alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Demi Regenerasi, Atlet Gulat Digembleng di Pulau Merah

JawaPos.com – Pasir putih pantai Pulau Merah bertebaran mengiringi lari sprint puluhan anak usia sekolah dasar kemarin (15/9) pagi. Mereka adalah bibit-bibit baru atlet gulat Banyuwangi yang tengah dipersiapkan untuk bisa turun di beberapa ajang olahraga gulat.

Karena masih baru, belum ada banyak materi gulat yang diberikan kepada mereka. Anak-anak berusia di antara 9-13 tahun itu masih ditempa dengan berbagai latihan fisik untuk memaksimalkan stamina. “Mereka baru direkrut tahun ajaran baru, Bulan Juli kemarin. ada sekitar 25 anak yang ikut berlatih pagi ini,” kata pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Banyuwangi, Eko Budi.

Pelatih Gulat Banyuwangi, Miskam menambahkan, regenerasi atlet gulat terus dimaksimalkan oleh PGSI Banyuwangi, karena ada beberapa atlet yang selama ini menjadi andalan sudah pergi meninggalkan Banyuwangi. Sebagian telah membela Jawa Timur dan masuk di Puslatda untuk dipersiapkan di PON Papua.

Sedangkan, cabang olahraga gulat sendiri masih menjadi salah satu andalan Banyuwangi untuk mendulang prestasi baik di tingkat Provinsi maupun nasional. “Untuk membentuk fisik minimal kita butuh waktu lima bulan, baru setelah itu bisa masuk ke teknik. Kita harus menata atlet mulai dari usia dini, kadet, remaja hingga dewasa,” tuturnya.

Latihan di pasir menurutnya menjadi salah satu bagian paling efektif untuk mempercepat pembentukan stamina atlet. Dalam seminggu, para atlet gulat menurutnya dilatih hampir full selama seminggu, kecuali untuk hari jumat dan minggu. “Kita punya dua camp latihan untuk gulat, Di Desa Gedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo dan di SMP 1 Muncar. Anak-anak juga masih berlatih di sekolahnya saat ekstra kulikuler,”pungkasnya.

JawaPos.com – Pasir putih pantai Pulau Merah bertebaran mengiringi lari sprint puluhan anak usia sekolah dasar kemarin (15/9) pagi. Mereka adalah bibit-bibit baru atlet gulat Banyuwangi yang tengah dipersiapkan untuk bisa turun di beberapa ajang olahraga gulat.

Karena masih baru, belum ada banyak materi gulat yang diberikan kepada mereka. Anak-anak berusia di antara 9-13 tahun itu masih ditempa dengan berbagai latihan fisik untuk memaksimalkan stamina. “Mereka baru direkrut tahun ajaran baru, Bulan Juli kemarin. ada sekitar 25 anak yang ikut berlatih pagi ini,” kata pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Banyuwangi, Eko Budi.

Pelatih Gulat Banyuwangi, Miskam menambahkan, regenerasi atlet gulat terus dimaksimalkan oleh PGSI Banyuwangi, karena ada beberapa atlet yang selama ini menjadi andalan sudah pergi meninggalkan Banyuwangi. Sebagian telah membela Jawa Timur dan masuk di Puslatda untuk dipersiapkan di PON Papua.

Sedangkan, cabang olahraga gulat sendiri masih menjadi salah satu andalan Banyuwangi untuk mendulang prestasi baik di tingkat Provinsi maupun nasional. “Untuk membentuk fisik minimal kita butuh waktu lima bulan, baru setelah itu bisa masuk ke teknik. Kita harus menata atlet mulai dari usia dini, kadet, remaja hingga dewasa,” tuturnya.

Latihan di pasir menurutnya menjadi salah satu bagian paling efektif untuk mempercepat pembentukan stamina atlet. Dalam seminggu, para atlet gulat menurutnya dilatih hampir full selama seminggu, kecuali untuk hari jumat dan minggu. “Kita punya dua camp latihan untuk gulat, Di Desa Gedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo dan di SMP 1 Muncar. Anak-anak juga masih berlatih di sekolahnya saat ekstra kulikuler,”pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/