alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Eeee ladalah, Liga Belum Bergulir, Sumail Mundur dari Persewangi

BANYUWANGI Langkah Persewangi Banyuwangi untuk bisa kembali ke habitat Liga 2 sudah dekat. Tapi, lagi-lagi Laskar Blambangan harus menghadapi ujian karena ditinggal rombongan manajemen barunya tak lama setelah melaunching skuad baru mereka untuk menghadapi putaran nasional.

Padahal, Persewangi sempat mendapatkan harapan baru saat Anggota DPR RI Sumail Abdullah menyatakan kesiapanya untuk turun membantu klub tersebut melewati putaran nasional. Tak hanya ikut mendorong rekrutmen pemain baru yang lebih berkualitas, Sumail juga menggaransi kemapanan finansial tim sampai berjanji akan mengupayakan bisa menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Liga 3 Nasional.

Tapi 14 hari setelah launching tim, Sumail yang didapuk menjadi Ketua Pembina Persewangi memilih mundur. Tak hanya Sumail, Manajer baru Persewangi yang juga putra Sumail, Bima Rafsanjani Rasyid bersama Bendaharanya, Ardian ikut mengundurkan diri. Berbagai asumsi sempat muncul saat Sumail memutuskan mundur.

 Versi dari Direktur Teknik Persewangi, Samidi Jos Rudy mengatakan sejak awal keinginan Ketua Pembina Persewangi Banyuwangi, Sumail Abdullah berubah ubah. Awal, Sumail mengajukan diri sebagai Presiden Komisaris Klub Persewangi. Politikus Partai Gerindra itu ingin mengakusisi klub. Dia sempat meminta total biaya mulai putaran Liga 3 Jawa Timur sampai lolos Liga 3 Nasional.

Jos Rudy pun memberikan gambaran rincian pengeluaranya. Tahun 2017 anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 493 juta. Di tahun 2019 sebelum pandemi, dana yang kucurkan untuk membiayai Persewangi Rp 333 juta lebih sedikit. Dan di tahun 2021 lalu, Rudy menghitung habis Rp 602 juta.”Total anggaran selama tiga putaran itu kurang lebih habis Rp 1,4 miliar,” ungkap Direktur Teknik Persewangi.

Baca Juga :  Jalani TC Konsentrasi, Muaythai Ditarget Sabet Emas Porprov Jati

Usai mengetahui rincian anggaran tersebut, Rudy mengatakan jika keinginan Sumail berubah. Dari awalnya menjadi komisaris kemudian menjadi donatur. Selama bergabung dengan manajemen baru Persewangi, Rudy menceritakan jika Sumail pernah membantu Rp 50 juta. Tapi uang itu digunakan launching oleh Sumail. “Padahal saya minta saat itu untuk menyelesaikan dulu masalah gaji pemain. Kalau launching kan kita sudah selesai di Stadion waktu itu, Uang – uang H Sumail Abdullah ditransfer kepada H Nanang Nurahmadi selaku ketua umum,  bukan ke rekening yayasan,” ujarnya.

Kini, setelah Sumail mundur, Rudy mengatakan jika tatanan manajemen yang sudah diresmikan saat launching 4 Januari lalu tidak berlaku. Manajemen menurutnya kembali ke susunan awal, dengan dirinya yang menjabat sebagai manajer. Memang sempat ada kabar jika dirinya tengah mempersiapkan seorang manajer baru untuk mengarungi putaran nasional. Tapi, Rudy mengaku memilih untuk menghandle Persewangi terlebih dahulu karena kompetisi sudah dekat. “Kita masih menanggung sisa pembayaran pemain Rp 23 juta dan konsumsi selama pemusatan latihan sekitar Rp 14 juta. Nanti akan kita pikirkan bagaimana,”imbuhnya.

