alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Tundukkan PSSS, Jaga Peluang Lolos Fase Grup

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PSSS Situbondo tampaknya menjadi tim pertama yang memastikan diri tak lolos dari grup N Liga 3 Asprov Jatim. Kemarin (12/11) tim asuhan Nanang Kushardyanto itu harus pulang lebih cepat setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-1 atas tim tuan rumah Persewangi.

Perjuangan PSSS untuk bisa menjaga peluang lolos sebenarnya sudah cukup maksimal. Di babak pertama, mereka berhasil mengurung pertahanan Persewangi. Tim asuhan Isdiyantono sempat kesulitan mengembangkan permainan hingga beberapa kali pemainnya harus bermain keras.

Gelandang Persewangi, Thomas Hidajat, sempat diganjar kartu kuning oleh wasit Maharidka Setyo karena beberapa kali tampak melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan permainan PSSS yang tampak ngotot.

Tak ingin kejadian kartu merah terulang seperti saat melawan Persikapro, Isdiyantono akhirnya menarik keluar Thomas Hidajat dan memasukkan Zidane Aldrin di menit ke-36. Permainan berakhir dengan skor kacamata hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, Persewangi mulai menekan. Keberadaan Zidane di lini depan, membuat serangan Persewangi lebih mengigit. Beberapa peluang mereka dapatkan di menit awal babak kedua. Saling balas serangan terjadi antara dua tim, namun PSSS yang sejak awal memasang penjaga gawang M. Supriyanto tampak cukup tangguh.

Supriyanto dipasang Nanang Kushardiyanto untuk menggantikan Zainul Alam yang berulang kali melakukan blunder saat menghadapi PSPK Pasuruan. Kebuntuan kedua tim baru terpecahkan di menit ke-59 ketika Herwanto ”Pahabol” yang lolos dari pengawalan lini belakang PSSS menceploskan tendangan keras ke gawang Supriyanto. Gol pertama untuk Persewangi tercipta dan langsung membangkitkan semangat para pemain.

Setelah gol pertama tercipta, permainan kedua tim kembali berjalan keras. Di menit ke-77, kemelut terjadi di depan penjaga gawang Persewangi, Marendra. Umpan silang dari sayap PSSS, Hendra Cipta, membuat semua pemain Persewangi turun ke jantung pertahanan. Kapten PSSS M. Akmal berhasil mencuri bola dan langsung membobol gawang Persewangi.

Gol penyeimbang pun tercipta. Pemain Persewangi yang tak ingin kehilangan poin di kandangnya kembali melakukan serangan bertubi-tubi. Delvin Taplo, sampai harus berulang kali mengubah posisinya dari sayap kanan ke sayap kiri untuk mencuri gol ke gawang PSSS. Di menit ke-82, PSSS harus bermain dengan 10 orang setelah sayap mereka M. Gunawan mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit.

Keunggulan jumlah pemain itu dimanfaatkan benar oleh Laskar Blambangan. Di menit ke-84, Delvin Taplo yang lolos di sisi kanan, melesakkan bola dengan keras ke gawang Supriyanto. Gol kedua untuk Persewangi tercipta.

Seolah ingin mewujudkan janjinya, Delvin kembali membawa kemenangan untuk Persewangi sekaligus mengamankan peluang timnya untuk lolos dari putaran grup. Sebelum pertandingan berakhir, protes beberapa kali sempat dilayangkan pemain-pemain PSSS yang menganggap wasit terlalu lunak terhadap tuan rumah. Namun, protes tersebut tak merubah jalannya pertandingan. Persewangi berhasil mengamankan tiga poin, dan membuka peluang untuk lolos dari putaran grup N.

Sedangkan PSSS harus mengubur impiannya untuk bisa lolos dari grup N. Dalam tiga pertandingan, mereka menelan tiga kali kekalahan. Di partai terakhir, PSSS akan menghadapi Persebo Muda Bondowoso. ”Tim sudah berjuang dengan maksimal. Inilah yang bisa kita persembahkan. Sayangnya, kita mengeluhkan wasit yang kurang fairplay. Terlihat sekali menguntungkan tuan rumah,” kata kapten PSSS M. Khoirul Rizal.

