alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kembali Pimpin Wushu, Suhadak Target Lima Emas Porprov

GIRI – Setelah masa kepengurusan habis tahun lalu, cabang olahraga (cabor) wushu akhirnya menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk periode 2021–2024 di Wisma Atlet Gelora, Rabu lalu (23/2). Dalam muskab tersebut, Suhadak kembali terpilih sebagai Ketua Umum Wushu Indonesia (WI) Banyuwangi untuk periode selanjutnya.

Kiprah Suhadak di cabang olahraga wushu sudah berlangsung cukup lama. Sejak berdiri pada 2004, Suhadak nyaris tak tergantikan sebagai ketua umum cabor bela diri asal Negeri Tirai Bambu itu. Pada muskab terakhir, Suhadak kembali terpilih secara aklamasi setelah salah satu calon yang sebelumnya digadang-gadang untuk naik menjadi ketua umum, mengundurkan diri. ”Sebenarnya sudah ada calon. Mas Erik, dia sekretaris kepengurusan sebelumnya. Tapi sebelum muskab, tiba-tiba yang bersangkutan mengundurkan diri. Terbentur dengan kesibukannya,” jelas Suhadak.

Suhadak mengakui, sejak wushu muncul di Banyuwangi, dirinya menjadi salah satu pendiri bersama beberapa orang yang saat ini ikut menjadi pengurus di WI Kabupaten Banyuwangi. Dengan terpilih kembali menjadi ketua Wushu Banyuwangi, Suhadak berharap masih bisa menambah prestasi.

Apalagi, pada Porprov 2022 mendatang, wushu Banyuwangi memasang target lima medali emas. Hal itu, kata dia, harus bisa direalisasikan. Sebab, hal itu merupakan program yang sudah disiapkan sejak periode kepengurusan sebelumnya. ”Kemarin (Porprov 2019) kita dapat tiga medali, perak dan perunggu. Sekarang kita target emas. Semoga bisa dengan dukungan semuanya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengurus Provinsi WI Jatim Heru Subagyo yang hadir dalam muskab mengatakan, pihaknya sudah lama menunggu pelaksanaan Muskab Wushu Banyuwangi. Sebab, masa kepengurusan sudah habis sejak Desember 2021 lalu.

Heru menambahkan, bila cabor wushu Banyuwangi tak segera menggelar muskab, atlet wushu dari Banyuwangi terancam tak bisa mengikuti semua event resmi, termasuk Porprov. ”Ya, akhirnya segera digelar. Ini yang kita tunggu. Karena sudah amanat AD/ART muskab harus digelar empat tahun sekali,” tegasnya.

Heru menambahkan, dirinya berharap kepengurusan wushu Banyuwangi bisa berjalan sehat. Di Banyuwangi tercatat ada delapan sasana wushu. Dia berharap angka itu bukan sekadar nama saja, tetapi pembinaan benar-benar berjalan di dalamnya. ”Kita harap wushu Banyuwangi bisa memaksimalkan prestasinya di ajang Porprov nanti,” tandasnya.

GIRI – Setelah masa kepengurusan habis tahun lalu, cabang olahraga (cabor) wushu akhirnya menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk periode 2021–2024 di Wisma Atlet Gelora, Rabu lalu (23/2). Dalam muskab tersebut, Suhadak kembali terpilih sebagai Ketua Umum Wushu Indonesia (WI) Banyuwangi untuk periode selanjutnya.

Kiprah Suhadak di cabang olahraga wushu sudah berlangsung cukup lama. Sejak berdiri pada 2004, Suhadak nyaris tak tergantikan sebagai ketua umum cabor bela diri asal Negeri Tirai Bambu itu. Pada muskab terakhir, Suhadak kembali terpilih secara aklamasi setelah salah satu calon yang sebelumnya digadang-gadang untuk naik menjadi ketua umum, mengundurkan diri. ”Sebenarnya sudah ada calon. Mas Erik, dia sekretaris kepengurusan sebelumnya. Tapi sebelum muskab, tiba-tiba yang bersangkutan mengundurkan diri. Terbentur dengan kesibukannya,” jelas Suhadak.

Suhadak mengakui, sejak wushu muncul di Banyuwangi, dirinya menjadi salah satu pendiri bersama beberapa orang yang saat ini ikut menjadi pengurus di WI Kabupaten Banyuwangi. Dengan terpilih kembali menjadi ketua Wushu Banyuwangi, Suhadak berharap masih bisa menambah prestasi.

Apalagi, pada Porprov 2022 mendatang, wushu Banyuwangi memasang target lima medali emas. Hal itu, kata dia, harus bisa direalisasikan. Sebab, hal itu merupakan program yang sudah disiapkan sejak periode kepengurusan sebelumnya. ”Kemarin (Porprov 2019) kita dapat tiga medali, perak dan perunggu. Sekarang kita target emas. Semoga bisa dengan dukungan semuanya,” tuturnya.

Sementara itu, Pengurus Provinsi WI Jatim Heru Subagyo yang hadir dalam muskab mengatakan, pihaknya sudah lama menunggu pelaksanaan Muskab Wushu Banyuwangi. Sebab, masa kepengurusan sudah habis sejak Desember 2021 lalu.

Heru menambahkan, bila cabor wushu Banyuwangi tak segera menggelar muskab, atlet wushu dari Banyuwangi terancam tak bisa mengikuti semua event resmi, termasuk Porprov. ”Ya, akhirnya segera digelar. Ini yang kita tunggu. Karena sudah amanat AD/ART muskab harus digelar empat tahun sekali,” tegasnya.

Heru menambahkan, dirinya berharap kepengurusan wushu Banyuwangi bisa berjalan sehat. Di Banyuwangi tercatat ada delapan sasana wushu. Dia berharap angka itu bukan sekadar nama saja, tetapi pembinaan benar-benar berjalan di dalamnya. ”Kita harap wushu Banyuwangi bisa memaksimalkan prestasinya di ajang Porprov nanti,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/