alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Ditahan Imbang Persid, Pelatih Beralasan Pemain Masih Tegang dan Grogi

RAMADA KUSUMA/RABA
DEMAM PANGGUNG: Penyerang Persewangi Bawang Arbaknuh Anggoro dikepung pemain Persid di Stadion Diponegoro, Minggu (4/8).

JawaPos.com – Laga perdana Persewangi di kancah Liga 3 Jatim kemarin (4/8) belum mampu menunjukkan ekspektasi maksimal. Meski bermain di kandang sendiri, Trubus Gunawan dkk hanya bermain imbang 1-1 (0-1) atas tamunya Persid Jember.

Bahkan, Macan Sangar, julukan Persid, justru unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan lima menit. Adalah Ahmad Abdurrohman yang ratusan Laros Jenggirat yang memadati Stadion Diponegoro Banyuwangi sejenak terdiam. Pemain nomor punggung 12 ini berhasil memanfaatkan umpan lambung dari sisi kiri pertahanan tim berjuluk The Lasblang (Laskar Blambangan) ini.

Unggul satu bola tentu saja memompa semangat para penggawa Persid. Beberapa kali Iwan Sampurno dkk mengancam pertahanan belakang Persewangi. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Achmad Jainuri masih belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Kesbangpol Verifikasi Klub Sepatu Roda

Delapan menit usai goal pertama, gawang Persewangi nyaris jebol untuk kali kedua. Beruntung, bola yang mengenai mistar gawang tidak memantul melebihi garis gawang.

Pada babak kedua, arsitek Persewangi Gusnul Yakin mencoba mengintruksikan para pemainnya untuk total menyerang ke pertahanan Persid. Beberapa kali peluang tercipta. Sayangnya, kiper Persid, Mochamad Rizal Efendi, masih cekatan menghalau dan menangkap bola.

Permainan Persewangi mulai berkembang setelah lini tengah diperkuat Novan Charis yang masuk menggantikan Maulana Cahya Firdaus. Pada menit ke-69, Persewangi berhasil menyamakan kedudukan. Dengan memanfaatkan bola mati dari tendangan bebas dari sudut sisi sebelah kiri pertahanan Persid. Bola tidak ditendang melambung, melainkan diumpan pendek menyusur tanah. Kemelut terjadi di kotak penalti Persid. Sepakan kaki Elang Gumiwang dengan kaki kiri akhirnya berhasil menjebol gawang Persid. Kedudukan imbang 1-1.

Asisten Pelatih Persewangi Febriansyah mengaku semua pemain sudah bermain baik. Hanya saja memang di babak pertama, pemain masih tampak tegang dan grogi karena baru kali pertama turun lapangan.

Baca Juga :  Atlet Peraih Medali PON Papua Dijanjikan Pekerjaan

“Wajar karena baru kali pertama main. Tapi setelah babak kedua, anak-anak sudah mulai berkembang dan permainannya sudah mulai terskema sesuai arahan pelatih di ruang ganti. Buktinya berhasil membalas ketertinggalan satu goal,” jelasnya.

Pelatih Persid, Achmad Jainuri menyayangkan timnya yang tidak diperkenankan menjajal lapangan Stadion Diponegoro untuk latihan pada Minggu pagi (4/8). “Kami bersyukur  bisa bermain imbang dan bawa pulang satu poin dari goal tandang. Semoga ke depan anak-anak bisa bermain lebih baik lagi,” cetusnya.

Setelah menjamu Persid, Persewangi langsung bertandang ke markas Persipro Probolinggo 1954. Setelah kembali menjadi tuan rumah melawan PSIL Lumajang pada 1 September.

The Lasblang berada di grup E Liga 3 bersama Persid, PSIL Lumajang, Persebo Bondowoso, dan Persipro 1954 Probolinggo.

RAMADA KUSUMA/RABA
DEMAM PANGGUNG: Penyerang Persewangi Bawang Arbaknuh Anggoro dikepung pemain Persid di Stadion Diponegoro, Minggu (4/8).

JawaPos.com – Laga perdana Persewangi di kancah Liga 3 Jatim kemarin (4/8) belum mampu menunjukkan ekspektasi maksimal. Meski bermain di kandang sendiri, Trubus Gunawan dkk hanya bermain imbang 1-1 (0-1) atas tamunya Persid Jember.

Bahkan, Macan Sangar, julukan Persid, justru unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan lima menit. Adalah Ahmad Abdurrohman yang ratusan Laros Jenggirat yang memadati Stadion Diponegoro Banyuwangi sejenak terdiam. Pemain nomor punggung 12 ini berhasil memanfaatkan umpan lambung dari sisi kiri pertahanan tim berjuluk The Lasblang (Laskar Blambangan) ini.

Unggul satu bola tentu saja memompa semangat para penggawa Persid. Beberapa kali Iwan Sampurno dkk mengancam pertahanan belakang Persewangi. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Achmad Jainuri masih belum membuahkan hasil.

Baca Juga :  Peringati Harlah Pancasila Bareng Dies Natalis

Delapan menit usai goal pertama, gawang Persewangi nyaris jebol untuk kali kedua. Beruntung, bola yang mengenai mistar gawang tidak memantul melebihi garis gawang.

Pada babak kedua, arsitek Persewangi Gusnul Yakin mencoba mengintruksikan para pemainnya untuk total menyerang ke pertahanan Persid. Beberapa kali peluang tercipta. Sayangnya, kiper Persid, Mochamad Rizal Efendi, masih cekatan menghalau dan menangkap bola.

Permainan Persewangi mulai berkembang setelah lini tengah diperkuat Novan Charis yang masuk menggantikan Maulana Cahya Firdaus. Pada menit ke-69, Persewangi berhasil menyamakan kedudukan. Dengan memanfaatkan bola mati dari tendangan bebas dari sudut sisi sebelah kiri pertahanan Persid. Bola tidak ditendang melambung, melainkan diumpan pendek menyusur tanah. Kemelut terjadi di kotak penalti Persid. Sepakan kaki Elang Gumiwang dengan kaki kiri akhirnya berhasil menjebol gawang Persid. Kedudukan imbang 1-1.

Asisten Pelatih Persewangi Febriansyah mengaku semua pemain sudah bermain baik. Hanya saja memang di babak pertama, pemain masih tampak tegang dan grogi karena baru kali pertama turun lapangan.

Baca Juga :  Jamaah Haji Puas Bersama KBIH Sabilillah

“Wajar karena baru kali pertama main. Tapi setelah babak kedua, anak-anak sudah mulai berkembang dan permainannya sudah mulai terskema sesuai arahan pelatih di ruang ganti. Buktinya berhasil membalas ketertinggalan satu goal,” jelasnya.

Pelatih Persid, Achmad Jainuri menyayangkan timnya yang tidak diperkenankan menjajal lapangan Stadion Diponegoro untuk latihan pada Minggu pagi (4/8). “Kami bersyukur  bisa bermain imbang dan bawa pulang satu poin dari goal tandang. Semoga ke depan anak-anak bisa bermain lebih baik lagi,” cetusnya.

Setelah menjamu Persid, Persewangi langsung bertandang ke markas Persipro Probolinggo 1954. Setelah kembali menjadi tuan rumah melawan PSIL Lumajang pada 1 September.

The Lasblang berada di grup E Liga 3 bersama Persid, PSIL Lumajang, Persebo Bondowoso, dan Persipro 1954 Probolinggo.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/