alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dapat Helm Pembalap MotoGP, Fian: Kenang-kenangan, Not For Sale

KALIPURO – Helm milik para pembalap boleh dibilang limited edition. Tidak sembarangan orang dapat memiliki helm khusus para rider MotoGP. Namun, Rylifian Andika Putra, 32, warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, beruntung mendapatkan helm milik Aleix Espargaro saat menonton balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu lalu (20/3/2022).

Bagaikan tertimpa durian runtuh. Fian mendapatkan helm milik Aleix Espargaro, yang dilemparkan ke arah penonton setelah berhasil melewati garis finis. Rasa senang hingga gemetaran juga dirasakan ketika helm milik pembalap asal Spanyol tersebut berhasil ditangkapnya.

Perjuangan untuk mendapatkan helm ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Fian yang duduk di bangku tribun nomor tiga, harus memberanikan diri meloncat hingga melewati kursi di depannya. Demi sebuah helm, rasa sakit akibat terjatuh diabaikannya.

Belakangan, Fian baru merasakan kepalanya sakit. Rupanya, kepalanya sampai benjol akibat benturan. Namun, rasa sakit tersebut dikalahkan oleh perasaan senangnya saat mendapatkan helm yang biasa dikenakan oleh kakak kandung dari Pol Espargaro tersebut.

”Syukur Alhamdulillah, perasaan senang tentu melekat dalam hati. Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan helm milik rider MotoGP tersebut,” ujar Fian.

Sejak kecil Fian memang penggemar MotoGP. Begitu ada event MotoGP, dia dan teman-temannya tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka pun meluncur ke Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ”Saya memang senang dengan MotoGP. Mumpung ada balapan di Indonesia, saya bersama empat teman yang tergabung dalam Club Black Label berangkat ke Mandalika menggunakan sepeda motor,” katanya.

Keempat teman Fian, yakni Didik Ristyantoko, George, Anton, dan Fans, sama-sama suka dengan balapan MotoGP. ”Kita memilih tempat duduk di depan agar bisa melihat langsung para rider bertanding. Ketika hujan lebat turun, kami tidak beranjak dari tempat duduk,” terang bapak tiga anak tersebut.

Agenda Fian nonton balapan sudah disiapkan jauh sebelumnya. Bulan Desember 2021 lalu, dia bersama teman-temannya sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Mandalika. Dia bersama temannya membeli tiket secara online seharga Rp 1,7 juta. ”Kita booking hotel dan tiket sejak Desember 2021 menggunakan uang pribadi,” ungkapnya.

Kurang dua hari dari pelaksanaan MotoGP, Fian bersama temannya memutuskan berangkat menggunakan sepeda motor dan saling berboncengan. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu dilakukan dengan santai. ”Kita berangkat santai. Ketika badan terasa lelah, ya istirahat sejenak. Perjalanan dari Banyuwangi–Lombok memakan waktu hingga 15 jam,” kata karyawan MLA Transport tersebut.

Sesampainya di Mandalika, Fian tidak langsung check in ke hotel yang sudah di-booking. Dia dan teman-temannya lebih dulu melihat megahnya sirkuit Mandalika dari dekat. ”Sembari menghilangkan lelah, kami keliling sirkuit,” katanya.

Fian sebenarnya sudah mendengar kabar jika pembalap Aleix akan melemparkan helmnya. Informasi itu dia dapat  melalui Instagram. Aleix berjanji untuk melempar helm ke tribun penonton, jika pengikut Instagram-nya mencapai 1 juta. Sebelum membuat janji, pengikut tim Aprilia itu mencapai 940 ribu. Sebelum balapan dimulai pengikutnya sudah melebihi 1 juta.

Usai balapan, Aleix memenuhi janjinya dengan melempar helm ke arah tribun penonton. Aleix memarkir motornya dengan menggunakan wearpack lengkap. Sejurus kemudian, dia melepas helm dan melemparnya. ”Ya memang ibaratkan ketiban durian runtuh, rejeki banget dapat helm milik Aleix berhenti tepat di depan tribun kita. Saya tidak akan menjual helm tersebut,” janji Fian.

Bagi Fian, helm tersebut spesial karena terdapat barcode Aleix Espargaro. Saat ini, helm sejenis itu banyak dijual di pasaran dan harganya berkisar Rp 8 juta hingga Rp 12 juta. ”Kalau helm pembalap Aleix beda, tidak dijual dan tidak ada nilainya. Not for sale. Ada barcode di helm itu, jadi ketahuan milik Espargaro,” ucapnya.

Setelah mendapatkan keberuntungan, Fian ingin membuat acara di Banyuwangi bersama dengan pencinta MotoGP. Dia ingin berbagi suka cita dengan masyarakat Banyuwangi. ”Rencana akan bikin acara ngumpul dengan pencinta MotoGP di Banyuwangi sembari kita pamerkan helm balap Aliex Espargaro,” pungkasnya.

KALIPURO – Helm milik para pembalap boleh dibilang limited edition. Tidak sembarangan orang dapat memiliki helm khusus para rider MotoGP. Namun, Rylifian Andika Putra, 32, warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, beruntung mendapatkan helm milik Aleix Espargaro saat menonton balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu lalu (20/3/2022).

Bagaikan tertimpa durian runtuh. Fian mendapatkan helm milik Aleix Espargaro, yang dilemparkan ke arah penonton setelah berhasil melewati garis finis. Rasa senang hingga gemetaran juga dirasakan ketika helm milik pembalap asal Spanyol tersebut berhasil ditangkapnya.

Perjuangan untuk mendapatkan helm ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Fian yang duduk di bangku tribun nomor tiga, harus memberanikan diri meloncat hingga melewati kursi di depannya. Demi sebuah helm, rasa sakit akibat terjatuh diabaikannya.

Belakangan, Fian baru merasakan kepalanya sakit. Rupanya, kepalanya sampai benjol akibat benturan. Namun, rasa sakit tersebut dikalahkan oleh perasaan senangnya saat mendapatkan helm yang biasa dikenakan oleh kakak kandung dari Pol Espargaro tersebut.

”Syukur Alhamdulillah, perasaan senang tentu melekat dalam hati. Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan helm milik rider MotoGP tersebut,” ujar Fian.

Sejak kecil Fian memang penggemar MotoGP. Begitu ada event MotoGP, dia dan teman-temannya tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka pun meluncur ke Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ”Saya memang senang dengan MotoGP. Mumpung ada balapan di Indonesia, saya bersama empat teman yang tergabung dalam Club Black Label berangkat ke Mandalika menggunakan sepeda motor,” katanya.

Keempat teman Fian, yakni Didik Ristyantoko, George, Anton, dan Fans, sama-sama suka dengan balapan MotoGP. ”Kita memilih tempat duduk di depan agar bisa melihat langsung para rider bertanding. Ketika hujan lebat turun, kami tidak beranjak dari tempat duduk,” terang bapak tiga anak tersebut.

Agenda Fian nonton balapan sudah disiapkan jauh sebelumnya. Bulan Desember 2021 lalu, dia bersama teman-temannya sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Mandalika. Dia bersama temannya membeli tiket secara online seharga Rp 1,7 juta. ”Kita booking hotel dan tiket sejak Desember 2021 menggunakan uang pribadi,” ungkapnya.

Kurang dua hari dari pelaksanaan MotoGP, Fian bersama temannya memutuskan berangkat menggunakan sepeda motor dan saling berboncengan. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu dilakukan dengan santai. ”Kita berangkat santai. Ketika badan terasa lelah, ya istirahat sejenak. Perjalanan dari Banyuwangi–Lombok memakan waktu hingga 15 jam,” kata karyawan MLA Transport tersebut.

Sesampainya di Mandalika, Fian tidak langsung check in ke hotel yang sudah di-booking. Dia dan teman-temannya lebih dulu melihat megahnya sirkuit Mandalika dari dekat. ”Sembari menghilangkan lelah, kami keliling sirkuit,” katanya.

Fian sebenarnya sudah mendengar kabar jika pembalap Aleix akan melemparkan helmnya. Informasi itu dia dapat  melalui Instagram. Aleix berjanji untuk melempar helm ke tribun penonton, jika pengikut Instagram-nya mencapai 1 juta. Sebelum membuat janji, pengikut tim Aprilia itu mencapai 940 ribu. Sebelum balapan dimulai pengikutnya sudah melebihi 1 juta.

Usai balapan, Aleix memenuhi janjinya dengan melempar helm ke arah tribun penonton. Aleix memarkir motornya dengan menggunakan wearpack lengkap. Sejurus kemudian, dia melepas helm dan melemparnya. ”Ya memang ibaratkan ketiban durian runtuh, rejeki banget dapat helm milik Aleix berhenti tepat di depan tribun kita. Saya tidak akan menjual helm tersebut,” janji Fian.

Bagi Fian, helm tersebut spesial karena terdapat barcode Aleix Espargaro. Saat ini, helm sejenis itu banyak dijual di pasaran dan harganya berkisar Rp 8 juta hingga Rp 12 juta. ”Kalau helm pembalap Aleix beda, tidak dijual dan tidak ada nilainya. Not for sale. Ada barcode di helm itu, jadi ketahuan milik Espargaro,” ucapnya.

Setelah mendapatkan keberuntungan, Fian ingin membuat acara di Banyuwangi bersama dengan pencinta MotoGP. Dia ingin berbagi suka cita dengan masyarakat Banyuwangi. ”Rencana akan bikin acara ngumpul dengan pencinta MotoGP di Banyuwangi sembari kita pamerkan helm balap Aliex Espargaro,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/