RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Suro dalam penanggalan Jawa bukan sekadar bulan biasa. Ia diyakini sakral, penuh energi gaib, dan menjadi momen puncak bagi para peziarah spiritual.
Dan bicara tempat yang jadi magnet di bulan Suro, nama Alas Purwo di ujung timur Banyuwangi selalu mencuat di urutan pertama.
Dikenal sebagai hutan tertua di Pulau Jawa, Alas Purwo bukan cuma kawasan konservasi, tapi juga kawasan yang diyakini menyimpan kerajaan gaib.
Saat bulan Suro tiba, tempat ini tak pernah sepi dari peziarah, pertapa, hingga pencari berkah. Berikut tujuh titik di Alas Purwo yang paling sering dikunjungi saat bulan Suro.
1. Goa Istana
Tempat ini selalu menempati posisi teratas dalam daftar destinasi spiritual. Terletak tak jauh dari Pantai Pancur, Goa Istana dipercaya sebagai gerbang menuju kerajaan jin.
Di bulan Suro, banyak yang datang untuk tirakat, semedi, bahkan ngalap berkah. Konon, Bung Karno pun pernah bersemedi di sini.
2. Goa Mayangkoro
Letaknya tidak jauh dari Goa Istana, tapi suasananya lebih sunyi. Banyak yang percaya bahwa Goa Mayangkoro cocok untuk semedi jangka panjang.
Para pelaku spiritual menyebut goa ini memiliki “aura teduh” dan getaran yang kuat selama bulan Suro.
3. Goa Padepokan
Diberi nama “padepokan” karena bentuknya yang mirip ruang semedi. Goa ini memiliki lorong pendek dengan bagian dalam yang sempit, namun terasa “adem” bagi mereka yang datang untuk menyendiri dan bertafakur.
Pada malam 1 Suro, sering terlihat dupa dan sesajen di sekitar area goa. Jangan heran ketika banyak orang ditemui saat Suro di spot ini.
4. Goa Jepang
Berbeda dari goa-goa spiritual lainnya, Goa Jepang punya latar sejarah militer. Goa ini dulunya digunakan tentara Jepang sebagai bunker.
Di bulan Suro, banyak peziarah datang untuk merenungi sejarah, atau karena aura mistis yang masih terasa dari peninggalan perang.
Baca Juga: Mitos Portal Gaib Penghubung Alas Purwo dan Gunung Raung: Jejak Kerajaan Lelembut di Timur Jawa
5. Sendang Srengege
Sendang (mata air) ini sering disebut sebagai "air awet muda". Terletak di dalam kawasan hutan, banyak yang datang membawa botol untuk mengambil airnya.
Saat malam 1 Suro, ritual pengambilan air sendang ini dilakukan dengan prosesi yang sunyi dan khusyuk.
Disini, banyak orang yang percaya menjadi lokasi paling sering sosok Gayatri muncul. Gayatri merupakan mahluk spiritual yang konon baik hatinya.
Banyak dari mereka yang berharap bisa jumpa, namun anehnya justru Gayatri malah tidak pernah bisa ditemui.
Konon, ibu dari Raja-Raja kerajaan di Jawa ini hanya sudi menemui mereka yang sudah digariskan takdir.
6. Situs Kawitan
Tak jauh dari gerbang Alas Purwo, terdapat situs petilasan para leluhur yang disebut Situs Kawitan. Kawasan ini sering dijadikan tempat awal ritual sebelum masuk ke tempat-tempat lainnya.
Banyak peziarah melakukan doa pembuka dan permohonan keselamatan di sini sebelum masuk lebih dalam.
7. Pura Luhur Giri Salaka
Meski Alas Purwo lekat dengan kejawen dan spiritualitas Jawa, kawasan ini juga memiliki situs suci umat Hindu.
Pura Luhur Giri Salaka menjadi tempat sembahyang penting yang ramai dikunjungi saat Suro bertepatan dengan bulan suci Hindu seperti Galungan atau Kuningan.
Aura ketenangan dan alam hutan menambah kekhusyukan para pemuja.
Alas Purwo bukan sembarang hutan. Ia adalah hutan yang hidup dalam cerita, keyakinan, dan praktik spiritual masyarakat Jawa hingga kini.
Saat bulan Suro, tempat ini seolah membuka pintunya lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin mendekat pada sesuatu yang lebih besar dari dirinya.
Tapi ingat, datanglah dengan niat baik dan hati bersih. Karena hutan ini bukan hanya menyimpan misteri, tapi juga menjaga tradisi yang tak lekang oleh zaman.
Editor : Agung Sedana