alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Tour de Ijen Masuki Edisi Terakhir UCI

BANYUWANGI – Format pelak­sanaan International Tour de Ba­nyuwangi Ijen (ITdBI) sebagai kompetisi balap sepeda yang masuk dalam agenda Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) seper­tinya akan menjadi yang terakhir pada tahun ini. Rencananya, Pem­kab Banyuwangi akan mengu­bah format ITdBI menjadi model tour jarak jauh, seperti Grand Fondo.

Kepala Dispora Banyuwangi Wawan Yadmadi melalui Kabid Olahraga Alvin Kurniawan menga­takan, ada beberapa pertimbangan terkait perubahan status Tour de Banyuwangi Ijen. Pertama, sesuai dengan konsep sport tourism yang digagas Pemkab, menurut Alvin, saat ini adalah waktunya untuk mengedepankan tourism di ITdBI.

Sehingga nanti ketika berubah status, ITdBI tidak menjadi event yang hanya bisa diikuti tim balap sepeda profesional. Namun, para pesepeda yang notabene hanya pencinta olahraga cyclist pun tetap bisa menikmatinya.

Baca Juga :  Rajin Bersepeda setelah Subuh

Kemudian, yang kedua terkait anggaran, jika sebelum-sebelum­nya event ITdBI menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk setiap penyelenggaraan. Dengan peru­bahan ini, pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran sebanyak itu. Justru nantinya, Pemkab bisa memperoleh pendapatan dari pendaftaran para peserta. ”Kita mungkin hanya perlu anggaran antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar saja untuk penyelenggaraan. Jadi bisa lebih hemat,” ujar Alvin.

Dia juga menambahkan, dengan perubahan itu, nantinya diharap­kan akan ada lebih banyak komu­nitas sepeda yang datang ke Banyuwangi. Alvin sendiri me­nargetkan akan ada 1.000 peserta yang bisa dicakup event tersebut. ”Jadi tahun ini kemungkinan te­rakhir untuk yang event UCI. Memang secara sport, ini bukan murni event sport lagi. Tapi secara tourism kita bisa mencakup banyak pendatang di Banyuwangi,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembalap BRCC Persembahkan Medali Perak dalam Kejurnas Balap Sepeda

Sementara itu, Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, kapan kemungkinan perubahan status ITdBI masih dibahas lebih lanjut. Namun, secara umum dia mendukung jika nanti ITdBI diubah menjadi seperti event tour sepeda Grand Fondo atau Mara­tho­na.

”Bedanya, jelas kita tidak mem­berikan subsidi terlalu besar. Saya rasa dari tujuh edisi ITdBI termasuk yang tahun ini sudah cukup untuk media promosi. Sekarang saatnya kita menarik wisatawan,” tan­dasnya.

BANYUWANGI – Format pelak­sanaan International Tour de Ba­nyuwangi Ijen (ITdBI) sebagai kompetisi balap sepeda yang masuk dalam agenda Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) seper­tinya akan menjadi yang terakhir pada tahun ini. Rencananya, Pem­kab Banyuwangi akan mengu­bah format ITdBI menjadi model tour jarak jauh, seperti Grand Fondo.

Kepala Dispora Banyuwangi Wawan Yadmadi melalui Kabid Olahraga Alvin Kurniawan menga­takan, ada beberapa pertimbangan terkait perubahan status Tour de Banyuwangi Ijen. Pertama, sesuai dengan konsep sport tourism yang digagas Pemkab, menurut Alvin, saat ini adalah waktunya untuk mengedepankan tourism di ITdBI.

Sehingga nanti ketika berubah status, ITdBI tidak menjadi event yang hanya bisa diikuti tim balap sepeda profesional. Namun, para pesepeda yang notabene hanya pencinta olahraga cyclist pun tetap bisa menikmatinya.

Baca Juga :  Tugas ke Vietnam Tak Lepas dari Sepeda

Kemudian, yang kedua terkait anggaran, jika sebelum-sebelum­nya event ITdBI menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk setiap penyelenggaraan. Dengan peru­bahan ini, pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran sebanyak itu. Justru nantinya, Pemkab bisa memperoleh pendapatan dari pendaftaran para peserta. ”Kita mungkin hanya perlu anggaran antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar saja untuk penyelenggaraan. Jadi bisa lebih hemat,” ujar Alvin.

Dia juga menambahkan, dengan perubahan itu, nantinya diharap­kan akan ada lebih banyak komu­nitas sepeda yang datang ke Banyuwangi. Alvin sendiri me­nargetkan akan ada 1.000 peserta yang bisa dicakup event tersebut. ”Jadi tahun ini kemungkinan te­rakhir untuk yang event UCI. Memang secara sport, ini bukan murni event sport lagi. Tapi secara tourism kita bisa mencakup banyak pendatang di Banyuwangi,” tegasnya.

Baca Juga :  Rajin Bersepeda setelah Subuh

Sementara itu, Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, kapan kemungkinan perubahan status ITdBI masih dibahas lebih lanjut. Namun, secara umum dia mendukung jika nanti ITdBI diubah menjadi seperti event tour sepeda Grand Fondo atau Mara­tho­na.

”Bedanya, jelas kita tidak mem­berikan subsidi terlalu besar. Saya rasa dari tujuh edisi ITdBI termasuk yang tahun ini sudah cukup untuk media promosi. Sekarang saatnya kita menarik wisatawan,” tan­dasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/