alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Munif Berjaya untuk Kelas Master E

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ajang balap sepeda downhill level nasional digelar di kawasan Gantasan Bike Park, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kemarin. Even bersepeda penuh tantangan tersebut diikuti 450 rider dari beberapa kabupaten/kota di Jawa. Ada pula peserta dari luar pulau seperti  Kalimantan dan Sumatera. Mereka beradu cepat menaklukan jalur Gantasan.

Ada 17 kelas pertandingan yang diselenggarakan dalam even tersebut. Mulai dari kelas pra youth, men elite, woman elite, master, men hard trail, men open, woman open, dan beberapa kelas lainya. Mereka harus menaklukkan jalur terjal sepanjang 2,2 kilometer ditambah tebalnya kabut disertai hujan. Para pebalap akan mengalami tantangan yang sulit untuk menyentuh garis finis. “Even ini kita gelar untuk memberi ruang dari atlet sampai penghobi downhill supaya bisa menyalurkanya hobinya,” kata penyelenggara BIG Downhill 2021, Munif.

Melihat animo peserta yang cukup tinggi, ke depan Munif berencana menggelar even serupa. Tak hanya downhill, tapi juga enduro. “Pesertanya tidak hanya pebalap lokal Banyuwangi, ada ratusan pembalap dari luar kabupaten dan pulau. Kita juga kaget melihat tingginya animo peserta,”kata Munif.

Dari Banyuwangi  ada 23 atlet pebalap atau rider yang turun. Yang menarik, Munif juga ikut memacu sepedanya di rute Gantasan.  Di garis finis, Munif menjadi yang tercepat untuk kelas Master E (usia di atas 50 tahun). 

Munif berharap even ini bisa menjadi ajang bagi atlet  muda downhill Banyuwangi untuk meningkatkan skill. Dalam even ini  mereka berkesempatan untuk bersaing dengan para pebalap dari luar kota. “Even ini juga kita gelar secara streaming. Masyarakat bisa menyaksikan lewat streaming. Ke depan  even ini  kita gelar untuk menambah daya tarik Banyuwangi,” tegasnya.

Kepala Dispora Banyuwangi Zen Kostolani menambahkan, pemerintah terus mendorong kegiatan komunitas berbagai olahraga. Salah satunya even downhill yang digelar oleh komunitas Sego Anget. “Saat ini olahraga yang berbasis komunitas terus berkembang. Mereka terus kita support,” ujarnya.

Ketua ISSI Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, BIG Downhill menjadi salah satu even andalan balap sepeda di Banyuwangi. Sebelumnya ada  Tour de Banyuwangi Ijen dan Blue Fire Ijen yang lebih dulu menggairahkan even balap sepeda di Banyuwnagi. “Even ini sekaligus untuk  wadah bagi pencarian bibit-bibit atlet downhill Banyuwangi,” kata Guntur. 

LICIN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ajang balap sepeda downhill level nasional digelar di kawasan Gantasan Bike Park, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, kemarin. Even bersepeda penuh tantangan tersebut diikuti 450 rider dari beberapa kabupaten/kota di Jawa. Ada pula peserta dari luar pulau seperti  Kalimantan dan Sumatera. Mereka beradu cepat menaklukan jalur Gantasan.

Ada 17 kelas pertandingan yang diselenggarakan dalam even tersebut. Mulai dari kelas pra youth, men elite, woman elite, master, men hard trail, men open, woman open, dan beberapa kelas lainya. Mereka harus menaklukkan jalur terjal sepanjang 2,2 kilometer ditambah tebalnya kabut disertai hujan. Para pebalap akan mengalami tantangan yang sulit untuk menyentuh garis finis. “Even ini kita gelar untuk memberi ruang dari atlet sampai penghobi downhill supaya bisa menyalurkanya hobinya,” kata penyelenggara BIG Downhill 2021, Munif.

Melihat animo peserta yang cukup tinggi, ke depan Munif berencana menggelar even serupa. Tak hanya downhill, tapi juga enduro. “Pesertanya tidak hanya pebalap lokal Banyuwangi, ada ratusan pembalap dari luar kabupaten dan pulau. Kita juga kaget melihat tingginya animo peserta,”kata Munif.

Dari Banyuwangi  ada 23 atlet pebalap atau rider yang turun. Yang menarik, Munif juga ikut memacu sepedanya di rute Gantasan.  Di garis finis, Munif menjadi yang tercepat untuk kelas Master E (usia di atas 50 tahun). 

Munif berharap even ini bisa menjadi ajang bagi atlet  muda downhill Banyuwangi untuk meningkatkan skill. Dalam even ini  mereka berkesempatan untuk bersaing dengan para pebalap dari luar kota. “Even ini juga kita gelar secara streaming. Masyarakat bisa menyaksikan lewat streaming. Ke depan  even ini  kita gelar untuk menambah daya tarik Banyuwangi,” tegasnya.

Kepala Dispora Banyuwangi Zen Kostolani menambahkan, pemerintah terus mendorong kegiatan komunitas berbagai olahraga. Salah satunya even downhill yang digelar oleh komunitas Sego Anget. “Saat ini olahraga yang berbasis komunitas terus berkembang. Mereka terus kita support,” ujarnya.

Ketua ISSI Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, BIG Downhill menjadi salah satu even andalan balap sepeda di Banyuwangi. Sebelumnya ada  Tour de Banyuwangi Ijen dan Blue Fire Ijen yang lebih dulu menggairahkan even balap sepeda di Banyuwnagi. “Even ini sekaligus untuk  wadah bagi pencarian bibit-bibit atlet downhill Banyuwangi,” kata Guntur. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/