alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Cost Tinggi, Ketua PSSI Kurang Diminati

BANYUWANGI – Kongres Asosiasi Kabupaten PSSI Banyuwangi usai digelar Sabtu (27/2) sore kemarin. Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Nasdem, Agung Setyo Wibowo terpilih sebagai ketua setelah satu-satunya calon ketua Andik Purwanto mengundurkan diri sebelum kongres digelar.

Berbeda dengan kongres digelar pada 2016 lalu, Kongres  digelar tahun ini tampak sepi peminat. Khususnya untuk jabatan calon ketua umum. Padahal, pada kongres tahun 2016 lalu, ada empat nama  muncul sebagai calon ketua. Mulai dari Manajer Banyuwangi Putra, Akhmad Khairullah, Eks manajemen Persewangi Sunarko, Nanang Nur Ahmadi sampai Politisi Gerindra akhirnya terpilih sebagai ketua, Andik Purwanto.

Saat itu, ada 51 voters memberikan suara dalam Kongres. Proses berjalanya kongres juga berlangsung cukup panas, sampai terjadi insiden walkout dari pendukung salah satu calon. Sampai akhirnya terpilih Andik Purwanto sebagai Ketua Umum didampingi Almarhum Nurhamim kala itu menjadi wakil ketua.

Terkait sepinya peminat kursi ketua PSSI Banyuwangi kali ini, calon ketua umum PSSI Banyuwangi, Andik Purwanto mengatakan bahwa dirinya sengaja mundur karena ingin fokus kepada masalah hukum  sedang dihadapinya.

Dia khawatir jika memaksakan diri maju, justru akan membuat proses kongres tidak berjalan maksimal. Meski demikian, Andik juga mengaku cukup heran dengan sepinya peminat ketua PSSI tahun ini. Apalagi jika dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya  menurutnya cukup hangat. “Kalau saya melihat, dari dulu pertarungan ketua ini costnya (biaya pencalonan) terlalu tinggi. Belum lagi pengkondisian untuk para voter. Itu juga  mungkin menjadi pertimbangan,” kata Andik.

Baca Juga :  Atlet Bridge Uji Kesiapan lewat Kejurkab

Padahal, Andik mengatakan jika dirinya sudah mencoba merampingkan jumlah voter atau pemilik hak suara dalam kongres. Dengan tujuan agar mereka yang akan maju sebagai ketua PSSI Banyuwangi tidak harus merasakan persiapan  berbelit. Dari 51 voter dipangkanya menjadi tinggal 43 voters saja.

Mewakili klub dari liga 1, liga 2 dan liga amatir. “Tapi rupanya dari dulu tidak berubah. Setiap voter saling berkomunikasi. saya kemarin memang didesak beberapa tokoh untuk maju lagi. Tapi saya ingin fokus dulu menyelesaikan masalah yang saya hadapi,” tegasnya.

Selain masalah tingginya cost untuk bertarung dalam kongres, Andik juga melihat minimnya dana pembinaan dikelola PSSI membuat beberapa calon ketua berfikir ulang. Sebelum KONI Banyuwangi menerapkan regulasi pemberian dana hibah dengan sistem presentasi dan prestasi cabor, PSSI selalu mendapat anggaran dengan nilai di atas Rp 200 juta.

Tapi kini anggaran diterima PSSI berada di bawah angka Rp100 juta, bahkan beberapa tahun terakhir bertahan di angka Rp 40 juta. Dengan jumlah itu menurut, jika calon ketua tidak memiliki anggaran  benar-benar kuat maka akan kesulitan menjalankan organisasi.

Baca Juga :  Balapan Sepi, Pembalap Eko Setiawan Banting Setir Jadi Tour Rider

Seperti menggelar kompetisi liga1, liga 2 sampai kelompok umur yang rutin digelar. “Ketika anggaran hanya Rp 40 juta, itu sudah habis untuk membiayai wasit dan untuk beli piala saja, apalagi pertandingan tidak bisa ditiketkan. Tapi saya yakin, kalau seperti Pak Agung (ketua terpilih) akan tetap bisa. Karena dia juga berangkat dari orang bola,”tegasnya.

Sementara itu, dalam kongres kemarin terpilih lima Exco yaitu Roni Nurdiansyah, Jarsi, Agus Irawan dan Alan Yuda Prawira dan Puji Rahayu sebagai perwakilan exco perempuan. Mereka berlima memperoleh suara terbanyak dari total 7 Exco yang mengajukan diri. Pemegang hak suara dalam Kongres Luar Biasa ini sebanyak 43 voter yang terdiri 3 klub amatir, 20 klub Liga 1 dan 20 klub Liga 2 Banyuwangi. Dari 43 pemilik suara, 42 klub hadir dalam kongres. Satu – satunya klub yang absen adalah Caesar dari Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Sedangkan jabatan wakil ketua umum diemban eks pelatih Persewangi FC, Bagong Iswahyudi. “Kongres ini sudah dirancang sejak November 2020. Pelaksanaannya sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19.Sehingga baru terlaksana pada 27 Februari 2021 setelah mendapat izin dari Satgas Covid 19,”kata Ketua Panitia, Sunjoyo Hadi.(fre/afi)

BANYUWANGI – Kongres Asosiasi Kabupaten PSSI Banyuwangi usai digelar Sabtu (27/2) sore kemarin. Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Nasdem, Agung Setyo Wibowo terpilih sebagai ketua setelah satu-satunya calon ketua Andik Purwanto mengundurkan diri sebelum kongres digelar.

