SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – SMAN 2 Situbondo (SMADA) menggelar acara ”SMADA Prima Bersholawat”, Kamis (16/3). Acara puncak yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi SMADA yang ke-46 ini mengundang pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR Achmad Azaim Ibrahimy.
Kegiatan selawat digelar secara internal di lingkungan sekolah SMAN 2 Situbondo diikuti para siswa, jajaran guru, maupun wali murid. Turut hadir Wakil Bupati Situbondo Hj Khoirani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siti Aisyah, sejumlah anggota DPRD, serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).
Kepala SMA Negeri 2 Situbondo Drs Winarto mengatakan, acara selawat tersebut digelar untuk mengingatkan diri agar lebih dekat dengan Nabi Muhammad. Selain itu, sebagai bekal bagi para peserta didik agar lebih baik ke depannya.
”Tujuan dari acara SMADA Prima Bersholawat untuk selalu dekat dengan junjungan kita, Nabi Muhammad. Dan, pada akhirnya akan memberi bekal anak-anak SMADA untuk menapak hidup yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya usai acara kemarin (16/3).
Pria yang akrab disapa Pak Win itu berharap, momen itu bisa terus menyadarkan diri agar tidak lupa untuk berselawat. Sehingga, bisa menjadi bagian dari orang-orang yang selamat. ”Guru atau pun anak-anak SMADA setelah selesai acara pengajian ini diharapkan bisa terus ingat untuk berselawat,” harapnya.
Pak Win menjelaskan, kegiatan selawat merupakan bentuk edukasi yang langsung diberikan kepada peserta didik. Tujuannya untuk membentuk karakter seseorang yang gemar berselawat. ”Kegiatan berselawat memberikan edukasi kepada siswa dan siswi pada pendidikan karakter. Sehingga, anak-anak kami nanti diharapkan meniru atau meneladani akhlak Nabi Muhammad,” bebernya.
Pak Win mengatakan, kegiatan berselawat tersebut baru pertama kali digelar SMADA, termasuk juga selawat yang digelar bersama ”Bhening” asuhan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. ”Sudah waktunya siswa dekat dengan kegiatan yang bersifat religi. Di mana zaman yang semakin modern semakin terbuka untuk berinteraksi dengan siapa pun dari mana saja. Dengan bekal agama inilah, diharapkan tingkah laku anak-anak SMADA akan terus mampu meneladani Nabi Muhammad,” jelasnya.
Sementara itu, pengasuh pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo KHR Achmad Azaim Ibrahimy dalam ceramahnya mengatakan, kegiatan SMADA berselawat diharapkan bisa menjadi semangat baru bagi pelajar untuk menuju masa depan. ”Kami melihat ada wajah-wajah penentu negeri ini, yakni anak-anak SMADA. Ketika pemudanya mencintai nabinya, senantiasa berselawat kepada nabi, maka pemimpin kita di masa depan adalah pemimpin yang baik yang adil,” ungkapnya.
Kiai Azaim menyatakan, meski nantinya para pelajar sukses secara ekonomi, duniawi, maupun sosial, namun perlu diingat bahwa hal itu bukan sekadar capaian seorang diri. Melainkan, ada orang tua yang senantiasa mendoakan. ”Orang tua ada tiga, yang pertama yang melahirkan kita. Kemudian mertua dan guru kita. Maka, jangan pernah merusak hubungan baik dengan mereka. Bahkan, ridho guru adalah keberkahan yang kita peroleh,” pungkasnya. (wan/pri/c1)