alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Dilepas Bupati, Kontingen Porprov Banyuwangi Target Masuk Lima Besar

RADAR BANYUWANGI – Ratusan atlet yang akan turun di Porprov Jatim VII dilepas dari Pendapa Sabha Swagatha Blambangan, Senin (20/6). Mereka akan berlaga di sejumlah venue yang tersebar di empat kabupaten. Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Wabup Sugirah dan jajaran Forpimda secara simbolis melepas keberangkatan atlet dan ofisial.

Dalam ajang porprov kali ini, Banyuwangi mengirimkan atlet dengan jumlah yang lebih banyak dibanding tahun 2019. Total ada 469 atlet dan 128 ofisial yang diberangkatkan. Rinciannya, 258 atlet putra dan 211 atlet putri yang terbagi dalam 40 cabang olahraga (cabor).

Tahun ini Banyuwangi mengincar posisi yang lebih tinggi dari Porprov 2019 lalu. Pada tahun 2019, Banyuwangi menduduki peringkat ke-8 se-Jawa Timur dengan perolehan 14 emas, 19 perak, dan 24 perunggu. Tahun ini, KONI dan Pemkab Banyuwangi menargetkan peringkat lima besar.

Bupati Ipuk Fiestiandani meminta agar seluruh atlet bisa menjaga kekompakan selama membela nama Banyuwangi di porprov. Ajang dua tahunan itu menjadi momentum untuk para atlet memberikan kontribusinya dengan menunjukkan perjuangan di dunia olahraga.

”Kami berharap para atlet bisa memanfaatkan dengan baik kesempatan ini. Tidak semua berkesempatan membela Banyuwangi di porprov,” kata Ipuk.

Meski ada target untuk meraih peringkat lima besar, Ipuk meminta agar para atlet tidak terbebani. Tugas para atlet adalah bertanding dengan maksimal, bukan pada hasil pertandingan. Ipuk berharap kontingen Banyuwangi bisa mendulang banyak prestasi. Tak hanya di ajang porprov saja, tapi juga di event olahraga lain yang memiliki jenjang lebih tinggi.

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, target peringkat bukan hanya sekadar kata-kata. Target masuk lima besar berdasarkan laporan dan analisis tim monitoring pengurus KONI. Menurut Mukayin, perkembangan atlet di seluruh cabor cukup luar biasa dalam dua tahun terakhir. ”Masa pandemi tak seluruhnya membuat cabor mengalami penurunan,” kata dia.

Menurut Mukayin, banyak potensi cabor yang semakin berkembang. Karena itu, peluang masuk ke peringkat lima besar baginya cukup realistis. ”Kita bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Ikut membawa perkembangan kabupaten melalui jalur prestasi olahraga,” tandasnya.

Di porpov tahun ini, atlet termuda Banyuwangi tercatat ada di cabor senam atas nama Clara Emely Geraldine. Atlet berusia sembilan tahun itu akan ikut berjuang bersama ratusan atlet lainnya di perhelatan Porprov Jatim VII. (fre/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Ratusan atlet yang akan turun di Porprov Jatim VII dilepas dari Pendapa Sabha Swagatha Blambangan, Senin (20/6). Mereka akan berlaga di sejumlah venue yang tersebar di empat kabupaten. Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Wabup Sugirah dan jajaran Forpimda secara simbolis melepas keberangkatan atlet dan ofisial.

Dalam ajang porprov kali ini, Banyuwangi mengirimkan atlet dengan jumlah yang lebih banyak dibanding tahun 2019. Total ada 469 atlet dan 128 ofisial yang diberangkatkan. Rinciannya, 258 atlet putra dan 211 atlet putri yang terbagi dalam 40 cabang olahraga (cabor).

Tahun ini Banyuwangi mengincar posisi yang lebih tinggi dari Porprov 2019 lalu. Pada tahun 2019, Banyuwangi menduduki peringkat ke-8 se-Jawa Timur dengan perolehan 14 emas, 19 perak, dan 24 perunggu. Tahun ini, KONI dan Pemkab Banyuwangi menargetkan peringkat lima besar.

Bupati Ipuk Fiestiandani meminta agar seluruh atlet bisa menjaga kekompakan selama membela nama Banyuwangi di porprov. Ajang dua tahunan itu menjadi momentum untuk para atlet memberikan kontribusinya dengan menunjukkan perjuangan di dunia olahraga.

”Kami berharap para atlet bisa memanfaatkan dengan baik kesempatan ini. Tidak semua berkesempatan membela Banyuwangi di porprov,” kata Ipuk.

Meski ada target untuk meraih peringkat lima besar, Ipuk meminta agar para atlet tidak terbebani. Tugas para atlet adalah bertanding dengan maksimal, bukan pada hasil pertandingan. Ipuk berharap kontingen Banyuwangi bisa mendulang banyak prestasi. Tak hanya di ajang porprov saja, tapi juga di event olahraga lain yang memiliki jenjang lebih tinggi.

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, target peringkat bukan hanya sekadar kata-kata. Target masuk lima besar berdasarkan laporan dan analisis tim monitoring pengurus KONI. Menurut Mukayin, perkembangan atlet di seluruh cabor cukup luar biasa dalam dua tahun terakhir. ”Masa pandemi tak seluruhnya membuat cabor mengalami penurunan,” kata dia.

Menurut Mukayin, banyak potensi cabor yang semakin berkembang. Karena itu, peluang masuk ke peringkat lima besar baginya cukup realistis. ”Kita bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Ikut membawa perkembangan kabupaten melalui jalur prestasi olahraga,” tandasnya.

Di porpov tahun ini, atlet termuda Banyuwangi tercatat ada di cabor senam atas nama Clara Emely Geraldine. Atlet berusia sembilan tahun itu akan ikut berjuang bersama ratusan atlet lainnya di perhelatan Porprov Jatim VII. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/