Berbeda dengan kongres digelar pada 2016 lalu, Kongres  digelar tahun ini tampak sepi peminat. Khususnya untuk jabatan calon ketua umum. Padahal, pada kongres tahun 2016 lalu, ada empat nama  muncul sebagai calon ketua. Mulai dari Manajer Banyuwangi Putra, Akhmad Khairullah, Eks manajemen Persewangi Sunarko, Nanang Nur Ahmadi sampai Politisi Gerindra akhirnya terpilih sebagai ketua, Andik Purwanto.

Saat itu, ada 51 voters memberikan suara dalam Kongres. Proses berjalanya kongres juga berlangsung cukup panas, sampai terjadi insiden walkout dari pendukung salah satu calon. Sampai akhirnya terpilih Andik Purwanto sebagai Ketua Umum didampingi Almarhum Nurhamim kala itu menjadi wakil ketua.

Terkait sepinya peminat kursi ketua PSSI Banyuwangi kali ini, calon ketua umum PSSI Banyuwangi, Andik Purwanto mengatakan bahwa dirinya sengaja mundur karena ingin fokus kepada masalah hukum  sedang dihadapinya.

Dia khawatir jika memaksakan diri maju, justru akan membuat proses kongres tidak berjalan maksimal. Meski demikian, Andik juga mengaku cukup heran dengan sepinya peminat ketua PSSI tahun ini. Apalagi jika dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya  menurutnya cukup hangat. “Kalau saya melihat, dari dulu pertarungan ketua ini costnya (biaya pencalonan) terlalu tinggi. Belum lagi pengkondisian untuk para voter. Itu juga  mungkin menjadi pertimbangan,” kata Andik.

Baca Juga :  1.500 Crosser Jawa-Bali Jajal Trek Tegalsari

Padahal, Andik mengatakan jika dirinya sudah mencoba merampingkan jumlah voter atau pemilik hak suara dalam kongres. Dengan tujuan agar mereka yang akan maju sebagai ketua PSSI Banyuwangi tidak harus merasakan persiapan  berbelit. Dari 51 voter dipangkanya menjadi tinggal 43 voters saja.

Mewakili klub dari liga 1, liga 2 dan liga amatir. “Tapi rupanya dari dulu tidak berubah. Setiap voter saling berkomunikasi. saya kemarin memang didesak beberapa tokoh untuk maju lagi. Tapi saya ingin fokus dulu menyelesaikan masalah yang saya hadapi,” tegasnya.

Selain masalah tingginya cost untuk bertarung dalam kongres, Andik juga melihat minimnya dana pembinaan dikelola PSSI membuat beberapa calon ketua berfikir ulang. Sebelum KONI Banyuwangi menerapkan regulasi pemberian dana hibah dengan sistem presentasi dan prestasi cabor, PSSI selalu mendapat anggaran dengan nilai di atas Rp 200 juta.

Tapi kini anggaran diterima PSSI berada di bawah angka Rp100 juta, bahkan beberapa tahun terakhir bertahan di angka Rp 40 juta. Dengan jumlah itu menurut, jika calon ketua tidak memiliki anggaran  benar-benar kuat maka akan kesulitan menjalankan organisasi.

Baca Juga :  Atlet Bridge Uji Kesiapan lewat Kejurkab

Seperti menggelar kompetisi liga1, liga 2 sampai kelompok umur yang rutin digelar. “Ketika anggaran hanya Rp 40 juta, itu sudah habis untuk membiayai wasit dan untuk beli piala saja, apalagi pertandingan tidak bisa ditiketkan. Tapi saya yakin, kalau seperti Pak Agung (ketua terpilih) akan tetap bisa. Karena dia juga berangkat dari orang bola,”tegasnya.

Sementara itu, dalam kongres kemarin terpilih lima Exco yaitu Roni Nurdiansyah, Jarsi, Agus Irawan dan Alan Yuda Prawira dan Puji Rahayu sebagai perwakilan exco perempuan. Mereka berlima memperoleh suara terbanyak dari total 7 Exco yang mengajukan diri. Pemegang hak suara dalam Kongres Luar Biasa ini sebanyak 43 voter yang terdiri 3 klub amatir, 20 klub Liga 1 dan 20 klub Liga 2 Banyuwangi. Dari 43 pemilik suara, 42 klub hadir dalam kongres. Satu – satunya klub yang absen adalah Caesar dari Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Sedangkan jabatan wakil ketua umum diemban eks pelatih Persewangi FC, Bagong Iswahyudi. “Kongres ini sudah dirancang sejak November 2020. Pelaksanaannya sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19.Sehingga baru terlaksana pada 27 Februari 2021 setelah mendapat izin dari Satgas Covid 19,”kata Ketua Panitia, Sunjoyo Hadi.(fre/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/