alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Porprov Jatim 2022

Tarung Derajat dan Anggar Sumbang Emas Terakhir

JEMBER, Jawa Pos Radar BanyuwangiUpaya menambah pundi-pundi medali  berlangsung hingga akhir pelaksanaan Porprov Jatim di Jember, Sabtu (2/7). Emas ke-15 datang dari cabor tarung derajat.

Petarung putri, Syafira Nur Islami, yang turun di partai final menang telah melawan Adinda Audina Zahroh dari Gresik. Syafira berhak mendapatkan medali emas. Raihan medali tersebut sekaligus mempertahankan prestasi medali emas di Porprov tahun 2019 lalu.

Ofisial Tarung Derajat Banyuwangi, Yoan mengatakan, performa Syafira masih cukup bagus di kelasnya. Hampir di semua pertandingan sejak babak penyisihan, Syafira menyapu bersih kemenangan 3-0. “Alhamdulillah, sesuai harapan kita masih bisa mempertahankan emas, meskipun menjadi satu-satunya medali yang kita raih di Porprov kali ini. Ada banyak faktor yang akan menjadi bahan evaluasi nanti,” kata Yoan.

Baca Juga :  Layani Makan di Tempat, Satgas Segel Tempat Duduk Warung-Restoran

Sementara itu, emas ke-16 Banyuwangi  disumbang atlet anggar putri. Ada empat atlet yang berjuang keras hingga berhasil membawa pulang medali emas di kelas eppe beregu putri. Mereka adalah Marcella Ayu Subandi, Nurayl Salsa Billa, Ellen Nova Andriani, dan Nizrina Nadia Maharani. Marcella dkk berhasil mengalahkan tim favorit dari Sidoarjo dengan skor 45-36.

MASIH BERTAHAN: Atlet tarung derajat Syafira Nur Islami mengamankan medali emas di nomor 58,1-66 kilogram putri Porprov Jatim. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

Sejak awal Sidoarjo menjadi favorit di kelas tersebut. Apalagi mereka diperkuat eks pemain dari Puslatda Jatim. Namun, keempat atlet anggar putri yang diberi tanggung jawab di partai final menyelesaikan pertandingan dengan sempurna. “Tim eppe putri Banyuwangi sebenarnya tim kuda hitam. Tidak diprediksi dan tidak diunggulkan. Alhamdulillah malah menjadi penyumbang medali untuk Banyuwangi,” ujar ofisial tim anggar, Yudha.

Baca Juga :  Hadapi Kejurda Jatim, PRSI Pilih Tiga Perenang

Porprov 2023 nanti, Yudha optimistis keempat atlet tersebut bisa menjadi andalan Banyuwangi untuk bertarung di level Jatim lagi. Usia mereka masih cukup muda sehingga masih bisa diturunkan lagi tahun depan. “Andalan kita awalnya di nomor foil beregu putra, tapi di tengah persiapan para atlet mengalami hal aneh. Dua orang kesurupan, bahkan salah satunya tanganya retak akibat memukul tembok. Ini menjadi pukulan untuk persiapan kami,” imbuhnya.

Sumbangan medali dari anggar sekaligus menjadi emas terakhir bagi Kabupaten Banyuwangi. Jika tidak ada perubahan, Banyuwangi dipastikan menempati peringkat ke- 10 dengan perolehan 16 medali emas, 23 perak, dan 29 medali perunggu. (fre/aif)

JEMBER, Jawa Pos Radar BanyuwangiUpaya menambah pundi-pundi medali  berlangsung hingga akhir pelaksanaan Porprov Jatim di Jember, Sabtu (2/7). Emas ke-15 datang dari cabor tarung derajat.

Petarung putri, Syafira Nur Islami, yang turun di partai final menang telah melawan Adinda Audina Zahroh dari Gresik. Syafira berhak mendapatkan medali emas. Raihan medali tersebut sekaligus mempertahankan prestasi medali emas di Porprov tahun 2019 lalu.

Ofisial Tarung Derajat Banyuwangi, Yoan mengatakan, performa Syafira masih cukup bagus di kelasnya. Hampir di semua pertandingan sejak babak penyisihan, Syafira menyapu bersih kemenangan 3-0. “Alhamdulillah, sesuai harapan kita masih bisa mempertahankan emas, meskipun menjadi satu-satunya medali yang kita raih di Porprov kali ini. Ada banyak faktor yang akan menjadi bahan evaluasi nanti,” kata Yoan.

Baca Juga :  Bagimu Veteran dibulan Khidmat LAZISNU

Sementara itu, emas ke-16 Banyuwangi  disumbang atlet anggar putri. Ada empat atlet yang berjuang keras hingga berhasil membawa pulang medali emas di kelas eppe beregu putri. Mereka adalah Marcella Ayu Subandi, Nurayl Salsa Billa, Ellen Nova Andriani, dan Nizrina Nadia Maharani. Marcella dkk berhasil mengalahkan tim favorit dari Sidoarjo dengan skor 45-36.

MASIH BERTAHAN: Atlet tarung derajat Syafira Nur Islami mengamankan medali emas di nomor 58,1-66 kilogram putri Porprov Jatim. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

Sejak awal Sidoarjo menjadi favorit di kelas tersebut. Apalagi mereka diperkuat eks pemain dari Puslatda Jatim. Namun, keempat atlet anggar putri yang diberi tanggung jawab di partai final menyelesaikan pertandingan dengan sempurna. “Tim eppe putri Banyuwangi sebenarnya tim kuda hitam. Tidak diprediksi dan tidak diunggulkan. Alhamdulillah malah menjadi penyumbang medali untuk Banyuwangi,” ujar ofisial tim anggar, Yudha.

Baca Juga :  ODGJ Asal Banyuwangi jadi Korban Amuk Massa

Porprov 2023 nanti, Yudha optimistis keempat atlet tersebut bisa menjadi andalan Banyuwangi untuk bertarung di level Jatim lagi. Usia mereka masih cukup muda sehingga masih bisa diturunkan lagi tahun depan. “Andalan kita awalnya di nomor foil beregu putra, tapi di tengah persiapan para atlet mengalami hal aneh. Dua orang kesurupan, bahkan salah satunya tanganya retak akibat memukul tembok. Ini menjadi pukulan untuk persiapan kami,” imbuhnya.

Sumbangan medali dari anggar sekaligus menjadi emas terakhir bagi Kabupaten Banyuwangi. Jika tidak ada perubahan, Banyuwangi dipastikan menempati peringkat ke- 10 dengan perolehan 16 medali emas, 23 perak, dan 29 medali perunggu. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/