alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Terbantu Venue Berstandar Internasional

BANYUWANGI – Tim panjat tebing Banyuwangi tampaknya tidak akan kesulitan menyesuaikan diri dengan venue yang akan mereka gunakan di Porprov 2022 nanti. Situbondo sebagai tuan rumah untuk cabor panjat tebing kemungkinan akan meniru bentuk venue panjang tebing yang terpasang di GOR Tawangalun, Banyuwangi.

Ketua Harian FPTI Banyuwangi Joko Kwat Widodo mengatakan, pada Januari lalu perwakilan dari Dinas PU Binamarga Situbondo sudah melihat-lihat venue panjat tebing milik Banyuwangi. Rencananya, Situbondo akan membangun venue panjat tebing yang mirip dengan milik Banyuwangi.

Sayangnya, hingga hari ini pembangunan venue tersebut belum juga rampung. Padahal, Djoko mengatakan ingin menjajal venue tersebut untuk menyesuaikan diri sebelum benar-benar bertanding bulan Juni nanti. ”Venue-nya belum selesai. Tapi, rencannaya akan dibuat mirip dengan Banyuwangi. Di sisi lain ini menguntungkan kita,” kata Joko.

Bahkan, imbuh Joko, ada beberapa atlet dari kabupaten/kota lain yang memilih untuk berlatih di Banyuwangi. Salah satunya cabor panjat tebing dari Kabupaten Jember. Sebab, venue panjat tebing di Banyuwangi dianggap cukup baik, bahkan berstandar internasional.

Joko menambahkan, kemiripan venue panjat tebing milik Banyuwangi dengan yang akan dibangun Situbondo menjadi keuntungan tersendiri bagi atletnya. Para atlet bisa menyesuaikan diri dengan venue yang akan mereka gunakan saat porprov nanti.

Sayangnya, dalam sepekan terakhir Joko mengaku agak kesulitan menggunakan venue di GOR Tawangalun. Hujan deras yang kerap terjadi membuat atletnya tidak bisa berlatih di venue tersebut secara maksimal.

Akhirnya, para atlet terpaksa harus latihan di tempat lain yang kondisinya tidak sesuai dengan standar yang akan digunakan di porprov nanti. Padahal, salah satu andalan FPTI Banyuwangi yakni kelas speed. ”Sementara karena hujan, kita berlatih di venue untuk kelas boulder saja. Ini cukup menghambat sebenarnya, tapi bagaimana lagi,” tandas Joko. 

BANYUWANGI – Tim panjat tebing Banyuwangi tampaknya tidak akan kesulitan menyesuaikan diri dengan venue yang akan mereka gunakan di Porprov 2022 nanti. Situbondo sebagai tuan rumah untuk cabor panjat tebing kemungkinan akan meniru bentuk venue panjang tebing yang terpasang di GOR Tawangalun, Banyuwangi.

Ketua Harian FPTI Banyuwangi Joko Kwat Widodo mengatakan, pada Januari lalu perwakilan dari Dinas PU Binamarga Situbondo sudah melihat-lihat venue panjat tebing milik Banyuwangi. Rencananya, Situbondo akan membangun venue panjat tebing yang mirip dengan milik Banyuwangi.

Sayangnya, hingga hari ini pembangunan venue tersebut belum juga rampung. Padahal, Djoko mengatakan ingin menjajal venue tersebut untuk menyesuaikan diri sebelum benar-benar bertanding bulan Juni nanti. ”Venue-nya belum selesai. Tapi, rencannaya akan dibuat mirip dengan Banyuwangi. Di sisi lain ini menguntungkan kita,” kata Joko.

Bahkan, imbuh Joko, ada beberapa atlet dari kabupaten/kota lain yang memilih untuk berlatih di Banyuwangi. Salah satunya cabor panjat tebing dari Kabupaten Jember. Sebab, venue panjat tebing di Banyuwangi dianggap cukup baik, bahkan berstandar internasional.

Joko menambahkan, kemiripan venue panjat tebing milik Banyuwangi dengan yang akan dibangun Situbondo menjadi keuntungan tersendiri bagi atletnya. Para atlet bisa menyesuaikan diri dengan venue yang akan mereka gunakan saat porprov nanti.

Sayangnya, dalam sepekan terakhir Joko mengaku agak kesulitan menggunakan venue di GOR Tawangalun. Hujan deras yang kerap terjadi membuat atletnya tidak bisa berlatih di venue tersebut secara maksimal.

Akhirnya, para atlet terpaksa harus latihan di tempat lain yang kondisinya tidak sesuai dengan standar yang akan digunakan di porprov nanti. Padahal, salah satu andalan FPTI Banyuwangi yakni kelas speed. ”Sementara karena hujan, kita berlatih di venue untuk kelas boulder saja. Ini cukup menghambat sebenarnya, tapi bagaimana lagi,” tandas Joko. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/