alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Olahraga Petanque Mulai Kenalkan di Alun-Alun Kota Santri

SITUBONODO – Permainan ketangkasan jenis baru, Petanque mulai dipertunjukkan di pusat keramaian di Alun-Alun Kota Situbondo, Minggu kemarin (14/11). Permainan ini baru masuk Kota Santri sejak April 2019. Namun, hingga kini belum dikenal banyak orang karena tidak terlalu banyak dipublikasikan akibat pandemi Covid-19.

Pelatih Petanque, Ali Asyari, 37, menyampaikan, permainan tersebut memang belum banyak dikenal warga. Sehingga, tidak heran jika banyak orang yang masih bertanya mengenai olahraga ketangkasan tersebut. “Sementara ini, yang paham bisa dihitung jari. Jumlah atlet yang ada hanya 16 orangan saja,” ujarnya.

Menurut Ali, Petanque baru mendapatkan fasilitas dari KONI. Sehingga, bisa berlatih di Alun-alun Situbondo. Sebelumnya, latihan hanya dilakukan di halaman pekarangan warga. “Kita baru dua mingguan latihan di lapangan ini. Biasanya setiap sore, kerena sekarang minggu dan mereka lagi libur, akhirnya latihan dilakukan waktu pagi,” imbuh pria yang juga guru di SMP itu.

Ali menjelaskan, Petanque sebenarnya hampir sama dengan permainan Kemiri. Saat ini, permainan tersebut sudah hilang di Kabupaten Situbondo. Bedanya, permainan tersebut menggunakan bola besi (bosi), dan bola kecil (boke).

“Bisa dimainkan oleh beberapa orang seperti satu lawan satu, dua lawan dua, atau tiga lawan tiga. Jadi, setiap pemain pegang tiga Bosi. Sebelum dimulai, diawali dengan “tos” siapa yang menang dia bisa melemparkan bola kecil (boke), terlebih dahulu,” cetus ali.

Selanjutnya, setelah pemain berhasil melemapar Boke tersebut, baru Bosi dilemparkan sedekat mungkin dengan boke. “Intiya bagaimana caranya para pemain berhasil mendekatkan Bosi ke boke, siapa yang paling dekat dialah yang menang,” ujar pelatih muda itu.

Disebutkan, manfaat Petanque adalah melatih kefokusan terhadap pemain. Sebab, cara melemparnya pun ada aturannya. Tidak sembarang di lempar begitu saja. Mereka harus berada di titik lingkaran, dan bisa melemparkan boke sejauh enam hingga sepuluh meter. Jika tidak sampai maka diganti oleh pihak lawan dan diulang. “kemarin pernah ibu-ibu bilang kalau permainan ini gampang, tapi pas mencobanya, sulit untuk mendekatkan ke titik boke yang sudah dilemparkan pertama kali,” kata Ali sambil tertawa.

Lebih jauh dia menjelaskan, permainan Petanque terus akan disosialisasikan ke semua sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo. Harapannya agar mereka senang berolah laga. “Setidaknya jika siswa-siswa banyak meminati olah raga, mereka tidak terlalu banyak terpengaruh oleh permainan game melalui Android,” pungkasnya. (mg1/pri)

SITUBONODO – Permainan ketangkasan jenis baru, Petanque mulai dipertunjukkan di pusat keramaian di Alun-Alun Kota Situbondo, Minggu kemarin (14/11). Permainan ini baru masuk Kota Santri sejak April 2019. Namun, hingga kini belum dikenal banyak orang karena tidak terlalu banyak dipublikasikan akibat pandemi Covid-19.

Pelatih Petanque, Ali Asyari, 37, menyampaikan, permainan tersebut memang belum banyak dikenal warga. Sehingga, tidak heran jika banyak orang yang masih bertanya mengenai olahraga ketangkasan tersebut. “Sementara ini, yang paham bisa dihitung jari. Jumlah atlet yang ada hanya 16 orangan saja,” ujarnya.

Menurut Ali, Petanque baru mendapatkan fasilitas dari KONI. Sehingga, bisa berlatih di Alun-alun Situbondo. Sebelumnya, latihan hanya dilakukan di halaman pekarangan warga. “Kita baru dua mingguan latihan di lapangan ini. Biasanya setiap sore, kerena sekarang minggu dan mereka lagi libur, akhirnya latihan dilakukan waktu pagi,” imbuh pria yang juga guru di SMP itu.

Ali menjelaskan, Petanque sebenarnya hampir sama dengan permainan Kemiri. Saat ini, permainan tersebut sudah hilang di Kabupaten Situbondo. Bedanya, permainan tersebut menggunakan bola besi (bosi), dan bola kecil (boke).

“Bisa dimainkan oleh beberapa orang seperti satu lawan satu, dua lawan dua, atau tiga lawan tiga. Jadi, setiap pemain pegang tiga Bosi. Sebelum dimulai, diawali dengan “tos” siapa yang menang dia bisa melemparkan bola kecil (boke), terlebih dahulu,” cetus ali.

Selanjutnya, setelah pemain berhasil melemapar Boke tersebut, baru Bosi dilemparkan sedekat mungkin dengan boke. “Intiya bagaimana caranya para pemain berhasil mendekatkan Bosi ke boke, siapa yang paling dekat dialah yang menang,” ujar pelatih muda itu.

Disebutkan, manfaat Petanque adalah melatih kefokusan terhadap pemain. Sebab, cara melemparnya pun ada aturannya. Tidak sembarang di lempar begitu saja. Mereka harus berada di titik lingkaran, dan bisa melemparkan boke sejauh enam hingga sepuluh meter. Jika tidak sampai maka diganti oleh pihak lawan dan diulang. “kemarin pernah ibu-ibu bilang kalau permainan ini gampang, tapi pas mencobanya, sulit untuk mendekatkan ke titik boke yang sudah dilemparkan pertama kali,” kata Ali sambil tertawa.

Lebih jauh dia menjelaskan, permainan Petanque terus akan disosialisasikan ke semua sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo. Harapannya agar mereka senang berolah laga. “Setidaknya jika siswa-siswa banyak meminati olah raga, mereka tidak terlalu banyak terpengaruh oleh permainan game melalui Android,” pungkasnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/