27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Koleksi 36 Medali, Banyuwangi Peringkat 7 Popda Jatim

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Target kontingen Banyuwangi untuk bisa masuk 5 besar di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIII 2022 Jatim gagal terealisasi. Berdasar perolehan akhir rekapitulasi medali, kontingen kabupaten ujung timur Pulau Jawa harus puas bertengger di peringkat 7.

Perolehan medali Banyuwangi berada di bawah Kabupaten Pasuruan dan di atas Kabupaten Lumajang di Popda tahun ini. Banyuwangi meraih 9 medali emas, 14 medali perak, dan 13 medali perunggu.

Dari rekapitulasi medali, cabang olahraga (cabor) selam menjadi penyumbang terbanyak emas dengan total 4 keping. Cabor penyumbang medali emas terbanyak kedua ditempati gulat dengan 3 keping emas. Selebihnya, tiga cabor lain, yaitu karate, bridge, dan panahan dengan masing-masing satu keping emas.

Selam pada Popda tahun ini cukup moncer dengan berhasil memperoleh 10 medali. Cabor yang juga menjadi penyumbang emas pertama untuk kontingen Banyuwangi itu tercatat membawa 4 emas, 3 perak dan 3 peringgu. Disusul cabor gulat yang berhasil mengumpulkan 6 medali. Rrinciannya, 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. “Target kita awalnya memang ingin masuk lima besar, dengan 15 cabor yang turun, namun ada beberapa cabor yang gagal memperoleh medali sehingga kita di peringkat tujuh,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Dispora Banyuwangi Hariyono.

Baca Juga :  BP Siapkan 25 Pemain Hadapi Liga 3 Jatim

Mantan atlet lari itu menjelaskan, dirinya mengikuti semua kegiatan Popda sejak hari pertama hingga terakhir. Berdasar hasil pemantauan, kata Hariyono, memang ada beberapa faktor yang membuat target Banyuwangi di Popda kali ini tak tidak terealisasi. Pertama ada lima cabor yang absen menyumbang medali di Popda kali ini. Seperti atletik, sepatu roda, balap sepeda, panjat tebing dan taekwondo.

Menurut Hariyono, hal itu cukup berpengaruh pada pundi-pundi medali kontingen Banyuwangi. Padahal dengan asumsi awal jika masing-masing cabor bisa membawa 1 emas saja, Banyuwangi bisa mengoleksi 15 medali. Sehingga memastikan aman diperingkat ke lima. “Persainganya memang ketat. Kemudian atletik kemarin sebenarnya potensi mendapat emas. Karena catatan waktu atlet kita lebih baik dari yang mendapat emas. Sayangnya kena diskualifikasi karena start lebih awal. Mungkin evaluasinya perlu berlatih lebih keras semuanya,” tegasnya.

Baca Juga :  Sistem Online PBSI Terkendala ID Atlet

Di sisi lain, Hariyono melihat ada beberapa cabor yang memberikan kejutan dalam Popda tahun ini. Salah satunya, cabor bridge. Di Popda tahun ini, bridge berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu. “Ada cabor-cabor yang baru ikut tapi bisa membawa medali. Ini juga peningkatan,” pungkasnya.(fre/sgt)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Target kontingen Banyuwangi untuk bisa masuk 5 besar di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIII 2022 Jatim gagal terealisasi. Berdasar perolehan akhir rekapitulasi medali, kontingen kabupaten ujung timur Pulau Jawa harus puas bertengger di peringkat 7.

Perolehan medali Banyuwangi berada di bawah Kabupaten Pasuruan dan di atas Kabupaten Lumajang di Popda tahun ini. Banyuwangi meraih 9 medali emas, 14 medali perak, dan 13 medali perunggu.

Dari rekapitulasi medali, cabang olahraga (cabor) selam menjadi penyumbang terbanyak emas dengan total 4 keping. Cabor penyumbang medali emas terbanyak kedua ditempati gulat dengan 3 keping emas. Selebihnya, tiga cabor lain, yaitu karate, bridge, dan panahan dengan masing-masing satu keping emas.

Selam pada Popda tahun ini cukup moncer dengan berhasil memperoleh 10 medali. Cabor yang juga menjadi penyumbang emas pertama untuk kontingen Banyuwangi itu tercatat membawa 4 emas, 3 perak dan 3 peringgu. Disusul cabor gulat yang berhasil mengumpulkan 6 medali. Rrinciannya, 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. “Target kita awalnya memang ingin masuk lima besar, dengan 15 cabor yang turun, namun ada beberapa cabor yang gagal memperoleh medali sehingga kita di peringkat tujuh,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Dispora Banyuwangi Hariyono.

Baca Juga :  Woodball Uji Coba Lawan Tim Malang

Mantan atlet lari itu menjelaskan, dirinya mengikuti semua kegiatan Popda sejak hari pertama hingga terakhir. Berdasar hasil pemantauan, kata Hariyono, memang ada beberapa faktor yang membuat target Banyuwangi di Popda kali ini tak tidak terealisasi. Pertama ada lima cabor yang absen menyumbang medali di Popda kali ini. Seperti atletik, sepatu roda, balap sepeda, panjat tebing dan taekwondo.

Menurut Hariyono, hal itu cukup berpengaruh pada pundi-pundi medali kontingen Banyuwangi. Padahal dengan asumsi awal jika masing-masing cabor bisa membawa 1 emas saja, Banyuwangi bisa mengoleksi 15 medali. Sehingga memastikan aman diperingkat ke lima. “Persainganya memang ketat. Kemudian atletik kemarin sebenarnya potensi mendapat emas. Karena catatan waktu atlet kita lebih baik dari yang mendapat emas. Sayangnya kena diskualifikasi karena start lebih awal. Mungkin evaluasinya perlu berlatih lebih keras semuanya,” tegasnya.

Baca Juga :  Gusnul Hengkang, Persewangi Tanpa Pelatih

Di sisi lain, Hariyono melihat ada beberapa cabor yang memberikan kejutan dalam Popda tahun ini. Salah satunya, cabor bridge. Di Popda tahun ini, bridge berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu. “Ada cabor-cabor yang baru ikut tapi bisa membawa medali. Ini juga peningkatan,” pungkasnya.(fre/sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/