GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Banyuwangi dikenal kaya akan tradisi dan budaya. Salah satunya ritual seblang yang digelar warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, selama sepekan setiap awal bulan Syawal pada kalender Hijriah.
Meskipun rutin digelar setiap tahun, namun jauh-jauh hari tak seorang pun bisa memastikan kapan ritual tari seblang dimulai. Sebab, penentuan kapan seblang dimulai baru diketahui beberapa hari sebelumnya. Itu pun bukan oleh pihak panitia atau pihak paguyuban adat setempat, tetapi oleh mahluk tak kasat mata melalui perantara, yakni salah satu warga setempat yang kerasukan roh leluhur.
Ketua Paguyuban Adat Seblang Olehsari Ansori mengatakan, walaupun tak pasti, namun mengacu pengalaman dari tahun ke tahun, namun biasanya sosok yang dirasuki arwah leluhur masyarakat setempat memilih Senin atau Jumat pertama setelah Idul Fitri sebagai hari dimulainya ritual seblang. “Bisa jadi itulah hari yang disukai leluhur warga Desa Olehsari,” ujarnya.
Selain penentuan hari dimulainya ritual tari Seblang Olehsari, roh leluhur pulalah yang menentukan sosok yang ditunjuk sebagai penari seblang. Sosok penari seblang tersebut diyakini memiliki garis keturunan dari penari seblang pertama.
Namun sayang, sangat sulit melacak asal usul tari seblang Olehsari. Termasuk siapakah penari seblang pertama serta kapan ritual ini kali pertama dilakukan. Versi Kepala Desa (Kades) Olehsari, ritual ini telah digelar turun temurun sejak sekitar 200 sampai 300 tahun lalu. “Ritual ini sudah digelar sejak zaman penjajahan Belanda,” ujarnya.
Informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum Susi Susanti yang didaulat menjadi penari seblang pada tahun 2018, 2019, dan 2022, peran vital dalam rangkaian ritual seblang periode 2017, 2016, dan 2015 diemban Fadia Yulianti.
Sedangkan sebelum Fadia, sosok yang dipilih oleh roh leluhur untuk menjadi penari seblang adalah Suidah. Ditelisik ke belakang, ada pula Wahyuni. Wahyuni menjadi penari seblang sejak sekitar tahun 2006 atau sebelum “era” seblang Suidah. Menariknya, Wahyuni merupakan kakak kandung Susi Susanti yang notabene merupakan penari seblang tahun ini.
Wahyuni meneruskan “tongkat estafet” menjadi penari seblang yang sebelumnya dipegang oleh Irawati. Sedangkan jauh sebelum Irawati, tugas menjadi penari seblang diemban Mak Enah yang tak lain adalah nenek dari Wahyuni dan Susi Susanti.
Editor : Rahman Bayu Saksono