Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batik Beras Kutah, Motif yang Bermakna Kemakmuran

Ali Sodiqin • Senin, 6 September 2021 | 19:15 WIB
batik-beras-kutah-motif-yang-bermakna-kemakmuran
batik-beras-kutah-motif-yang-bermakna-kemakmuran


RadarBanyuwangi.id – Beras sebagai salah satu bahan makanan pokok masyarakat di Indonesia dan di Banyuwangi, ternyata mengilhami pembatik di Banyuwangi menjadi sebuah motif batik yang diberi nama Beras Kutah.



Beras dalam bahasa Jawa biasa disebut wos, sementara kutah atau dalam bahasa Jawa wutah berarti tumpah. Secara harfiah beras kutah atau wos wutah bisa dimaknai beras yang tumpah melebihi tempatnya. Kondisi tersebut di dalam pandangan masyarakat Banyuwangi dianggap sebagai rezeki yang berlimpah.



Motif batik Beras Kutah ini sudah lama menjadi salah satu motif batik khas Banyuwangi, entah siapa yang menciptakan dan memopulerkan. Nyatanya, dalam berbagai aplikasi batik khas Banyuwangi Beras Kutah kerap menghiasi perpaduan sejumlah motif batik khas kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini.



Secara fisik gambar Beras Kutah adalah menyerupai butiran beras tumpah. Dalam pengerjaannya, motif batik beras kutah ini menggunakan stamp. Ini agar butiran yang menyerupai beras tersusun dengan rapi pada permukaan kain. ”Kalau warnanya tidak mesti harus putih, bisa diwarna-warni. Tapi permukaan gambarnya jelas menyerupai butiran beras,” ujar Imelda, seorang pembatik asal Kecamatan Kabat, Banyuwangi.



Beras Kutah atau wos wutah adalah sebuah ungkapan gemah ripah loh jinawi atau tenteram, makmur, kekayaan yang berlimpah. Pada zaman dahulu kala, kemakmuran ditandai dengan hasil panen yang berlimpah. Bisa jadi batik Beras Kutah ini adalah merupakan representasi masyarakat agraris atau petani dengan hasil panen melimpah.



Secara filosofi motif batik Beras Kutah ini menggambarkan harapan dan keinginan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah atau kehidupan yang lebih makmur. Bisa juga diartikan sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.



Agar tampak ciri khas batik khas Banyuwangi, motif Beras Kutah ini juga tetap dipadu dengan motif lainnya yakni motif Gajah Oling. ”Ciri khas batik Banyuwangi adalah kaya akan corak warnanya yang ngejreng berwarna-warni, gambar sekecil apa pun masih bisa diwarnai,” jelasnya.



Karena salah satu jenis batik stamp, pengerjaan motif batik Beras Kutah ini tak memerlukan banyak waktu dalam produksinya. Alat stamp dari campuran besi dan tembaga bergambar motif dicelupkan pada cairan malam, kemudian ditempelkan pada kain putih. Cairan malam bermotif Beras Kutah menempel pada permukaan kain. ”Selanjutnya tinggal mencelupkan pada warna yang diinginkan, sudah selesai. Sederhana tapi syarat akan makna. Harapannya semoga yang mengenakan batik motif ini diberikan rezeki yang melimpah dan sejahtera,” pungkas Imelda. (ddy/bay/c1)



Editor : Ali Sodiqin
#budaya #kerajinan