24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Banyuwangi Kirim 16 Atlet Ikuti Kejurprov Paralimpik 2022

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan atlet disabilitas asal Banyuwangi bakal berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Paralimpik Jawa Timur 2022 di Surabaya. Tahun ini para atlet diturunkan untuk mengikuti kompetisi di bidang atletik.

Terdapat dua kontingen atlet disabilitas Banyuwangi yang akan berjuang di kompetisi tersebut. Masing-masing kontingen terdiri dari delapan atlet dan satu ofisial. Pelepasan para atlet dilakukan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Kamis (15/12).

Kepala Dispora Abdul Aziz Hamidi secara langsung melepaskan para atlet untuk bertanding dan mengharumkan nama kabupaten the Sunrise of Java di tingkat provinsi. ”Teman-teman yang akan bertanding silakan berlaga secara bersih, adil, dan sportif. Semoga dapat membawa nama baik Banyuwangi dan jangan lupa berdoa,” ujarnya.

Menurut Aziz, kalah atau menang dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa. Oleh karena itu, dia berharap para atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki secara maksimal. ”Kami belum bisa memberikan target secara spesifik, tetapi saya berharap yang terbaik untuk laga yang diikuti,” harapnya.

Baca Juga :  Raih Poin Tertinggi Kelas Men 55-59, Guntur Menangi East Java Trilogi Champion

Kejuaraan yang akan berlangsung di Surabaya tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam mengembangkan para pemain menjadi lebih baik. Demi mendukung kenyamanan dan semangat para atlet untuk bertanding, Aziz mengupayakan tidak membedakan para atlet. ”Tidak ada yang dibedakan antara atlet paralimpik maupun atlet yang lain. Insya Allah untuk tahun ini dan mendatang Pemkab Banyuwangi lebih serius dalam memperhatikan para atlet paralimpik,” tegasnya.

Ketua Rombongan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyuwangi Mohammad Jaenudin mengatakan, pihaknya hanya mengikuti cabang olahraga (caabor) atletik. Sebab, terdapat cabor yang belum dapat diikuti, yakni seperti cabor voli duduk. ”Untuk saat ini masih belum dapat mengikuti cabor voli duduk. Karena atlet di Banyuwangi untuk voli duduk belum siap,” ujarnya.

Baca Juga :  Main Voli, Perbanyak Teman

Kejuaraan di cabor atletik akan dilaksanakan pada Minggu (18/12). Jaenudin menyebut, seluruh atlet diturunkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. ”Seluruh atlet difabel kami ikutkan. Mulai hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, dan hambatan fisik kami turunkan,” paparnya.

Adapun jenis perlombaan di cabor atletik di antaranya lari 100 meter, 400 meter, dan 800 meter. Selain itu, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, dan lompat jauh. ”Kami mengirimkan dua kontingen dengan total 16 atlet dan dua ofisial. Sebab, di kejuaraan provinsi dibatasi satu kontingen terdiri dari delapan atlet dan satu ofisial,” pungkasnya. (cw4/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan atlet disabilitas asal Banyuwangi bakal berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Paralimpik Jawa Timur 2022 di Surabaya. Tahun ini para atlet diturunkan untuk mengikuti kompetisi di bidang atletik.

Terdapat dua kontingen atlet disabilitas Banyuwangi yang akan berjuang di kompetisi tersebut. Masing-masing kontingen terdiri dari delapan atlet dan satu ofisial. Pelepasan para atlet dilakukan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Kamis (15/12).

Kepala Dispora Abdul Aziz Hamidi secara langsung melepaskan para atlet untuk bertanding dan mengharumkan nama kabupaten the Sunrise of Java di tingkat provinsi. ”Teman-teman yang akan bertanding silakan berlaga secara bersih, adil, dan sportif. Semoga dapat membawa nama baik Banyuwangi dan jangan lupa berdoa,” ujarnya.

Menurut Aziz, kalah atau menang dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa. Oleh karena itu, dia berharap para atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki secara maksimal. ”Kami belum bisa memberikan target secara spesifik, tetapi saya berharap yang terbaik untuk laga yang diikuti,” harapnya.

Baca Juga :  Duel Putri Bank Jatim dan Petrokimia Gresik Jadi Pembuka Livoli

Kejuaraan yang akan berlangsung di Surabaya tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam mengembangkan para pemain menjadi lebih baik. Demi mendukung kenyamanan dan semangat para atlet untuk bertanding, Aziz mengupayakan tidak membedakan para atlet. ”Tidak ada yang dibedakan antara atlet paralimpik maupun atlet yang lain. Insya Allah untuk tahun ini dan mendatang Pemkab Banyuwangi lebih serius dalam memperhatikan para atlet paralimpik,” tegasnya.

Ketua Rombongan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyuwangi Mohammad Jaenudin mengatakan, pihaknya hanya mengikuti cabang olahraga (caabor) atletik. Sebab, terdapat cabor yang belum dapat diikuti, yakni seperti cabor voli duduk. ”Untuk saat ini masih belum dapat mengikuti cabor voli duduk. Karena atlet di Banyuwangi untuk voli duduk belum siap,” ujarnya.

Baca Juga :  Main Voli, Perbanyak Teman

Kejuaraan di cabor atletik akan dilaksanakan pada Minggu (18/12). Jaenudin menyebut, seluruh atlet diturunkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. ”Seluruh atlet difabel kami ikutkan. Mulai hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, dan hambatan fisik kami turunkan,” paparnya.

Adapun jenis perlombaan di cabor atletik di antaranya lari 100 meter, 400 meter, dan 800 meter. Selain itu, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, dan lompat jauh. ”Kami mengirimkan dua kontingen dengan total 16 atlet dan dua ofisial. Sebab, di kejuaraan provinsi dibatasi satu kontingen terdiri dari delapan atlet dan satu ofisial,” pungkasnya. (cw4/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/