alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Delapan Cabor Potensi Mainkan Atlet di PON Papua

JawaPos.com – KONI Jawa Timur sejak pertengahan akhir lalu mulai mengundang beberapa atlet dari berbagai penjuru provinsi untuk mengikuti tes Puslatda. Tak terkecuali Banyuwangi. Jawa Pos Radar Banyuwangi mencatat, sudah ada 9 cabor dan 25 atlet yang memperoleh undangan untuk mengikuti tes.

Sembilan cabor tersebut adalah pencak silat, tinju, anggar, sepeda sport, gulat, atletik, tarung derajat, tenis meja, dan panahan. Pencak silat mendapatkan undangan untuk mengirim tiga orang atletnya. Yaitu Umi Lailiyah, Dita Amalia, dan Nurul Hidayah. Namun, hanya satu atletnya, yaitu Dita Amalia yang kemudian mengikuti tes.

Kemudian, dua cabor yaitu panahan dan tenis meja, masing-masing satu atlet. Sepeda sport dan kodrat sama-sama diundang enam atletnya untuk ikut tes Puslatda. Sedangkan gulat dan anggar sama-sama diminta mengirimkan dua atlet. Lalu, atletik sempat diminta mengirim empat atlet sebelum akhirnya hanya dua yang lolos ke dalam Puslatda.

Dari sembilan cabor tersebut, baru gulat dan atletik yang sudah memastikan atletnya masuk ke dalam Puslatda. Gulat mengirimkan Rohman Al Wafi dan Intan Indah Safitri. Sedangkan PASI mengirimkan Yudi Nugroho dan Nikmatul Wafiah. Selangkah lagi mereka bisa ikut mengharumkan nama Jatim dan Banyuwangi di kancah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua jika performanya terus stabil.

Sedangkan tenis meja, harus gugur lebih awal setelah mengirimkan Riki Sadewa Bimantara untuk ikut tes Puslatda, November lalu. Sehingga hanya tinggal delapan cabor saja yang masih berpotensi memberikan perwakilan atlet mereka di Puslatda Jatim.

”Untuk atletik kemungkinan para sprinter yang sudah direkrut (termasuk Yudi Nugroho asal Banyuwangi) akan tetap masuk Puslatda. Kita masih menunggu kelas lainnya saja yang bisa degradasi dan promosi pada bulan Mei nanti,” ujar Pelatih Puslatda Atletik Jatim Heny Maspaetela.

Ketua PGSI Banyuwangi Eko Budi menambahkan, dengan masuknya dua atlet gulat ke Puslatda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi cabornya. Meskipun untuk Porprov nanti, PGSI Banyuwangi harus mencari atlet baru. ”Kalau dihitung sebenarnya kita rugi karena kehilangan atlet andalan kita, tapi kita juga tidak bisa menahan mereka. Ini adalah tahapan prestasi untuk para atlet dan kita harus mendukung,” tegas Eko.

Sedangkan enam cabor lainnya yakni pencak silat, anggar, sepeda sport, gulat, tarung derajat, dan tinju masih dalam proses seleksi. Semua perwakilan atlet dari keenam cabor tersebut masih harus melalui tahapan yang dilakukan KONI Jatim untuk menyeleksi mereka sebelum dinyatakan masuk Puslatda. Beberapa cabor seperti anggar, silat, tarung derajat, dan tinju baru saja menyelesaikan tes kesehatan sebagai tahap awal seleksi Puslatda.

Sedangkan sport sepeda, baru Ayu Tria dari kelas downhill yang kemungkinan besar akan tampil di PON bersama kontingen Jawa Timur. ”Kita berharap semua atlet yang ikut tes bisa masuk. Ada dua atlet yang kita kirim Nora Widya Mandatik, spesialis senjata floret putri dan Abu Dzar Alghifari spesialis floret putra. Kemarin mereka ikut tes fisik dan gizi. Kita belum tahu nanti pengumuman terakhir kapan, masih menanti informasi dari Pengprov,” Tandasnya.

JawaPos.com – KONI Jawa Timur sejak pertengahan akhir lalu mulai mengundang beberapa atlet dari berbagai penjuru provinsi untuk mengikuti tes Puslatda. Tak terkecuali Banyuwangi. Jawa Pos Radar Banyuwangi mencatat, sudah ada 9 cabor dan 25 atlet yang memperoleh undangan untuk mengikuti tes.

Sembilan cabor tersebut adalah pencak silat, tinju, anggar, sepeda sport, gulat, atletik, tarung derajat, tenis meja, dan panahan. Pencak silat mendapatkan undangan untuk mengirim tiga orang atletnya. Yaitu Umi Lailiyah, Dita Amalia, dan Nurul Hidayah. Namun, hanya satu atletnya, yaitu Dita Amalia yang kemudian mengikuti tes.

Kemudian, dua cabor yaitu panahan dan tenis meja, masing-masing satu atlet. Sepeda sport dan kodrat sama-sama diundang enam atletnya untuk ikut tes Puslatda. Sedangkan gulat dan anggar sama-sama diminta mengirimkan dua atlet. Lalu, atletik sempat diminta mengirim empat atlet sebelum akhirnya hanya dua yang lolos ke dalam Puslatda.

Dari sembilan cabor tersebut, baru gulat dan atletik yang sudah memastikan atletnya masuk ke dalam Puslatda. Gulat mengirimkan Rohman Al Wafi dan Intan Indah Safitri. Sedangkan PASI mengirimkan Yudi Nugroho dan Nikmatul Wafiah. Selangkah lagi mereka bisa ikut mengharumkan nama Jatim dan Banyuwangi di kancah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua jika performanya terus stabil.

Sedangkan tenis meja, harus gugur lebih awal setelah mengirimkan Riki Sadewa Bimantara untuk ikut tes Puslatda, November lalu. Sehingga hanya tinggal delapan cabor saja yang masih berpotensi memberikan perwakilan atlet mereka di Puslatda Jatim.

”Untuk atletik kemungkinan para sprinter yang sudah direkrut (termasuk Yudi Nugroho asal Banyuwangi) akan tetap masuk Puslatda. Kita masih menunggu kelas lainnya saja yang bisa degradasi dan promosi pada bulan Mei nanti,” ujar Pelatih Puslatda Atletik Jatim Heny Maspaetela.

Ketua PGSI Banyuwangi Eko Budi menambahkan, dengan masuknya dua atlet gulat ke Puslatda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi cabornya. Meskipun untuk Porprov nanti, PGSI Banyuwangi harus mencari atlet baru. ”Kalau dihitung sebenarnya kita rugi karena kehilangan atlet andalan kita, tapi kita juga tidak bisa menahan mereka. Ini adalah tahapan prestasi untuk para atlet dan kita harus mendukung,” tegas Eko.

Sedangkan enam cabor lainnya yakni pencak silat, anggar, sepeda sport, gulat, tarung derajat, dan tinju masih dalam proses seleksi. Semua perwakilan atlet dari keenam cabor tersebut masih harus melalui tahapan yang dilakukan KONI Jatim untuk menyeleksi mereka sebelum dinyatakan masuk Puslatda. Beberapa cabor seperti anggar, silat, tarung derajat, dan tinju baru saja menyelesaikan tes kesehatan sebagai tahap awal seleksi Puslatda.

Sedangkan sport sepeda, baru Ayu Tria dari kelas downhill yang kemungkinan besar akan tampil di PON bersama kontingen Jawa Timur. ”Kita berharap semua atlet yang ikut tes bisa masuk. Ada dua atlet yang kita kirim Nora Widya Mandatik, spesialis senjata floret putri dan Abu Dzar Alghifari spesialis floret putra. Kemarin mereka ikut tes fisik dan gizi. Kita belum tahu nanti pengumuman terakhir kapan, masih menanti informasi dari Pengprov,” Tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/