24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Kontingen Paralimpik Boyong 16 Medali

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kontingen paralimpik Banyuwangi berhasil berbicara banyak di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Paralimpik Jatim 2022. Bertapa tidak, dari total 16 atlet yang diberangkatkan, kontingen asal Bumi Blambangan mampu menyabet 16 medali.

Pada kejuaraan tersebut, 16 atlet asal Banyuwangi harus dibagi dalam dua kontingen. Masing-masing kontingen terdiri dari delapan atlet. Seluruh atlet tersebut bertanding di cabang olahraga (cabor) atletik. Mulai dari lari 100 meter, 400 meter, dan 800 meter, serta tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, dan lompat jauh.

Hasilnya, kontingen Banyuwangi 1 berhasil meraih 13 medali dan berhasil menduduki peringkat 11 perolehan medali. Sedangkan kontingen Banyuwangi 2 yang mendapat tiga medali harus puas berada di peringkat 18.

Para atlet yang berhasil mengamankan medali di antaranya Wahyu Nur Rohman dengan torehan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, Ninis Ledi Tia dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, dan Lailatul Fitri yang mengumpulkan satu emas dan satu perak.

Baca Juga :  Persewangi Diperkuat Tiga Pemain Asal Papua

Selanjutnya, Viktor dengan torehan satu perak dan satu perunggu dan Sandi Maulana dengan raihan satu perak dan satu perunggu. Selain itu, Suryono dan Arin Nurcahyati masing-masing meraih satu perak. Serta Aziz Mahendra dan Dewi Kartika yang masing-masing menyumbangkan satu perunggu.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyuwangi Muhamad Jaenudin mengatakan, event ini merupakan yang pertama kali mereka ikuti. Dia mengaku banyak atlet Banyuwangi yang baru turun di event ini.

Jaenudin berharap, ke depannya bisa mengirimkan lebih banyak atlet dengan lebih banyak cabor yang diikuti. Tidak hanya cabor atletik seperti pada Kejurprov Paralimpik tahun ini. ”Kami akan bekerja sama dengan cabor untuk bisa mengembangkan atlet-atlet Banyuwangi yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Genteng Ajak Pasien Senam untuk Hari Jantung

Sekadar informasi, Banyuwangi mulai aktif menurunkan atlet-atlet penyandang disabilitas dalam berbagai kejuaraan. Selain fokus kepada olahraga prestasi melalui KONI Banyuwangi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi juga mengakomodasi atlet-atlet difabel di bawah NPCI Banyuwangi.

Tahun ini mereka turun di Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Pepaperda) yang merupakan event olahraga bagi pelajar penyandang disabilitas. Selain itu, mereka juga berpartisipasi pada Kejuprov Paralimpik yang menjadi multievent terbesar untuk atlet difabel se-Jatim. ”Ini juga bagian dari komitmen Banyuwangi sebagai kabupaten ramah difabel,” tegas Kepala Dispora Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi. (fre/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kontingen paralimpik Banyuwangi berhasil berbicara banyak di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Paralimpik Jatim 2022. Bertapa tidak, dari total 16 atlet yang diberangkatkan, kontingen asal Bumi Blambangan mampu menyabet 16 medali.

Pada kejuaraan tersebut, 16 atlet asal Banyuwangi harus dibagi dalam dua kontingen. Masing-masing kontingen terdiri dari delapan atlet. Seluruh atlet tersebut bertanding di cabang olahraga (cabor) atletik. Mulai dari lari 100 meter, 400 meter, dan 800 meter, serta tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, dan lompat jauh.

Hasilnya, kontingen Banyuwangi 1 berhasil meraih 13 medali dan berhasil menduduki peringkat 11 perolehan medali. Sedangkan kontingen Banyuwangi 2 yang mendapat tiga medali harus puas berada di peringkat 18.

Para atlet yang berhasil mengamankan medali di antaranya Wahyu Nur Rohman dengan torehan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, Ninis Ledi Tia dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, dan Lailatul Fitri yang mengumpulkan satu emas dan satu perak.

Baca Juga :  Hajar Petinju Sidoarjo, Yara Bawa Pulang Emas untuk Banyuwangi

Selanjutnya, Viktor dengan torehan satu perak dan satu perunggu dan Sandi Maulana dengan raihan satu perak dan satu perunggu. Selain itu, Suryono dan Arin Nurcahyati masing-masing meraih satu perak. Serta Aziz Mahendra dan Dewi Kartika yang masing-masing menyumbangkan satu perunggu.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyuwangi Muhamad Jaenudin mengatakan, event ini merupakan yang pertama kali mereka ikuti. Dia mengaku banyak atlet Banyuwangi yang baru turun di event ini.

Jaenudin berharap, ke depannya bisa mengirimkan lebih banyak atlet dengan lebih banyak cabor yang diikuti. Tidak hanya cabor atletik seperti pada Kejurprov Paralimpik tahun ini. ”Kami akan bekerja sama dengan cabor untuk bisa mengembangkan atlet-atlet Banyuwangi yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Khoirur Rofik Fokus Bertani, Hanya Main saat Kangen

Sekadar informasi, Banyuwangi mulai aktif menurunkan atlet-atlet penyandang disabilitas dalam berbagai kejuaraan. Selain fokus kepada olahraga prestasi melalui KONI Banyuwangi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi juga mengakomodasi atlet-atlet difabel di bawah NPCI Banyuwangi.

Tahun ini mereka turun di Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Pepaperda) yang merupakan event olahraga bagi pelajar penyandang disabilitas. Selain itu, mereka juga berpartisipasi pada Kejuprov Paralimpik yang menjadi multievent terbesar untuk atlet difabel se-Jatim. ”Ini juga bagian dari komitmen Banyuwangi sebagai kabupaten ramah difabel,” tegas Kepala Dispora Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi. (fre/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/