Perlu diketahui, sebanyak 500 kosakata telah diinventarisasi dari kegiatan pengumpulan data di Banyuwangi beberapa bulan lalu. Kosakata sejumlah itu juga telah melalui tahap verifikasi oleh narasumber ahli di bidangnya pada 23–25 Mei 2022 lalu.
Sementara itu, kegiatan SKBD ini dihadiri Kepala Balai Bahasa Jatim Umi Kulsum bersama tim KKLP KI Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Sedangkan narasumber Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kamus dan Istilah (KI) dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa diwakili Adi Budiwiyanto dan Amat Triatna. Hadir juga dalam acara tersebut Agus Mursidi dari Universitas Banyuwangi (Uniba) dan Minhajul Qowim dari Pusat Penelitian (Puslit) Bahasa Oseng dan Yayasan Dewan Kesenian Blambangan.
Sejumlah narasumber tersebut berkumpul untuk memvalidasi entri dan makna kosakata bahasa Oseng. ”Dari hasil validasi tersebut, 402 entri disetujui untuk dimasukkan ke KBBI, 81 entri ditolak, dan 17 entri tidak terbahas,” ujar Minhajul Qowim.
Usai melalui tahap validasi, kosakata tersebut akan melalui tahap revisi akhir sebelum diusulkan untuk memperkaya KBBI. ”Jumlah kata yang divalidasi 500. Kata yang berhasil dibahas 483, kata yang diterima 402, kata yang ditolak 81, dan kata yang belum dibahas 17,” ujar Qowim yang pernah menjadi editor bahasa di Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. (sgt/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud