alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

170 Petenis Serbu Banyuwangi Open Yunior

GIRI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah lebih dari tujuh tahun tak digelar, event kejuaraan nasional tenis junior ”Banyuwangi Open Yunior (BOY)” kemarin (22/7) kembali dilaksanakan. Event yang digeber Pemkab Banyuwangi di GOR Tawangalun mulai 22–24 Juli itu, langsung diserbu 170 atlet tenis dari berbagai provinsi di tanah air.

Sebagai salah satu event yang masuk kategori turnamen yang diakui Persatuan Lawn Tenis Indonesia (TDP), Banyuwangi Open Yunior langsung menjadi magnet bagi para atlet tenis. ”Peserta dari turnamen ini ternyata melebihi ekspektasi. Pesertanya berasal dari seluruh provinsi di Pulau Jawa. Ada dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Juga ada dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ini sangat membanggakan,” kata Bupati Ipuk saat membuka BOY 2022.

Ipuk menambahkan, saat ini olahraga telah menjadi lifestyle. Karena itulah, banyak event olahraga yang masuk dalam gelaran Banyuwangi Festival (B-Fest). ”Olahraga tidak hanya untuk menjaga pola hidup sehat dan prestasi saja, tapi juga lifestyle. Itulah mengapa kami banyak menggelar sport tourism yang memadukan antara olahraga dan wisata. Sport tourism terbukti efektif mendatangkan banyak orang ke Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyuwangi Layak Jadi Sentra Balap Sepeda Nasional

Saat ini Banyuwangi juga kedatangan sekitar 3 ribu orang karena gelaran Kejurnas Balap Sepeda Indonesian National Championship (INC) 2022. Sebelumnya, atlet dan wisatawan dari berbagai negara juga hadir di Banyuwangi saat gelaran World Surf League (WSL).”Banyuwangi Open Yunior akan digelar setiap tahun. Semoga saja berikutnya bisa menjadi event internasional, yang diikuti petenis dari berbagai negara,” kata Ipuk.

Ipuk berharap, para petenis tidak hanya berkompetisi dan memperebutkan medali di kompetisi ini. Menurutnya, pelajaran terpenting dalam turnamen ini yakni untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjunjung sportivitas.”Selamat datang di Banyuwangi. Tunjukkan kemampuan terbaik dan junjung sportivitas. Semoga bisa berprestasi dan meraih medali di turnamen ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Kejurnas Berakhir, Tiga Tim Banyuwangi Sumbang Tujuh Medali

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Abdul Aziz Hamidi menambahkan, turnamen ini terdiri dari kategori kelompok umur (KU) 10, 12, 14, 16, dan 22 tahun putra dan putri. Pemenang dari turnamen ini akan mendapatkan poin dari Pelti, yang nantinya bisa digunakan untuk mengikuti turnamen yang lebih tinggi. ”Bagi Banyuwangi ini merupakan upaya untuk menjaring bibit-bibit petenis baru potensial yang akan berlaga di pekan olahraga provinsi (porprov),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelti Banyuwangi Bayu Hadiyanto menambahkan, ada enam lapangan tenis yang disediakan untuk tempat bertanding para atlet. Jika kurang, Pelti akan menyediakan dua lapangan tenis cadangan yang berada di Kodim 0825 dan Dinas Pertanian. ”Event ini memberikan kredit poin bagi para atlet. Karena itu, banyak dari atlet bagus yang turun. Kita sendiri menurunkan sekitar 15 atlet, yang kita harap bisa banyak mengasah tekniknya di event ini,” tandasnya. (fre/afi/c1)

GIRI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah lebih dari tujuh tahun tak digelar, event kejuaraan nasional tenis junior ”Banyuwangi Open Yunior (BOY)” kemarin (22/7) kembali dilaksanakan. Event yang digeber Pemkab Banyuwangi di GOR Tawangalun mulai 22–24 Juli itu, langsung diserbu 170 atlet tenis dari berbagai provinsi di tanah air.

Sebagai salah satu event yang masuk kategori turnamen yang diakui Persatuan Lawn Tenis Indonesia (TDP), Banyuwangi Open Yunior langsung menjadi magnet bagi para atlet tenis. ”Peserta dari turnamen ini ternyata melebihi ekspektasi. Pesertanya berasal dari seluruh provinsi di Pulau Jawa. Ada dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). Juga ada dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ini sangat membanggakan,” kata Bupati Ipuk saat membuka BOY 2022.

Ipuk menambahkan, saat ini olahraga telah menjadi lifestyle. Karena itulah, banyak event olahraga yang masuk dalam gelaran Banyuwangi Festival (B-Fest). ”Olahraga tidak hanya untuk menjaga pola hidup sehat dan prestasi saja, tapi juga lifestyle. Itulah mengapa kami banyak menggelar sport tourism yang memadukan antara olahraga dan wisata. Sport tourism terbukti efektif mendatangkan banyak orang ke Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelti Poles Atlet Porprov di Buleleng

Saat ini Banyuwangi juga kedatangan sekitar 3 ribu orang karena gelaran Kejurnas Balap Sepeda Indonesian National Championship (INC) 2022. Sebelumnya, atlet dan wisatawan dari berbagai negara juga hadir di Banyuwangi saat gelaran World Surf League (WSL).”Banyuwangi Open Yunior akan digelar setiap tahun. Semoga saja berikutnya bisa menjadi event internasional, yang diikuti petenis dari berbagai negara,” kata Ipuk.

Ipuk berharap, para petenis tidak hanya berkompetisi dan memperebutkan medali di kompetisi ini. Menurutnya, pelajaran terpenting dalam turnamen ini yakni untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjunjung sportivitas.”Selamat datang di Banyuwangi. Tunjukkan kemampuan terbaik dan junjung sportivitas. Semoga bisa berprestasi dan meraih medali di turnamen ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembalap BRCC Persembahkan Medali Perak dalam Kejurnas Balap Sepeda

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Abdul Aziz Hamidi menambahkan, turnamen ini terdiri dari kategori kelompok umur (KU) 10, 12, 14, 16, dan 22 tahun putra dan putri. Pemenang dari turnamen ini akan mendapatkan poin dari Pelti, yang nantinya bisa digunakan untuk mengikuti turnamen yang lebih tinggi. ”Bagi Banyuwangi ini merupakan upaya untuk menjaring bibit-bibit petenis baru potensial yang akan berlaga di pekan olahraga provinsi (porprov),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelti Banyuwangi Bayu Hadiyanto menambahkan, ada enam lapangan tenis yang disediakan untuk tempat bertanding para atlet. Jika kurang, Pelti akan menyediakan dua lapangan tenis cadangan yang berada di Kodim 0825 dan Dinas Pertanian. ”Event ini memberikan kredit poin bagi para atlet. Karena itu, banyak dari atlet bagus yang turun. Kita sendiri menurunkan sekitar 15 atlet, yang kita harap bisa banyak mengasah tekniknya di event ini,” tandasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/