alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Wushu Belum Bisa Manfaatkan Jatah PON

JawaPos.com – Mundurnya dua atlet Puslatda Wushu Jatim, yaitu Yoseph F Neonnub dan Sujada Sumiati, dari kontingen mereka membuka kesempatan atlet-atlet wushu di Jawa Timur lainnya untuk mengisi posisi mereka. Termasuk atlet wushu Banyuwangi. Sayangnya, pewushu Kota Gandrung hingga kini masih belum memiliki atlet senior yang siap. Sehingga kesempatan itu pun tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Ketua WI Banyuwangi Suhadak mengatakan, kedua atlet Jatim itu tidak lagi bisa bertanding karena faktor usia. Banyuwangi sendiri,  menurut Suhadak, sudah mengirim tiga atletnya untuk ikut seleksi Puslatda. Yaitu Edgar, Quba Mulya, dan Ainun. ”Sudah ada tiga atlet kita yang diundang pengprov untuk mengikuti seleksi puslatda. Satu dipastikan lolos. Satunya lagi masih menanti. Sedangkan yang terakhir, Ainun kemungkinan tidak turun karena sedang kelas 3. Jadi harus fokus kepada pendidikannya,” terang Suhadak.

Dia menambahkan, kedua atlet yang mengundurkan diri dari Jatim tersebut adalah atlet-atlet senior. Sedangkan untuk atlet Wushu Banyuwangi yang ada saat ini menurutnya masih di kelas junior. Meski begitu, sebenarnya bisa saja jika atletnya dipaksakan bermain di kelas senior. Hanya saja menurutnya hal itu akan terkesan memaksakan atlet, karena jam terbang antara atletnya dan kedua atlet yang telah pensiun itu sangat jauh.

Keduanya, imbuh Suhadak, sudah memilik jam terbang yang cukup tinggi. Termasuk beberapa kali turun di PON. ”Untuk atlet senior kita mungkin baru siap dua tahun lagi. Untuk sekarang masih junior yang kita miliki, kalau dipaksakan pun belum siap. Jadi untuk jatah saat ini kita manfaatkan yang senior saja dulu,” tegasnya.

JawaPos.com – Mundurnya dua atlet Puslatda Wushu Jatim, yaitu Yoseph F Neonnub dan Sujada Sumiati, dari kontingen mereka membuka kesempatan atlet-atlet wushu di Jawa Timur lainnya untuk mengisi posisi mereka. Termasuk atlet wushu Banyuwangi. Sayangnya, pewushu Kota Gandrung hingga kini masih belum memiliki atlet senior yang siap. Sehingga kesempatan itu pun tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Ketua WI Banyuwangi Suhadak mengatakan, kedua atlet Jatim itu tidak lagi bisa bertanding karena faktor usia. Banyuwangi sendiri,  menurut Suhadak, sudah mengirim tiga atletnya untuk ikut seleksi Puslatda. Yaitu Edgar, Quba Mulya, dan Ainun. ”Sudah ada tiga atlet kita yang diundang pengprov untuk mengikuti seleksi puslatda. Satu dipastikan lolos. Satunya lagi masih menanti. Sedangkan yang terakhir, Ainun kemungkinan tidak turun karena sedang kelas 3. Jadi harus fokus kepada pendidikannya,” terang Suhadak.

Dia menambahkan, kedua atlet yang mengundurkan diri dari Jatim tersebut adalah atlet-atlet senior. Sedangkan untuk atlet Wushu Banyuwangi yang ada saat ini menurutnya masih di kelas junior. Meski begitu, sebenarnya bisa saja jika atletnya dipaksakan bermain di kelas senior. Hanya saja menurutnya hal itu akan terkesan memaksakan atlet, karena jam terbang antara atletnya dan kedua atlet yang telah pensiun itu sangat jauh.

Keduanya, imbuh Suhadak, sudah memilik jam terbang yang cukup tinggi. Termasuk beberapa kali turun di PON. ”Untuk atlet senior kita mungkin baru siap dua tahun lagi. Untuk sekarang masih junior yang kita miliki, kalau dipaksakan pun belum siap. Jadi untuk jatah saat ini kita manfaatkan yang senior saja dulu,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/