Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

200 Penari Gandrung Sewu Jalani Workshop

Gerda Sukarno Prayudha • Jumat, 16 September 2022 | 16:03 WIB
penari Gandrung diberikan beberapa gerakan tarian  di gedung Wanita. Workshop tersebut di gunakan bekal tampil yang rencananya tampil di acara gndrung sewu.
penari Gandrung diberikan beberapa gerakan tarian di gedung Wanita. Workshop tersebut di gunakan bekal tampil yang rencananya tampil di acara gndrung sewu.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Persiapan Festival Gandrung Sewu tahun ini terus berjalan. Kemarin (15/9), sebanyak 200 penari gandrung dari sejumlah kecamatan mengikuti workshop di Gedung Wanita Paramitha Kencana.

Peserta workshop adalah para penari yang disiapkan untuk menjadi master dalam pertunjukan Gandrung Sewu yang digelar 29 Oktober mendatang. Workshop berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (14/9) hingga Jumat (16/9). Mereka berlatih menari sejak pukul 08.00 sampai 16.00.

Ada 20 pelatih dan kru yang memberikan arahan kepada para penari untuk bisa mengikuti konfigurasi sesuai tema Gandrung Sewu tahun ini, yaitu Sumunare Tlatah Blambangan. ”Setiap tahun kita membawakan penampilan yang berbeda. Selalu kita ubah, termasuk tahun ini,” kata ketua pelaksana Gandrung Sewu, Suko Prayitno.

Para penari yang sudah mengikuti workshop, nantinya akan kembali berlatih di Stadion Diponegoro. Mereka akan menjadi leader dari ratusan penari lainnya. ”Sebanyak 200 penari yang ikut workshop ibaratnya sebagai master. Sisanya yang 700 lebih penari akan dibimbing oleh peserta yang ikut workshop. Setiap 20 penari mewakili 100 penari,” kata Suko.

Tahun ini animo masyarakat untuk menjadi bagian dari penari Gandrung Sewu cukup tinggi. Dibanding tahun sebelumnya, peserta yang ikut seleksi lebih banyak. Jika boleh dipilah, animo masyarakat dari kawasan Banyuwangi selatan yang cukup besar.

Tak hanya itu, kualitas pelajar dari Banyuwangi selatan yang berminat menjadi penari cukup bagus. Stok penari gandrung dari wilayah selatan lebih melimpah dibandingkan dengan Kecamatan Banyuwangi, Licin, dan Glagah. ”Mungkin faktor orang tua yang sangat mendukung anaknya ikut Gandrung Sewu,” ucap Suko.

Photo
Photo
penari Gandrung diberikan beberapa gerakan tarian di gedung Wanita. Workshop tersebut di gunakan bekal tampil yang rencananya tampil di acara gndrung sewu.

Ada sejumlah kriteria untuk bisa lolos seleksi Gandrung Sewu. Di antaranya kemampuan penguasaan menari dan syarat tinggi badan minimal 145 sentimeter. ”Yang penting menguasai tari dengan baik. Untuk mengujinya, peserta kita minta menari gandrung,” imbuhnya.

Salah satu panitia Gandrung Sewu Cornelis Mangisi menambahkan, stok regenerasi penari gandrung dari wilayah dengan mayoritas suku Oseng justru minim. Jumlah penari terbanyak justru muncul dari wilayah dengan mayoritas Madura dan Mataraman. ”Yang banyak justru dari wilayah Kalibaru, Cluring, Bangorejo. Wongsorejo juga banyak yang ikut seleksi,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#gandrung sewu #Banyuwangi Festival