Setelah dilepas Sumail, kini Klub Persewangi Banyuwangi  memindah lokasi training center atau TC dari Kecamatan Wongsorejo ke Kecamatan Cluring. Sebelumnya Persewangi melakukan pemusatan latihan di Desa Sumberkencono, Wongsorejo. Mulai hari ini (20/1) para pemain akan berlatih di Lapangan Tunggul Wulung Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Mereka rencananya akan tinggal di lantai dua Balai Desa sembulung selama kurang lebih 12 hari. “Lokasi TC yang digunakan tim di Desa Sumber Kencono disewakan oleh Pak Sumail. Berhubung beliau mundur kami harus menghargai dan memindahkan lokasi TC, nanti untuk konsumsi pemain kita sudah mendapat bantuan dari beberapa kepala desa,” bebernya.

Baca Juga :  Hadapi Persid Jember, BP Jalani Laga Hidup Mati

Sementara itu, Sumail sendiri melalui rilisnya menyatakan, dirinya sudah turun memberikan bantuan dana kepada Persewangi. Sebesar Rp 50 juta untuk DP gaji pemain dan launching. Kemudian, selanjutnya dia mengatakan kepada manajemen, jika bisa membantu sebesar Rp 62 juta per bulan untuk tim. Uang tersebut sudah diserahkanya pada 10 Januari lalu untuk membantu pembayaran pemain. Tapi sampai tanggal 16 Juni masalah gajinya rupanya belum juga selesai.

Sehingga banyak pemain yang pulang. Beberapa mengancam mogok bermain jika gaji mereka tidak diselesaikan. “Ada sisa pembayaran Rp 28 juta yang belum selesai. Sisanya menjadi tanggung jawab manajemen lama, tapi saya disuruh menutupi. Saya bilang kepada manajemen Persewangi. Saya bukan pemilik klub. Saya hanya membantu kelancaran,”imbuhnya.

Sumail menambahkan, jika dirinya bersedia menanggung semua kebutuhan Persewangi. Menjadi penanggung jawab utama, dengan syarat seluruh pengelolaan dilimpahkan kepadanya secara profesional/notarial, dengan kata lain klub seluruhnya diakusisi oleh Sumail. “Mereka tidak mau (diakusisi). Setelah saya cermati dan analisa suasana kurang baik untuk sebuah klub. Saya mengambil langkah mengundurkan diri,” pungkasnya. 

BANYUWANGI Langkah Persewangi Banyuwangi untuk bisa kembali ke habitat Liga 2 sudah dekat. Tapi, lagi-lagi Laskar Blambangan harus menghadapi ujian karena ditinggal rombongan manajemen barunya tak lama setelah melaunching skuad baru mereka untuk menghadapi putaran nasional.

Padahal, Persewangi sempat mendapatkan harapan baru saat Anggota DPR RI Sumail Abdullah menyatakan kesiapanya untuk turun membantu klub tersebut melewati putaran nasional. Tak hanya ikut mendorong rekrutmen pemain baru yang lebih berkualitas, Sumail juga menggaransi kemapanan finansial tim sampai berjanji akan mengupayakan bisa menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Liga 3 Nasional.

Tapi 14 hari setelah launching tim, Sumail yang didapuk menjadi Ketua Pembina Persewangi memilih mundur. Tak hanya Sumail, Manajer baru Persewangi yang juga putra Sumail, Bima Rafsanjani Rasyid bersama Bendaharanya, Ardian ikut mengundurkan diri. Berbagai asumsi sempat muncul saat Sumail memutuskan mundur.

 Versi dari Direktur Teknik Persewangi, Samidi Jos Rudy mengatakan sejak awal keinginan Ketua Pembina Persewangi Banyuwangi, Sumail Abdullah berubah ubah. Awal, Sumail mengajukan diri sebagai Presiden Komisaris Klub Persewangi. Politikus Partai Gerindra itu ingin mengakusisi klub. Dia sempat meminta total biaya mulai putaran Liga 3 Jawa Timur sampai lolos Liga 3 Nasional.

Jos Rudy pun memberikan gambaran rincian pengeluaranya. Tahun 2017 anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 493 juta. Di tahun 2019 sebelum pandemi, dana yang kucurkan untuk membiayai Persewangi Rp 333 juta lebih sedikit. Dan di tahun 2021 lalu, Rudy menghitung habis Rp 602 juta.”Total anggaran selama tiga putaran itu kurang lebih habis Rp 1,4 miliar,” ungkap Direktur Teknik Persewangi.

