alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Dilatih Pukulan Keras, Pelatih Tinju Instruksikan Harus Menang KO

KALIPURO Pengalaman kekalahan pada Porprov 2019 lalu membuat cabor tinju Banyuwangi gelap mata. Tahun ini semua atlet yang akan diturunkan di Porprov 2022 diminta untuk berlatih pukulan keras agar bisa mengkanvaskan lawan. Pemusatan latihan atlet tinju berlangsung di Sasana Mirah Boxing Camp, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Manajer Tim Poprov Tinju Sudiro Husodo mengatakan, atlet yang dilatih harus bisa menang KO di setiap pertandingan. Karena itu materi latihan yang diberikan kepada atlet lebih praktis. Mereka dilatih agar bisa menuntaskan  pertandingan dalam waktu singkat.

Pada Porprov 2019 ada banyak atlet tinju  yang ayak menang, namun dikalahkan. Sudiro melihat ada permainan yang memang di-setting untuk merugikan anak asuhnya. Dengan sistem KO, pria yang akrab disapa Bang Jiro itu yakin tidak akan ada lagi kecurangan. Wasit atau juri tidak bisa mempermainkan nilai jika mereka bisa menang KO. “Saya sempat protes kala itu.  Percuma menang angka, jadi lebih baik kita KO,’’ jelasnya.

Pelatih tinju Banyuwangi Supin menjelaskan, untuk memberikan bekal kepada atlet, dia  mengkombinasi teknik tinju profesional. Atlet tinju bisa menyelesaikan permainan dengan sistem langsung KO. “Biar langsung selesai. Percuma banyak menari di atas ring, tapi kita dikalahkan dengan nilai,” ucapnya.

Salah seorang atlet tinju Tiara Faiyza Alena  ingin bisa membuktikan penampilanya pada Porprov kali ini. Tahun lalu, petinju putri yang akrab dipanggil Yara itu masih belum memiliki kesempatan untuk bisa memperkuat kontingen Banyuwangi. “Saya berlatih tinju mulai kelas 5 SD, saya harap bisa bertanding dalam Porprov nanti,’’ tegasnya. 

KALIPURO Pengalaman kekalahan pada Porprov 2019 lalu membuat cabor tinju Banyuwangi gelap mata. Tahun ini semua atlet yang akan diturunkan di Porprov 2022 diminta untuk berlatih pukulan keras agar bisa mengkanvaskan lawan. Pemusatan latihan atlet tinju berlangsung di Sasana Mirah Boxing Camp, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Manajer Tim Poprov Tinju Sudiro Husodo mengatakan, atlet yang dilatih harus bisa menang KO di setiap pertandingan. Karena itu materi latihan yang diberikan kepada atlet lebih praktis. Mereka dilatih agar bisa menuntaskan  pertandingan dalam waktu singkat.

Pada Porprov 2019 ada banyak atlet tinju  yang ayak menang, namun dikalahkan. Sudiro melihat ada permainan yang memang di-setting untuk merugikan anak asuhnya. Dengan sistem KO, pria yang akrab disapa Bang Jiro itu yakin tidak akan ada lagi kecurangan. Wasit atau juri tidak bisa mempermainkan nilai jika mereka bisa menang KO. “Saya sempat protes kala itu.  Percuma menang angka, jadi lebih baik kita KO,’’ jelasnya.

Pelatih tinju Banyuwangi Supin menjelaskan, untuk memberikan bekal kepada atlet, dia  mengkombinasi teknik tinju profesional. Atlet tinju bisa menyelesaikan permainan dengan sistem langsung KO. “Biar langsung selesai. Percuma banyak menari di atas ring, tapi kita dikalahkan dengan nilai,” ucapnya.

Salah seorang atlet tinju Tiara Faiyza Alena  ingin bisa membuktikan penampilanya pada Porprov kali ini. Tahun lalu, petinju putri yang akrab dipanggil Yara itu masih belum memiliki kesempatan untuk bisa memperkuat kontingen Banyuwangi. “Saya berlatih tinju mulai kelas 5 SD, saya harap bisa bertanding dalam Porprov nanti,’’ tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/