alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Dua Persewangi Minta Back-Up Pemkab

BANYUWANGI – Kompetisi Liga 3 Indonesia tahun ini seper­tinya sangat layak disaksikan pencinta bola Banyuwangi. Ba­gai­mana tidak, tiga tim sepak bola asal Banyuwangi, yakni Per­se­wangi FC, Persewangi 1970, dan Banyu­wangi Putra sama-sama akan ber­kompetisi di liga amatir ter­sebut.

Terutama untuk Persewangi 1970 dan Persewangi FC. Kiprah keduanya yang selama ini menjadi sorotan pencinta sepak bola di Banyuwangi akan disaksikan dalam kompetisi ini. Meski begitu, Persewangi FC sedikit lebih beruntung. Karena berstatus sebagai tim degradasi dari Liga 2, tim berjuluk Banteng Jawa ini berhak menunggu Persewangi 1970 dan Banyuwangi Putra bersama 40 tim lainnya di putaran nasional.

Menanggapi kompetisi Liga 3 yang akan digelar tersebut, Manajer Persewangi FC Hari Wi­jaya mengatakan, kini timnya berlaga di liga amatir. Secara otomatis, kata Hari, Persewangi FC juga berhak mendapat kucuran dana APBD seperti klub-klub amatir lainnya. Karena itu, dia berharap ada perhatian dari peme­rintah untuk ikut memberikan support kepada klubnya.

Baca Juga :  Pengprov PRSI Gelar Even Kejurda OWS di Situbondo

Persewangi FC juga siap jika harus mengajukan permohonan ban­tuan sesuai prosedur yang diminta oleh pemkab. ”Kita su­dah lima tahun ikut kompetisi di ranah profesional. Ibaratnya, sudah kenyang tanpa bantuan. Tapi kali ini kita berjalan di liga amatir. Kita berharap bisa ada perhatian dari pemerintah. Se­belumnya kita sempat diskusi dengan Ka­dis­pora, tapi belum ada jalan keluar. Jika dihitung, kita butuh anggaran kurang lebih Rp 4 miliar untuk bisa promosi lagi ke Liga 2,” terang pengusaha asal Genteng itu.

Senada dengan Hari Wijaya, manajer Persewangi 1970 Samidi Jos Rudy juga mengatakan, pihak­nya sudah lama mempersiapkan proposal dana hibah untuk klub­nya. Meski tidak terlalu berharap banyak, tapi dia tetap berusaha agar timnya yang notabene bermain di liga amatir bisa mem­peroleh bantuan dari pemkab. ”Kalau mengacu anggaran yang kita keluarkan musim lalu, kita butuh dana sekitar Rp 700 juta untuk mengikuti kompetisi ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Suhu Alas Purwo Panas, Banyak Pembalap Kehabisan Energi

Di sisi lain, klub Banyuwangi Putra (BP) mengaku siap kembali berkompetisi di Liga 3. Ketua BP Fathul Muin mengatakan, timnya memperoleh nomor urut 27 dalam pendaftaran. Sementara klub lainnya yang juga mempunyai lisensi dari Asprov Jatim, seperti Persewangi Muda dan Banyuwangi United, tampaknya tahun ini kembali memilih tidak mengikuti Liga 3. ”BU ikut kompetisi U-17 Asprov saja sepertinya,” kata Ketua BU M. Kayun.

Sementara itu, menanggapi harapan dari para pengurus Per­sewangi, Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan mengatakan, kemungkinan besar permohonan mereka bisa diako­modasi. Namun, untuk regulasi lengkapnya, para pengurus klub bisa langsung berkonsultasi dengan BPKAD terkait permo­honan dana hibah. (*)

BANYUWANGI – Kompetisi Liga 3 Indonesia tahun ini seper­tinya sangat layak disaksikan pencinta bola Banyuwangi. Ba­gai­mana tidak, tiga tim sepak bola asal Banyuwangi, yakni Per­se­wangi FC, Persewangi 1970, dan Banyu­wangi Putra sama-sama akan ber­kompetisi di liga amatir ter­sebut.

Terutama untuk Persewangi 1970 dan Persewangi FC. Kiprah keduanya yang selama ini menjadi sorotan pencinta sepak bola di Banyuwangi akan disaksikan dalam kompetisi ini. Meski begitu, Persewangi FC sedikit lebih beruntung. Karena berstatus sebagai tim degradasi dari Liga 2, tim berjuluk Banteng Jawa ini berhak menunggu Persewangi 1970 dan Banyuwangi Putra bersama 40 tim lainnya di putaran nasional.

Menanggapi kompetisi Liga 3 yang akan digelar tersebut, Manajer Persewangi FC Hari Wi­jaya mengatakan, kini timnya berlaga di liga amatir. Secara otomatis, kata Hari, Persewangi FC juga berhak mendapat kucuran dana APBD seperti klub-klub amatir lainnya. Karena itu, dia berharap ada perhatian dari peme­rintah untuk ikut memberikan support kepada klubnya.

Baca Juga :  AYO....Gairahkan Tinju Banyuwangi

Persewangi FC juga siap jika harus mengajukan permohonan ban­tuan sesuai prosedur yang diminta oleh pemkab. ”Kita su­dah lima tahun ikut kompetisi di ranah profesional. Ibaratnya, sudah kenyang tanpa bantuan. Tapi kali ini kita berjalan di liga amatir. Kita berharap bisa ada perhatian dari pemerintah. Se­belumnya kita sempat diskusi dengan Ka­dis­pora, tapi belum ada jalan keluar. Jika dihitung, kita butuh anggaran kurang lebih Rp 4 miliar untuk bisa promosi lagi ke Liga 2,” terang pengusaha asal Genteng itu.

Senada dengan Hari Wijaya, manajer Persewangi 1970 Samidi Jos Rudy juga mengatakan, pihak­nya sudah lama mempersiapkan proposal dana hibah untuk klub­nya. Meski tidak terlalu berharap banyak, tapi dia tetap berusaha agar timnya yang notabene bermain di liga amatir bisa mem­peroleh bantuan dari pemkab. ”Kalau mengacu anggaran yang kita keluarkan musim lalu, kita butuh dana sekitar Rp 700 juta untuk mengikuti kompetisi ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Panpel Upayakan Virtual Match

Di sisi lain, klub Banyuwangi Putra (BP) mengaku siap kembali berkompetisi di Liga 3. Ketua BP Fathul Muin mengatakan, timnya memperoleh nomor urut 27 dalam pendaftaran. Sementara klub lainnya yang juga mempunyai lisensi dari Asprov Jatim, seperti Persewangi Muda dan Banyuwangi United, tampaknya tahun ini kembali memilih tidak mengikuti Liga 3. ”BU ikut kompetisi U-17 Asprov saja sepertinya,” kata Ketua BU M. Kayun.

Sementara itu, menanggapi harapan dari para pengurus Per­sewangi, Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan mengatakan, kemungkinan besar permohonan mereka bisa diako­modasi. Namun, untuk regulasi lengkapnya, para pengurus klub bisa langsung berkonsultasi dengan BPKAD terkait permo­honan dana hibah. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/