Baca Juga :  Sejumlah Atlet Mulai Eksodus dari Banyuwangi, Ini Gara-garanya...

Usai mengetahui rincian anggaran tersebut, Rudy mengatakan jika keinginan Sumail berubah. Dari awalnya menjadi komisaris kemudian menjadi donatur. Selama bergabung dengan manajemen baru Persewangi, Rudy menceritakan jika Sumail pernah membantu Rp 50 juta. Tapi uang itu digunakan launching oleh Sumail. “Padahal saya minta saat itu untuk menyelesaikan dulu masalah gaji pemain. Kalau launching kan kita sudah selesai di Stadion waktu itu, Uang – uang H Sumail Abdullah ditransfer kepada H Nanang Nurahmadi selaku ketua umum,  bukan ke rekening yayasan,” ujarnya.

Kini, setelah Sumail mundur, Rudy mengatakan jika tatanan manajemen yang sudah diresmikan saat launching 4 Januari lalu tidak berlaku. Manajemen menurutnya kembali ke susunan awal, dengan dirinya yang menjabat sebagai manajer. Memang sempat ada kabar jika dirinya tengah mempersiapkan seorang manajer baru untuk mengarungi putaran nasional. Tapi, Rudy mengaku memilih untuk menghandle Persewangi terlebih dahulu karena kompetisi sudah dekat. “Kita masih menanggung sisa pembayaran pemain Rp 23 juta dan konsumsi selama pemusatan latihan sekitar Rp 14 juta. Nanti akan kita pikirkan bagaimana,”imbuhnya.

Setelah dilepas Sumail, kini Klub Persewangi Banyuwangi  memindah lokasi training center atau TC dari Kecamatan Wongsorejo ke Kecamatan Cluring. Sebelumnya Persewangi melakukan pemusatan latihan di Desa Sumberkencono, Wongsorejo. Mulai hari ini (20/1) para pemain akan berlatih di Lapangan Tunggul Wulung Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Mereka rencananya akan tinggal di lantai dua Balai Desa sembulung selama kurang lebih 12 hari. “Lokasi TC yang digunakan tim di Desa Sumber Kencono disewakan oleh Pak Sumail. Berhubung beliau mundur kami harus menghargai dan memindahkan lokasi TC, nanti untuk konsumsi pemain kita sudah mendapat bantuan dari beberapa kepala desa,” bebernya.

Baca Juga :  Delapan Cabor Potensi Mainkan Atlet di PON Papua

Sementara itu, Sumail sendiri melalui rilisnya menyatakan, dirinya sudah turun memberikan bantuan dana kepada Persewangi. Sebesar Rp 50 juta untuk DP gaji pemain dan launching. Kemudian, selanjutnya dia mengatakan kepada manajemen, jika bisa membantu sebesar Rp 62 juta per bulan untuk tim. Uang tersebut sudah diserahkanya pada 10 Januari lalu untuk membantu pembayaran pemain. Tapi sampai tanggal 16 Juni masalah gajinya rupanya belum juga selesai.

Sehingga banyak pemain yang pulang. Beberapa mengancam mogok bermain jika gaji mereka tidak diselesaikan. “Ada sisa pembayaran Rp 28 juta yang belum selesai. Sisanya menjadi tanggung jawab manajemen lama, tapi saya disuruh menutupi. Saya bilang kepada manajemen Persewangi. Saya bukan pemilik klub. Saya hanya membantu kelancaran,”imbuhnya.

Sumail menambahkan, jika dirinya bersedia menanggung semua kebutuhan Persewangi. Menjadi penanggung jawab utama, dengan syarat seluruh pengelolaan dilimpahkan kepadanya secara profesional/notarial, dengan kata lain klub seluruhnya diakusisi oleh Sumail. “Mereka tidak mau (diakusisi). Setelah saya cermati dan analisa suasana kurang baik untuk sebuah klub. Saya mengambil langkah mengundurkan diri,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Dua Warga Amerika Nyabu

Lomba Cipta Lagu Situbondoan

PHDI Waspadai Radikalisme

Artikel Terbaru

/