alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Evaluasi Hasil, KONI Bakal Siapkan Seleksi Ketat Hadapi Porprov 2023

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pengurus KONI Banyuwangi, Rabu (13/7) menggelar evaluasi hasil Porprov Jawa Timur VII. Hasilnya, KONI menyimpulkan ada beberapa titik lemah yang harus ditambal untuk menghadapi Porprov Jatim 2023 mendatang.

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, evaluasi pertama masih seputar titik lemah yang terjadi di tingkat panitia. Selanjutnya, pihaknya akan mengagendakan evaluasi bersama dengan seluruh pengurus cabor, termasuk merancang strategi untuk pelaksanaan multievent olahraga tersebut di tahun depan.

”Kita akan lakukan seleksi berlapis dipersiapan Porprov 2023. Seleksi terstruktur dan tidak pilih kasih. Di pengalaman kemarin, ada beberapa celah yang saya lihat. Ada cabor yang menargetkan sekian medali, tapi tidak dapat sama sekali,” kata Mukayin.

Baca Juga :  Duh, Teganya! Bayi Dibuang di Tengah Hutan

Melihat hasil Porprov VII kemarin, pihaknya memang tidak bisa serta-merta menyalahkan cabor. Faktanya, di lapangan banyak kejadian atau fenomena yang muncul sehingga membuat target yang dipasang cabor tak berjalan dengan maksimal. Akan tetapi, untuk tahun depan Mukayin mengatakan tak ingin berspekulasi lebih jauh. Pihaknya sudah menilai cabor mana saja yang bisa mengukur peluang mereka.

Mukayin mengatakan, cabor yang akan diberangkatkan di Porprov 2023 nanti hanya cabor yang benar-benar siap dan berhasil memperoleh medali di Porprov 2022 kemarin. ”Tapi untuk cabor yang sudah memperoleh medali juga kita petakan lagi. Semisal yang kemarin mengirim 15 lalu yang dapat medali hanya 7, yang 8 bagaimana, kan tidak bisa serta-merta kita kirim,” imbuhnya.

Baca Juga :  25 Tim Turun di Kejurkab Dayung

Dari data yang diolah KONI Banyuwangi, ada 469 atlet dari 40 cabor di Banyuwangi yang turun pada Porprov VII lalu. Dari angka tersebut, hanya 120 atlet atau nyaris seperempatnya saja yang berhasil mendapatkan medali. Ke-120 atlet tersebut merupakan perwakilan dari 26 cabor yang turun di Poprov Jatim. ”Pengalaman 2022 jangan sampai terulang lagi. Kita kirim terlalu banyak. Kita tidak menyalahkan cabor, hanya meminta mereka lebih siap agar bisa memperoleh hasil terbaik,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pengurus KONI Banyuwangi, Rabu (13/7) menggelar evaluasi hasil Porprov Jawa Timur VII. Hasilnya, KONI menyimpulkan ada beberapa titik lemah yang harus ditambal untuk menghadapi Porprov Jatim 2023 mendatang.

Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, evaluasi pertama masih seputar titik lemah yang terjadi di tingkat panitia. Selanjutnya, pihaknya akan mengagendakan evaluasi bersama dengan seluruh pengurus cabor, termasuk merancang strategi untuk pelaksanaan multievent olahraga tersebut di tahun depan.

”Kita akan lakukan seleksi berlapis dipersiapan Porprov 2023. Seleksi terstruktur dan tidak pilih kasih. Di pengalaman kemarin, ada beberapa celah yang saya lihat. Ada cabor yang menargetkan sekian medali, tapi tidak dapat sama sekali,” kata Mukayin.

Baca Juga :  Diikuti Pembalap dari 23 Negara, Waspadai Manuver Thomas Lebas

Melihat hasil Porprov VII kemarin, pihaknya memang tidak bisa serta-merta menyalahkan cabor. Faktanya, di lapangan banyak kejadian atau fenomena yang muncul sehingga membuat target yang dipasang cabor tak berjalan dengan maksimal. Akan tetapi, untuk tahun depan Mukayin mengatakan tak ingin berspekulasi lebih jauh. Pihaknya sudah menilai cabor mana saja yang bisa mengukur peluang mereka.

Mukayin mengatakan, cabor yang akan diberangkatkan di Porprov 2023 nanti hanya cabor yang benar-benar siap dan berhasil memperoleh medali di Porprov 2022 kemarin. ”Tapi untuk cabor yang sudah memperoleh medali juga kita petakan lagi. Semisal yang kemarin mengirim 15 lalu yang dapat medali hanya 7, yang 8 bagaimana, kan tidak bisa serta-merta kita kirim,” imbuhnya.

Baca Juga :  E-Sports Situbondo Raih Emas di Kejurda Jatim 2021

Dari data yang diolah KONI Banyuwangi, ada 469 atlet dari 40 cabor di Banyuwangi yang turun pada Porprov VII lalu. Dari angka tersebut, hanya 120 atlet atau nyaris seperempatnya saja yang berhasil mendapatkan medali. Ke-120 atlet tersebut merupakan perwakilan dari 26 cabor yang turun di Poprov Jatim. ”Pengalaman 2022 jangan sampai terulang lagi. Kita kirim terlalu banyak. Kita tidak menyalahkan cabor, hanya meminta mereka lebih siap agar bisa memperoleh hasil terbaik,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/