alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Kejurprov Kempo, Banyuwangi Finis Peringkat Tiga

BANYUWANGI – Para atlet Kempo Banyuwangi tampil maksimal di Kejuaraan Provinsi Shorinji Kempo Jawa Timur yang digelar di Kediri. Dengan perolehan tiga medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu, Banyuwangi menjadi juara ketiga di Kejurprov tersebut.   

Ada 20 atlet yang diturunkan Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Banyuwangi di Kejuaraan Provinsi Shorinji Kempo Jawa Timur. Tiga emas diperoleh dari kelas randori 70 kilogram putra, randori kelas 65 kilogram putra, dan embu pasangan remaja putra. Untuk perak, diperoleh kelas randori 60 kilogram putra, beregu putri remaja, randori 55 kilogram putra, dan satu kelas embu putri remaja.

Kelas embu putri sendiri sebenarnya nyaris memenangkan medali emas. Sayangnya, dalam penghitungan skor mereka kalah tipis dengan Kota Surabaya. Selanjutnya, lima perunggu kontingen Kempo Banyuwangi didapat dari kelas embu pasangan putra kyu 1, embu pasangan putri kyu 1, embu campuran, embu campuran pemula, dan randori putri 55 kilogram.

”Salah satu emas yang kita peroleh dari dua atlet Dwi Meylani Saputri dan Rohma Anggun di nomor embu berpasangan putri tingkat kyu 3 dan 1 perak atas nama Rendi Setyawan di nomor randori (fight) dewasa kelas 65kg,” ujar Ketua Perkemi Banyuwangi Santoso.

Santoso mengatakan, dalam kejuaraan tersebut ada banyak atlet baru yang mulai menunjukkan kemampuan mereka. Setelah setahun tak mengikuti kejuaraan secara offline, para atlet tersebut menurutnya justru mengalami peningkatan. ”Biasanya kita mengikuti pertandingan di nomor embu secara online. Tetap rasanya berbeda dengan kejuaraan secara langsung. Karena itu, kita cukup terkejut ternyata pertandingan para atlet cukup maksimal,” jelasnya.

Santoso menambahkan, Banyuwangi harus mengejar ketinggalan untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan cabor kempo di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Timur jika ingin tetap berkiprah di Porprov tahun depan. Dia mengatakan, mayoritas kabupaten kota yang menjadi lawan mereka di Kejurprov kemarin sudah melakukan Puslatkab sejak awal tahun lalu.

Meski demikian, Santoso mengaku puas karena bisa membawa Banyuwangi di peringkat ketiga. ”Kita ada di bawah Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Target masih bisa kita kejar asalkan anak-anak berlatih lebih keras,” tutupnya. (fre/als/c1)

BANYUWANGI – Para atlet Kempo Banyuwangi tampil maksimal di Kejuaraan Provinsi Shorinji Kempo Jawa Timur yang digelar di Kediri. Dengan perolehan tiga medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu, Banyuwangi menjadi juara ketiga di Kejurprov tersebut.   

Ada 20 atlet yang diturunkan Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Banyuwangi di Kejuaraan Provinsi Shorinji Kempo Jawa Timur. Tiga emas diperoleh dari kelas randori 70 kilogram putra, randori kelas 65 kilogram putra, dan embu pasangan remaja putra. Untuk perak, diperoleh kelas randori 60 kilogram putra, beregu putri remaja, randori 55 kilogram putra, dan satu kelas embu putri remaja.

Kelas embu putri sendiri sebenarnya nyaris memenangkan medali emas. Sayangnya, dalam penghitungan skor mereka kalah tipis dengan Kota Surabaya. Selanjutnya, lima perunggu kontingen Kempo Banyuwangi didapat dari kelas embu pasangan putra kyu 1, embu pasangan putri kyu 1, embu campuran, embu campuran pemula, dan randori putri 55 kilogram.

”Salah satu emas yang kita peroleh dari dua atlet Dwi Meylani Saputri dan Rohma Anggun di nomor embu berpasangan putri tingkat kyu 3 dan 1 perak atas nama Rendi Setyawan di nomor randori (fight) dewasa kelas 65kg,” ujar Ketua Perkemi Banyuwangi Santoso.

Santoso mengatakan, dalam kejuaraan tersebut ada banyak atlet baru yang mulai menunjukkan kemampuan mereka. Setelah setahun tak mengikuti kejuaraan secara offline, para atlet tersebut menurutnya justru mengalami peningkatan. ”Biasanya kita mengikuti pertandingan di nomor embu secara online. Tetap rasanya berbeda dengan kejuaraan secara langsung. Karena itu, kita cukup terkejut ternyata pertandingan para atlet cukup maksimal,” jelasnya.

Santoso menambahkan, Banyuwangi harus mengejar ketinggalan untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan cabor kempo di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Timur jika ingin tetap berkiprah di Porprov tahun depan. Dia mengatakan, mayoritas kabupaten kota yang menjadi lawan mereka di Kejurprov kemarin sudah melakukan Puslatkab sejak awal tahun lalu.

Meski demikian, Santoso mengaku puas karena bisa membawa Banyuwangi di peringkat ketiga. ”Kita ada di bawah Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Target masih bisa kita kejar asalkan anak-anak berlatih lebih keras,” tutupnya. (fre/als/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/