Pelatih Persewangi Isdiyantono mengaku puas dengan hasil yang diperoleh timnya. Meski nyaris ditahan imbang, timnya berhasil mengamankan poin untuk menjaga peluang lolos dari grup N. ”Semua tim sama-sama kuat. Tidak ada yang ringan. Kami masih belum aman sampai menyelesaikan pertandingan ketiga nanti,” tegasnya. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PSSS Situbondo tampaknya menjadi tim pertama yang memastikan diri tak lolos dari grup N Liga 3 Asprov Jatim. Kemarin (12/11) tim asuhan Nanang Kushardyanto itu harus pulang lebih cepat setelah dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-1 atas tim tuan rumah Persewangi.

Perjuangan PSSS untuk bisa menjaga peluang lolos sebenarnya sudah cukup maksimal. Di babak pertama, mereka berhasil mengurung pertahanan Persewangi. Tim asuhan Isdiyantono sempat kesulitan mengembangkan permainan hingga beberapa kali pemainnya harus bermain keras.

Gelandang Persewangi, Thomas Hidajat, sempat diganjar kartu kuning oleh wasit Maharidka Setyo karena beberapa kali tampak melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan permainan PSSS yang tampak ngotot.

Tak ingin kejadian kartu merah terulang seperti saat melawan Persikapro, Isdiyantono akhirnya menarik keluar Thomas Hidajat dan memasukkan Zidane Aldrin di menit ke-36. Permainan berakhir dengan skor kacamata hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, Persewangi mulai menekan. Keberadaan Zidane di lini depan, membuat serangan Persewangi lebih mengigit. Beberapa peluang mereka dapatkan di menit awal babak kedua. Saling balas serangan terjadi antara dua tim, namun PSSS yang sejak awal memasang penjaga gawang M. Supriyanto tampak cukup tangguh.

Supriyanto dipasang Nanang Kushardiyanto untuk menggantikan Zainul Alam yang berulang kali melakukan blunder saat menghadapi PSPK Pasuruan. Kebuntuan kedua tim baru terpecahkan di menit ke-59 ketika Herwanto ”Pahabol” yang lolos dari pengawalan lini belakang PSSS menceploskan tendangan keras ke gawang Supriyanto. Gol pertama untuk Persewangi tercipta dan langsung membangkitkan semangat para pemain.

Setelah gol pertama tercipta, permainan kedua tim kembali berjalan keras. Di menit ke-77, kemelut terjadi di depan penjaga gawang Persewangi, Marendra. Umpan silang dari sayap PSSS, Hendra Cipta, membuat semua pemain Persewangi turun ke jantung pertahanan. Kapten PSSS M. Akmal berhasil mencuri bola dan langsung membobol gawang Persewangi.

Gol penyeimbang pun tercipta. Pemain Persewangi yang tak ingin kehilangan poin di kandangnya kembali melakukan serangan bertubi-tubi. Delvin Taplo, sampai harus berulang kali mengubah posisinya dari sayap kanan ke sayap kiri untuk mencuri gol ke gawang PSSS. Di menit ke-82, PSSS harus bermain dengan 10 orang setelah sayap mereka M. Gunawan mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit.

Keunggulan jumlah pemain itu dimanfaatkan benar oleh Laskar Blambangan. Di menit ke-84, Delvin Taplo yang lolos di sisi kanan, melesakkan bola dengan keras ke gawang Supriyanto. Gol kedua untuk Persewangi tercipta.

Seolah ingin mewujudkan janjinya, Delvin kembali membawa kemenangan untuk Persewangi sekaligus mengamankan peluang timnya untuk lolos dari putaran grup. Sebelum pertandingan berakhir, protes beberapa kali sempat dilayangkan pemain-pemain PSSS yang menganggap wasit terlalu lunak terhadap tuan rumah. Namun, protes tersebut tak merubah jalannya pertandingan. Persewangi berhasil mengamankan tiga poin, dan membuka peluang untuk lolos dari putaran grup N.

Sedangkan PSSS harus mengubur impiannya untuk bisa lolos dari grup N. Dalam tiga pertandingan, mereka menelan tiga kali kekalahan. Di partai terakhir, PSSS akan menghadapi Persebo Muda Bondowoso. ”Tim sudah berjuang dengan maksimal. Inilah yang bisa kita persembahkan. Sayangnya, kita mengeluhkan wasit yang kurang fairplay. Terlihat sekali menguntungkan tuan rumah,” kata kapten PSSS M. Khoirul Rizal.

Pelatih Persewangi Isdiyantono mengaku puas dengan hasil yang diperoleh timnya. Meski nyaris ditahan imbang, timnya berhasil mengamankan poin untuk menjaga peluang lolos dari grup N. ”Semua tim sama-sama kuat. Tidak ada yang ringan. Kami masih belum aman sampai menyelesaikan pertandingan ketiga nanti,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/