata.
Di luar lapangan, Kyrie juga terkenal akan kegemarannya membuat sensasi.
Terlihat dari tato-tatonya di tangan, serta pendapatnya mengenai bumi itu datar.
Tak hanya itu, rencananya yang ingin membuat liga basket baru untuk menyaingi NBA juga sempat menjadi sorotan.
Kyrie Irving lahir pada 23 Maret 1992.
Meski lahir di Australia, Irving merupakan warga negara Amerika.
Ia memang lahir dari keluarga pebasket yang kerap berpindah-pindah negara.
Saat Irving lahir, ayahnya, Drederick Irving sedang bermain di liga basket Australia, sehingga ibunya Elizabeth Irving melahirkan di sana.
Sejak kecil Irving memang sudah sangat mencintai olahraga basket. Itu diturunkan dari orang tuanya.
Saking cintanya, sewaktu kecil Irving pernah menuliskan sebuah janji di tembok rumahnya jika suatu saat nanti akan menjadi seorang pebasket terkenal.
Kecintaannya terhadap basket itu membuat dirinya terus mengembangkan bakat.
Benar saja, saat SMA ia masuk ke tim basket sekolahnya yakni Montclair Kimberely.
Di sana ia bersekolah selama dua tahun dan berhasil menjadi tim terbaik sekolah.
Ia mencatatkan rataan 26.5 point per game, dan 10.3 asist per game.
Selanjutnya, pada 2010, Irving melanjutkan pendidikannya dengan masuk ke Duke University.
Di sana, ia sempat mengalami cedera dan hanya berhasil mencatatkan 11 pertandingan saja.
Meski begitu, ia tetap mencapai rataan dobel digit dalam point per game, yakni 17.5.
Tak lama berkuliah di Duke, Irving kemudian memutuskan untuk mengikuti draft NBA 2011.
Ia kemudian dipilih di urutan pertama, ronde pertama oleh tim pertama Lebron James, yakni Cleveland Cavaliers.
Meski tak punya banyak pengalaman di level kuliahan, nyatanya Irving tetap mampu membuktikan kemampuannya di level professional.
Di musim pertamanya bersama Cleveland, Irving mampu mencatatkan angka 18.5 poin per game, 5.4 assist per game, dan 6.5 field goals made per game.
Semua catatan itu, merupakan yang terbaik di tim Cleveland Cavaliers kala itu, sehingga tak heran ia dinobatkan sebagai rookie of the year atau pemain debutan terbaik pada musim itu.
Meski selalu tampil menawan, nyatanya Irving baru berhasil meraih juara pada musim 2016.
Saat itu timnya sudah diperkuat oleh Lebron James yang baru pindah dari Miami Heat.
Di final tersebut, Irving menang melawan tim kuat Golden State Warriors lewat thriller 7 game.
Sejak saat itu, ia berpindah-pindah tim mulai dari Boston Celtics, Brooklyn Nets, dan Dallas Mavericks saat ini.
Irving sendiri selama ini dikenal sebagai pemain yang kontroversial.
Yang paling diingat jelas pada musim 2021-22 saat ia bermain untuk Brooklyn Nets.
Itu, karena penolakan Irving untuk menerima vaksinasi COVID-19, yang melanggar pedoman kesehatan setempat.
Selanjutnya, dia juga sempat memicu kontroversi dengan men-tweet tautan ke halaman Amazon untuk film 'Hebrews to Negroes: Wake Up Black America' tahun 2018.
Film tersebut didasarkan pada buku tahun 2015 dengan judul yang sama, yang digambarkan oleh Rolling Stone sebagai 'sangat anti-Semit'.
Tak lama setelah itu, Nets merilis pernyataan marah dan frustrasi tentang penangguhan Irving.
Dari pernyataan resminya, mengatakan bahwa keputusan tersebut berasal dari keengganan awalnya untuk meminta maaf.
Irving akhirnya meminta maaf pada awal November karena menautkan film tersebut di Twitter.
Dalam sebuah pernyataan di Instagram, Irving pernah menyampaikan permintaan maafnya.
“Kepada semua keluarga dan komunitas Yahudi yang terluka dan terkena dampak dari postingan saya, saya sangat menyesal telah menyebabkan Anda kesakitan, dan saya meminta maaf,” tulisnya.
Namun, siapa sangka, ternyata Irving merupakan pebasket muslim yang mualaf pada April 2021 lalu.
Pada waktu itu, hal ini sempat jadi teka-teki lantaran Irving beberapa kali kedapatan memosting unggahan yang mengarah pada keputusannya menjadi mualaf.
Di musim ini sendiri, Irving tengah berpuasa selama bulan Ramadhan. Ia tetap menjadi andalan untuk timnya Dallas Mavericks bersama Luca Doncic. (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin