alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Bawa 22 Atlet untuk 20 Kelas, Judo Turunkan Kekuatan Penuh

BANYUWANGI – Cabang olahraga (cabor) judo akan menurunkan  kekuatan penuh pada event Porprov Jatim 2022 nanti. Rencananya, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banyuwangi akan menurunkan 22 atlet untuk bertarung di multievent olahraga tersebut.

Ketua PJSI Banyuwangi Veronica Imelda Partowidjojo mengatakan, pada porprov mendatang, pihaknya akan menurunkan atlet full team. Rencananya, ada 20 kelas yang akan diikuti. Sembilan kelas kumite putra, sembilan kelas kumite putri, dan dua kelas kata untuk putra dan putri.

Jumlah atlet yang diturunkan jauh lebih banyak dibanding tahun 2019 lalu. Kala itu, judo hanya mengirimkan delapan atlet untuk beberapa kelas pertandingan. ”Banyak atlet baru yang turun di porprov kali ini. Sementara kita belum bisa melihat bagaimana peluangnya. Mereka sudah pernah turun di kejurprov dan beberapa event di Bali,” kata Veronica.

Banyaknya atlet yang turun dalam porprov kali ini tak lepas dari pertumbuhan jumlah atlet judo di Banyuwangi. Selama pandemi, ada peningkatan jumlah atlet dan dojo baru. Potensi ini membuat PJSI memiliki banyak pilihan atlet untuk disiapkan di porprov tahun ini.

Meski dipenuhi dengan atlet baru, PJSI Banyuwangi masih memiliki sejumlah atlet unggulan yang pernah turun di Porprov 2019 lalu. Peraih medali emas, G.M. Dwiko, kemungkinan masih bisa turun di Porprov 2022. ”Dwiko sekarang sedang pemulihan cedera. Dia mengalami cedera lutut, tapi kita upayakan untuk bisa turun di porprov,” kata Veronica.

Sementara itu, empat atlet TC porprov judo sejak Rabu (23/3/2022) tengah berlaga di event Kejurnas Judo di Depok. Laga tersebut sekaligus untuk uji kesiapan para atlet. Keempat atlet membela Jawa Timur. ”Kita kesulitan mencari event beberapa bulan terakhir. Kejurnas menjadi kesempatan kita untuk menguji kemampuan atlet,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Cabang olahraga (cabor) judo akan menurunkan  kekuatan penuh pada event Porprov Jatim 2022 nanti. Rencananya, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banyuwangi akan menurunkan 22 atlet untuk bertarung di multievent olahraga tersebut.

Ketua PJSI Banyuwangi Veronica Imelda Partowidjojo mengatakan, pada porprov mendatang, pihaknya akan menurunkan atlet full team. Rencananya, ada 20 kelas yang akan diikuti. Sembilan kelas kumite putra, sembilan kelas kumite putri, dan dua kelas kata untuk putra dan putri.

Jumlah atlet yang diturunkan jauh lebih banyak dibanding tahun 2019 lalu. Kala itu, judo hanya mengirimkan delapan atlet untuk beberapa kelas pertandingan. ”Banyak atlet baru yang turun di porprov kali ini. Sementara kita belum bisa melihat bagaimana peluangnya. Mereka sudah pernah turun di kejurprov dan beberapa event di Bali,” kata Veronica.

Banyaknya atlet yang turun dalam porprov kali ini tak lepas dari pertumbuhan jumlah atlet judo di Banyuwangi. Selama pandemi, ada peningkatan jumlah atlet dan dojo baru. Potensi ini membuat PJSI memiliki banyak pilihan atlet untuk disiapkan di porprov tahun ini.

Meski dipenuhi dengan atlet baru, PJSI Banyuwangi masih memiliki sejumlah atlet unggulan yang pernah turun di Porprov 2019 lalu. Peraih medali emas, G.M. Dwiko, kemungkinan masih bisa turun di Porprov 2022. ”Dwiko sekarang sedang pemulihan cedera. Dia mengalami cedera lutut, tapi kita upayakan untuk bisa turun di porprov,” kata Veronica.

Sementara itu, empat atlet TC porprov judo sejak Rabu (23/3/2022) tengah berlaga di event Kejurnas Judo di Depok. Laga tersebut sekaligus untuk uji kesiapan para atlet. Keempat atlet membela Jawa Timur. ”Kita kesulitan mencari event beberapa bulan terakhir. Kejurnas menjadi kesempatan kita untuk menguji kemampuan atlet,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/