alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Jadi Ajang Silaturahmi sekaligus Promosi Pariwisata

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Gowes bareng (Gobar) yang digelar oleh Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai media promosi pariwisata di Banyuwangi.

Betapa tidak, ratusan pesepeda atau goweser yang ikut memeriahkan Hari Jadi Ke-250 Banyuwangi itu bukan hanya warga Banyuwangi, melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia seperti dari Jember, Lombok, Bali, dan berbagai kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Kegiatan Gobar tersebut juga diapresiasi oleh sejumlah kalangan. Salah satunya Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghany.

Menurut Dede, apa yang dilakukan oleh Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi untuk mengadakan Gobar dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) merupakan langkah yang strategis untuk mempererat silaturahmi antarumat beragama di Banyuwangi

Lebih dari itu, imbuh Dede, kegiatan Gobar yang diikuti beberapa komunitas sepeda Banyuwangi itu juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarsesama penghobi sepeda khususnya road bike (RB) di Banyuwangi. ”Banyuwangi punya banyak jalur bagus untuk bersepeda, salah satunya jalur flat yang dilalui dalam Gobar kemarin (Minggu, 19/12),” katanya.

Kegiatan Gobar itu, kata Dede, juga bisa menjadi ajang promosi untuk mendorong wisatawan lokal dan internasional datang dan berolahraga di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Sehingga, kedatangan para wisatawan ke Banyuwangi untuk berolahraga tersebut sekaligus berimplikasi terhadap perputaran ekonomi di Bumi Blambangan. ”Kegiatan berolahraga ini harus dikembangkan,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Shandi Sumarsono, salah satu pesepeda dari Banyuwangi yang ikut Gobar. Menurutnya, langkah yang dilakukan Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi adalah ide yang brilian.

Gobar yang diikuti oleh beberapa komunitas pesepeda RB di Banyuwangi itu bisa menjadi ajang silaturahmi bersama antar sesama penghobi road bike. ”Sementara ini, kita kalau latihan sendiri-sendiri bareng komunitasnya,” kata Shandi.

Jika kegiatan tersebut digelar rutin, maka akan mempererat silaturahmi antar sesama penghobi sepeda di Banyuwangi. Apalagi, selama Gobar juga dikawal petugas kepolisian dengan rute flat dan santai. ”Rutenya seru, kalau rutin dilaksanakan akan makin seru, karena biasanya kalau gowes bareng road bike dengan laju yang kencang tapi kalau ini tidak santai tapi tetap berkeringat. Kami sangat mengapresiasi, semoga ke depan juga bisa terus tetap dilaksanakan,” ungkap Shandi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo, H Kadapi Kadiso mengatakan, Gobar tersebut merupakan momentum dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-250 Banyuwangi. Sekaligus untuk meningkatkan keakraban, kebersamaan antara goweser khususnya road bike (RB) yang ada di Banyuwangi.

Untuk rute Gobar sengaja dipilih rute yang flat dengan menempuh jarak 80–90 km dengan start dan finis di Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Kemudian melintasi jalan di kota Banyuwangi dan dilanjutkan ke Rogojampi, Lemahbang, Gendoh, Genteng, Gambor, Rogojampi, dan Banyuwangi.

Meski dikemas dengan sederhana, dalam kegiatan gowes bareng ini juga disedikan door prize, yakni 20 pasang sepatu, 10 helm, 10 pasang kacamata, dan 10 tempat minum. ”Kami juga berikan apresiasi kepada peserta tertua untuk mendapatkan door prize juga,” tandas Kadapi.

Sekadar diketahui, sejumlah komunitas yang mengikuti ajang Gobar tersebut. Di antaranya dari klub BRCC Banyuwangi, NS Women, Sego Anget, Kopi Ireng, dan MHC Banyuwangi. Semuanya tampak akrab, rukun, dan kompak gowes bareng mulai dari start hingga finis.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –  Gowes bareng (Gobar) yang digelar oleh Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai media promosi pariwisata di Banyuwangi.

Betapa tidak, ratusan pesepeda atau goweser yang ikut memeriahkan Hari Jadi Ke-250 Banyuwangi itu bukan hanya warga Banyuwangi, melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia seperti dari Jember, Lombok, Bali, dan berbagai kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Kegiatan Gobar tersebut juga diapresiasi oleh sejumlah kalangan. Salah satunya Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghany.

Menurut Dede, apa yang dilakukan oleh Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi untuk mengadakan Gobar dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) merupakan langkah yang strategis untuk mempererat silaturahmi antarumat beragama di Banyuwangi

Lebih dari itu, imbuh Dede, kegiatan Gobar yang diikuti beberapa komunitas sepeda Banyuwangi itu juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarsesama penghobi sepeda khususnya road bike (RB) di Banyuwangi. ”Banyuwangi punya banyak jalur bagus untuk bersepeda, salah satunya jalur flat yang dilalui dalam Gobar kemarin (Minggu, 19/12),” katanya.

Kegiatan Gobar itu, kata Dede, juga bisa menjadi ajang promosi untuk mendorong wisatawan lokal dan internasional datang dan berolahraga di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Sehingga, kedatangan para wisatawan ke Banyuwangi untuk berolahraga tersebut sekaligus berimplikasi terhadap perputaran ekonomi di Bumi Blambangan. ”Kegiatan berolahraga ini harus dikembangkan,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Shandi Sumarsono, salah satu pesepeda dari Banyuwangi yang ikut Gobar. Menurutnya, langkah yang dilakukan Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi adalah ide yang brilian.

Gobar yang diikuti oleh beberapa komunitas pesepeda RB di Banyuwangi itu bisa menjadi ajang silaturahmi bersama antar sesama penghobi road bike. ”Sementara ini, kita kalau latihan sendiri-sendiri bareng komunitasnya,” kata Shandi.

Jika kegiatan tersebut digelar rutin, maka akan mempererat silaturahmi antar sesama penghobi sepeda di Banyuwangi. Apalagi, selama Gobar juga dikawal petugas kepolisian dengan rute flat dan santai. ”Rutenya seru, kalau rutin dilaksanakan akan makin seru, karena biasanya kalau gowes bareng road bike dengan laju yang kencang tapi kalau ini tidak santai tapi tetap berkeringat. Kami sangat mengapresiasi, semoga ke depan juga bisa terus tetap dilaksanakan,” ungkap Shandi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo, H Kadapi Kadiso mengatakan, Gobar tersebut merupakan momentum dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-250 Banyuwangi. Sekaligus untuk meningkatkan keakraban, kebersamaan antara goweser khususnya road bike (RB) yang ada di Banyuwangi.

Untuk rute Gobar sengaja dipilih rute yang flat dengan menempuh jarak 80–90 km dengan start dan finis di Yayasan Masjid H Muhammad Cheng Hoo, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Kemudian melintasi jalan di kota Banyuwangi dan dilanjutkan ke Rogojampi, Lemahbang, Gendoh, Genteng, Gambor, Rogojampi, dan Banyuwangi.

Meski dikemas dengan sederhana, dalam kegiatan gowes bareng ini juga disedikan door prize, yakni 20 pasang sepatu, 10 helm, 10 pasang kacamata, dan 10 tempat minum. ”Kami juga berikan apresiasi kepada peserta tertua untuk mendapatkan door prize juga,” tandas Kadapi.

Sekadar diketahui, sejumlah komunitas yang mengikuti ajang Gobar tersebut. Di antaranya dari klub BRCC Banyuwangi, NS Women, Sego Anget, Kopi Ireng, dan MHC Banyuwangi. Semuanya tampak akrab, rukun, dan kompak gowes bareng mulai dari start hingga finis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/