Ada 12 siswa yang tampil dalam event tersebut. Terdiri dari penari, penabuh gamelan, dan sinden. Para seniman muda ini tampil di ”Indonesian Day Show” di Vinegar Yard yang merupakan rangkaian ajang Experience Indonesia. Kegiatan itu juga dihadiri langsung Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.
Banyuwangi mendapat undangan khusus dari Kementerian Luar Negeri untuk mengisi Experience Indonesia di London, Inggris. Acara ini merupakan kegiatan tahunan KBRI London sebagai forum promosi Indonesia melalui keunggulan UMKM, kuliner, potensi ekonomi, serta seni budaya, sekaligus membuka potensi kerja sama Indonesia-Inggris di sektor pariwisata, investasi, dan perdagangan.
Dalam kegiatan Experience Indonesia tersebut, selain seni budaya, beragam produk UMKM unggulan Banyuwangi juga ditampilkan. Mulai produk kerajinan, kuliner khas, hingga kopi asli Banyuwangi dipamerkan dalam event yang dihadiri banyak kalangan dari masyarakat, pebisnis, hingga pemerintahan Inggris.
Bahkan, pihak kedutaan meminta agar perlengkapan dan alat musik tradisional yang dibawa dari Banyuwangi seperti kostum gandrung, gamelan, gong, dan kendang, diberikan pada kantor kedutaan Indonesia di London, Inggris.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, kontingen seni budaya Banyuwangi tampil di luar negeri sudah sering tampil di ajang mancanegara. Selain ke Inggris, pada tahun 2019 lalu Banyuwangi juga diundang sebagai duta kesenian Indonesia di Festival Janadriyah Ke-33 di Riyadh, Arab Saudi. ”Sudah tak terhitung ke mana saja,” ujar lelaki yang akrab disapa Bram itu.
Penampilan 20 seniman Banyuwangi yang membawakan berbagai tarian dan musik khas daerah tersebut mendapatkan sambutan meriah dari warga Arab yang menyaksikan. Kontingen Banyuwangi sendiri tampil di Festival Janadriyah selama empat hari atau sejak tanggal 1–4 Januari 2019. Sejumlah kesenian yang ditampilkan di antaranya tari Rodat Syiiran, Kuntulan, Kundaran, hingga kesenian Hadrah dan Kendang Kempul.
Selain itu, pada Juli 2018 tari gandrung Banyuwangi juga mencuri perhatian dunia. Para penari gandrung mendapat kehormatan tampil di Chicago, Amerika Serikat (AS). Aksi tari itu disaksikan 2.000 pengunjung dari kalangan pengusaha maupun masyarakat Chicago dan 13 negara bagian di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Di antaranya, Kentucky, Illinois, dan Minnesota.
Di AS, penari gandrung tampil di ajang Remarkable Indonesia Fair (RIF) 2018 di Chicago. Acara yang didukung Kementerian Luar Negeri itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan dunia usaha Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Sebelumnya, tarian khas ini telah berkali-kali disajikan dalam berbagai acara nasional dan internasional, antara lain dalam acara kenegaraan di Istana Negara dan acara kebudayaan di Jerman, Malaysia, Prancis, Hongkong, Brunei Darussalam, serta Jepang. ”Ini merupakan momentum yang baik untuk memperkenalkan segala potensi Banyuwangi kepada publik di luar negeri. Selain ragam seni-budaya, juga akan semaksimal mungkin mempromosikan beragam produk unggulan, ada batik, handicraft, kuliner, dan pesona alam yang indah seperti fenomena api biru atau blue flames di Kawah Ijen,” tandas Bram. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono