alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Porprov Jatim 2022

Penampilan di Bawah Rata-Rata, PDBI Siap Evaluasi

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kiprah cabor drumband di ajang Porprov Jatim VII jauh dari harapan. Dari semua nomor yang diikuti, grup drumband Banyuwangi selalu terpental dari urutan 5 besar. Bahkan, beberapa kali tim drumband tersungkur di peringkat dasar.

Pada Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) mix, Banyuwangi berada di peringkat 11 dari 13 peserta. Kemudian di nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putra 800 meter, Banyuwangi bertengger di peringkat 8 dari 13 peserta. Di nomor LBJP putri 400 meter, Banyuwangi ada di peringkat 9 dari 13 peserta.

Ketua Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Banyuwangi Suratno mengatakan, porprov tahun ini menjadi yang pertama baginya selama memimpin cabor drumband. Dia menyebut, hasil kurang memuaskan kali ini tentunya akan menjadi evaluasi ke depan. ”Evaluasi terutama di internal. Terkait strategi perekrutan, pembinaan, pelatihan, dan waktu untuk ukuran kekompakan tidak bisa instan, ini jadi evaluasi kami selain sarpras,” tegasnya.

Baca Juga :  Bersaing Like untuk Rebut The Best Virtual

Suartno pun mengamini jika kualitas tim yang berangkat ke porprov belum matang sepenuhnya. Apalagi, jika dibanding dengan persiapan tim lain yang rata-rata di atas 4 bulan. Tim Banyuwangi hanya melakukan persiapan selama dua bulan akibat perombakan grup. ”Tim sempat kita bongkar, lalu kita siapkan lagi padahal waktu sudah mepet. Ini yang membuat persiapan tidak maksimal,” terangnya.

Ke depannya, Suratno akan mengubah pola perekrutan dan persiapan tim. Ada kemungkinan, pihaknya akan menunjuk sejumlah sekolah untuk mempersiapkan satu tim. ”Akan kita coba kontrak dengan satu dua atau beberapa sekolah. Nanti kita kombinasi pemain yang paling siap,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

JEMBER, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kiprah cabor drumband di ajang Porprov Jatim VII jauh dari harapan. Dari semua nomor yang diikuti, grup drumband Banyuwangi selalu terpental dari urutan 5 besar. Bahkan, beberapa kali tim drumband tersungkur di peringkat dasar.

Pada Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) mix, Banyuwangi berada di peringkat 11 dari 13 peserta. Kemudian di nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putra 800 meter, Banyuwangi bertengger di peringkat 8 dari 13 peserta. Di nomor LBJP putri 400 meter, Banyuwangi ada di peringkat 9 dari 13 peserta.

Ketua Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Banyuwangi Suratno mengatakan, porprov tahun ini menjadi yang pertama baginya selama memimpin cabor drumband. Dia menyebut, hasil kurang memuaskan kali ini tentunya akan menjadi evaluasi ke depan. ”Evaluasi terutama di internal. Terkait strategi perekrutan, pembinaan, pelatihan, dan waktu untuk ukuran kekompakan tidak bisa instan, ini jadi evaluasi kami selain sarpras,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Perak dan Dua Perunggu dari Kejurda

Suartno pun mengamini jika kualitas tim yang berangkat ke porprov belum matang sepenuhnya. Apalagi, jika dibanding dengan persiapan tim lain yang rata-rata di atas 4 bulan. Tim Banyuwangi hanya melakukan persiapan selama dua bulan akibat perombakan grup. ”Tim sempat kita bongkar, lalu kita siapkan lagi padahal waktu sudah mepet. Ini yang membuat persiapan tidak maksimal,” terangnya.

Ke depannya, Suratno akan mengubah pola perekrutan dan persiapan tim. Ada kemungkinan, pihaknya akan menunjuk sejumlah sekolah untuk mempersiapkan satu tim. ”Akan kita coba kontrak dengan satu dua atau beberapa sekolah. Nanti kita kombinasi pemain yang paling siap,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/