alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Ingin Medali Porprov? Atlet Butuh Rp 100.000 Per Hari

BANYUWANGI – Target Kabupaten Banyuwangi di ajang multievent Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) tahun ini cukup tinggi. Setelah pada Porprov 2019 lalu Banyuwangi menempati peringkat 8 Jatim, tahun ini kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini menargetkan untuk bisa merangsek ke peringkat lima besar.

Target tersebut sebenarnya cukup realistis, mengingat prestasi Banyuwangi di beberapa cabang olahraga cukup baik. Namun, pengurus cabang olahraga menilai dibutuhkan dukungan anggaran yang tepat untuk bisa mencapai target tersebut.

Salah satunya disampaikan Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Banyuwangi Yusuf Widodo. Menurutnya, salah satu kunci persiapan selam itu ada pada pemusatan latihan atlet yang akan diturunkan di ajang Porprov.

Baca Juga :  Kompetisi Basket Untuk Pembibitan Atlit

Yusuf mengatakan, hingga akhir Desember 2021 lalu cabor selam sudah melakukan pemusatan latihan hingga tahap ketiga. Ada 12 atlet yang digembleng khusus selama masa pemusatan latihan. Mereka mendapatkan asupan gizi yang baik, porsi latihan yang lebih banyak dari atlet lain, serta diturunkan di event kejuaraan yang memiliki tingkat persaingan yang lebih ketat.

Selain jam terbang, Yusuf mengatakan dalam training camp (TC) atau pemusatan latihan, suplemen atau gizi atlet menjadi faktor yang paling penting untuk diperhatikan. Karena gizi berkaitan dengan perkembangan tubuh atlet dan penyesuaian dalam menerima materi latihan yang semakin ketat. Tidak mungkin atlet yang ditarget untuk bisa tampil maksimal, hanya diberi asupan gizi seadanya. ”Selain makanan pokok, atlet butuh sampai enam kali suplemen setiap hari. Mulai buah, susu, dan makanan pendukung lainnya. Ini jika mau target tinggi,” kata Yusuf.

Baca Juga :  Lama Mangkrak, Jadi Spot Swafoto dan Pre Wedding

Untuk kebutuhan tersebut, pria yang juga menjadi pelatih selam itu mengatakan, setiap hari atlet membutuhkan biaya sekitar Rp 100.000 untuk suplemen. Dengan kebutuhan yang tercukupi, dia menilai atlet akan lebih mudah mengembangkan kemampuan fisiknya. ”Kemampuan fisik dan kondisi fisik tidak bisa dilepaskan dari atlet yang ingin dijadikan juara. Kita bisa memasang target lebih tinggi jika kondisi gizi atlet terpenuhi. Selama ini karena anggaran terbatas, kita didukung orang tua atlet,” tegasnya.

BANYUWANGI – Target Kabupaten Banyuwangi di ajang multievent Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) tahun ini cukup tinggi. Setelah pada Porprov 2019 lalu Banyuwangi menempati peringkat 8 Jatim, tahun ini kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini menargetkan untuk bisa merangsek ke peringkat lima besar.

Target tersebut sebenarnya cukup realistis, mengingat prestasi Banyuwangi di beberapa cabang olahraga cukup baik. Namun, pengurus cabang olahraga menilai dibutuhkan dukungan anggaran yang tepat untuk bisa mencapai target tersebut.

Salah satunya disampaikan Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Banyuwangi Yusuf Widodo. Menurutnya, salah satu kunci persiapan selam itu ada pada pemusatan latihan atlet yang akan diturunkan di ajang Porprov.

Baca Juga :  Layanan Cuci Darah RSUD Blambangan Semakin Baik

Yusuf mengatakan, hingga akhir Desember 2021 lalu cabor selam sudah melakukan pemusatan latihan hingga tahap ketiga. Ada 12 atlet yang digembleng khusus selama masa pemusatan latihan. Mereka mendapatkan asupan gizi yang baik, porsi latihan yang lebih banyak dari atlet lain, serta diturunkan di event kejuaraan yang memiliki tingkat persaingan yang lebih ketat.

Selain jam terbang, Yusuf mengatakan dalam training camp (TC) atau pemusatan latihan, suplemen atau gizi atlet menjadi faktor yang paling penting untuk diperhatikan. Karena gizi berkaitan dengan perkembangan tubuh atlet dan penyesuaian dalam menerima materi latihan yang semakin ketat. Tidak mungkin atlet yang ditarget untuk bisa tampil maksimal, hanya diberi asupan gizi seadanya. ”Selain makanan pokok, atlet butuh sampai enam kali suplemen setiap hari. Mulai buah, susu, dan makanan pendukung lainnya. Ini jika mau target tinggi,” kata Yusuf.

Baca Juga :  Kembali Pimpin PODSI, Afan Bidik Porprov

Untuk kebutuhan tersebut, pria yang juga menjadi pelatih selam itu mengatakan, setiap hari atlet membutuhkan biaya sekitar Rp 100.000 untuk suplemen. Dengan kebutuhan yang tercukupi, dia menilai atlet akan lebih mudah mengembangkan kemampuan fisiknya. ”Kemampuan fisik dan kondisi fisik tidak bisa dilepaskan dari atlet yang ingin dijadikan juara. Kita bisa memasang target lebih tinggi jika kondisi gizi atlet terpenuhi. Selama ini karena anggaran terbatas, kita didukung orang tua atlet,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/