alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Paralayang Punya Venue Baru, Siapkan Empat Atlet Ikuti Porprov Jatim

BANYUWANGI – Cabang olahraga aero sport belum lama terbentuk di Banyuwangi. Namun, para pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Banyuwangi sudah mempersiapkan diri untuk ikut turun di multievent olahraga dua tahunan Porprov Jatim pada bulan Juni mendatang.

Rencananya FASI Banyuwangi akan menurunkan empat atlet paralayang di Porprov tahun ini. Dari empat atlet tersebut sudah muncul tiga nama, yaitu Adruanus Gerardus, 15; Venus Cornellia, 15; dan Nuril Laroibafih, 20. Ketiga atlet tersebut sama-sama berdomisili di Kecamatan Kalibaru. ”Sementara yang kita siapkan tiga atlet. Rencananya nanti ada empat atlet yang akan kita kirim di Porprov Jatim. Semuanya asli putra Banyuwangi,” ujar Ketua FASI Banyuwangi Zidni Ilma Nafia.

Tiga atlet yang disiapkan FASI tersebut, kata Zidni, saat ini tengah mengikuti diklat paralayang di Kota Batu. Ketiganya mengikuti diklat agar memiliki lisensi dan kualifikasi sehingga bisa lebih siap saat turun di olahraga paralayang.

Baca Juga :  Munif Berjaya untuk Kelas Master E

Meski masih baru, Zidni optimistis olahraga paralayang bisa menjadi salah satu potensi olahraga prestasi yang bisa ikut menyumbangkan medali untuk Banyuwangi di multievent olahraga tersebut. ”Saat ini sedang kita siapkan prosedurnya, bagaimana agar bisa direkomendasikan memperkuat kontingen Banyuwangi. Kita akan berkomunikasi dengan KONI Banyuwangi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Zidni itu.

Optimisme Gus Zidni tak lepas dari komposisi kepengurusan FASI yang diisi oleh mantan atlet dan praktisi dunia aero sport. Mereka dianggap cukup berpengalaman menangani olahraga kedirgantaraan tersebut. Ditambah lagi, ada personel TNI AU yang ikut turun langsung memberikan pembinaan kepada atlet paralayang dari FASI Banyuwangi.

Ketua Harian FASI Banyuwangi Lettu (Kal) Hasan Purnomo menambahkan, potensi atlet paralayang Banyuwangi juga didukung dengan ketersediaan venue di Gunung Menyan, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. ”Kita terus melakukan pengembangan agar olahraga paralayang bisa menjadi salah satu andalan di Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi memiliki potensi olahraga kedirgantaraan yang cukup bagus,” tegas pria yang menjabat sebagai Danpos TNI AU Rajegwesi itu.

Baca Juga :  Tatok dan Luluk, Dua Atlet situbondo Peraih Tiga medali di Perpanas

Sekadar diketahui, saat ini Banyuwangi sudah memiliki venue untuk olahraga paralayang. Lokasinya berada di kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan, yaitu di puncak Gunung Menyan, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Selasa lalu (11/1), venue untuk pencinta dirgantara tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud Abdurahman Saleh Malang Kolonel Te. Chaeruman.

Kala itu, sejumlah atlet paralayang yang tergabung dalam FASI unjuk kebolehan di venue baru tersebut. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 20 atlet paralayang menjajal venue baru tersebut. Ketinggian kawasan tersebut memang layak dijadikan sebagai pilihan untuk olahraga paralayang, terutama saat takeoff dan landing.

BANYUWANGI – Cabang olahraga aero sport belum lama terbentuk di Banyuwangi. Namun, para pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Banyuwangi sudah mempersiapkan diri untuk ikut turun di multievent olahraga dua tahunan Porprov Jatim pada bulan Juni mendatang.

Rencananya FASI Banyuwangi akan menurunkan empat atlet paralayang di Porprov tahun ini. Dari empat atlet tersebut sudah muncul tiga nama, yaitu Adruanus Gerardus, 15; Venus Cornellia, 15; dan Nuril Laroibafih, 20. Ketiga atlet tersebut sama-sama berdomisili di Kecamatan Kalibaru. ”Sementara yang kita siapkan tiga atlet. Rencananya nanti ada empat atlet yang akan kita kirim di Porprov Jatim. Semuanya asli putra Banyuwangi,” ujar Ketua FASI Banyuwangi Zidni Ilma Nafia.

Tiga atlet yang disiapkan FASI tersebut, kata Zidni, saat ini tengah mengikuti diklat paralayang di Kota Batu. Ketiganya mengikuti diklat agar memiliki lisensi dan kualifikasi sehingga bisa lebih siap saat turun di olahraga paralayang.

Baca Juga :  Gala Siswa Diramaikan 24 Tim Sekolah

Meski masih baru, Zidni optimistis olahraga paralayang bisa menjadi salah satu potensi olahraga prestasi yang bisa ikut menyumbangkan medali untuk Banyuwangi di multievent olahraga tersebut. ”Saat ini sedang kita siapkan prosedurnya, bagaimana agar bisa direkomendasikan memperkuat kontingen Banyuwangi. Kita akan berkomunikasi dengan KONI Banyuwangi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Zidni itu.

Optimisme Gus Zidni tak lepas dari komposisi kepengurusan FASI yang diisi oleh mantan atlet dan praktisi dunia aero sport. Mereka dianggap cukup berpengalaman menangani olahraga kedirgantaraan tersebut. Ditambah lagi, ada personel TNI AU yang ikut turun langsung memberikan pembinaan kepada atlet paralayang dari FASI Banyuwangi.

Ketua Harian FASI Banyuwangi Lettu (Kal) Hasan Purnomo menambahkan, potensi atlet paralayang Banyuwangi juga didukung dengan ketersediaan venue di Gunung Menyan, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. ”Kita terus melakukan pengembangan agar olahraga paralayang bisa menjadi salah satu andalan di Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi memiliki potensi olahraga kedirgantaraan yang cukup bagus,” tegas pria yang menjabat sebagai Danpos TNI AU Rajegwesi itu.

Baca Juga :  Atlet Tak Dimintai Iuran, tapi Malah Dibayar

Sekadar diketahui, saat ini Banyuwangi sudah memiliki venue untuk olahraga paralayang. Lokasinya berada di kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan, yaitu di puncak Gunung Menyan, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Selasa lalu (11/1), venue untuk pencinta dirgantara tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud Abdurahman Saleh Malang Kolonel Te. Chaeruman.

Kala itu, sejumlah atlet paralayang yang tergabung dalam FASI unjuk kebolehan di venue baru tersebut. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 20 atlet paralayang menjajal venue baru tersebut. Ketinggian kawasan tersebut memang layak dijadikan sebagai pilihan untuk olahraga paralayang, terutama saat takeoff dan landing.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/